Amito Araujo Luncurkan Buku Sejarah II Xanana Gusmão Arkitetura No Protagonista Ba Mapa Ukun-Rasik-An
Dili, NTTOnlinenow.com – Penulis muda asal Timor Leste, Amito Qonusere Araujo, kembali meluncurkan karya terbarunya berupa buku sejarah kedua berjudul Xanana Gusmão—Arkitetura no Protagonista ba mapa ukun-rasik-an.
Buku ini resmi diluncurkan secara digital pada Agustus 2025 dan telah beredar di berbagai platform media di Timor Leste.
Karya tersebut merupakan hasil riset mendalam yang dilakukan Amito selama lima tahun. Dalam proses penulisannya, ia melakukan penelusuran referensi sejarah, studi arsip, serta wawancara dengan berbagai tokoh penting perjuangan kemerdekaan Timor Leste pada masa penjajahan selama 24 tahun.
Buku ini juga mendapat kehormatan dengan kata pengantar yang ditulis oleh Dr. Avelino Maria Coelho da Silva Shalar Kosi F.F, yang memberikan perspektif akademik dan refleksi historis terhadap isi buku.
Secara garis besar, buku ini mengangkat latar belakang kepemimpinan Xanana Gusmão sebagai arsitek utama perjuangan dan peta jalan kedaulatan (kemerdekaan) Timor Leste.
Judulnya menegaskan peran strategis Xanana simbol perlawanan, dan sebagai perancang arah politik dan identitas nasional bangsa yang lahir dari pergulatan panjang sejarah.
Dalam wawancara bersama Media NTTOnlinenow, Minggu (15/02/2026).
Amito Qonusere Araujo menyampaikan, sebagai penulis yang telah lima tahun meneliti dan menyusun buku ini. Dia menjelaskan bahwa karyanya lahir dari proses panjang dan penuh tanggung jawab sejarah.
“Buku ini saya tulis sebagai bentuk tanggung jawab sejarah kepada generasi muda Timor Leste. Selama lima tahun saya mengumpulkan data, membaca arsip, dan mewawancarai para pelaku sejarah agar narasi perjuangan tidak hilang oleh waktu,” ujar dia.
Amito juga menegaskan bahwa sosok Xanana Gusmão memiliki peran strategis yang melampaui simbol perlawanan semata.
“Xanana Gusmão bukan hanya tokoh simbolik, tetapi arsitek yang merancang peta besar kemerdekaan Timor Leste. Ia memadukan strategi politik, diplomasi, dan kekuatan moral rakyat dalam satu visi besar tentang kedaulatan,” kata dia.
Lebih lanjut, Amito berharap ingin buku ini menjadi referensi ilmiah sekaligus bahan refleksi nasional. Perjuangan selama 24 tahun penjajahan menyimpan banyak pelajaran tentang ketahanan, persatuan, dan keberanian bangsa kecil yang berjuang untuk merdeka.”
Ia pun mengungkapkan rencana ke depan terkait karya berikutnya yang telah disiapkan dan tinggal menunggu proses produksi.
“Ke depan, saya juga telah menyiapkan satu buku lagi yang tinggal menunggu waktu dan proses produksi. Harapan saya, karya-karya ini dapat terus memperkaya literatur sejarah nasional dan memperkuat identitas kebangsaan Timor Leste,” ungkap dia.
Sesuai rencana, dalam waktu dekat Amito akan kembali meluncurkan buku berikutnya yang telah rampung penulisannya dan kini menunggu tahap produksi serta peluncuran resmi. Dengan konsistensinya menulis sejarah nasional, Amito dinilai sebagai salah satu penulis muda yang turut berkontribusi dalam mendokumentasikan perjalanan panjang kemerdekaan Timor Leste.

