Uskup Atambua : Makna Natal Tak Saja Bagian Perayaan Liturgi, Tapi Menciptakan Damai
Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Uskup Dominikus Saku, Pr memimpin misa malam Natal di gereja Katedral Santa Maria Imaculata Atambua, Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL, Sabtu (24/12/2023) pukul 18.00 Wita.
Diketahui, misa perayaan malam Natal di gereja Katedral Atambua diselenggarakan dua kali, misa pertama pukul 16.00 Wita.
Uskup Atambua, Mgr. Domi Saku dalam khotbahnya menyampaikan bahwa peristiwa Natal atau kelahiran Yesus Kristus, diwartakan oleh malaikat sebagai suatu peristiwa sukacita yang besar.
Karena itu, Uskup Domi mengajak seluruh umat Katolik untuk merayakan damai Natal tidak hanya dalam ibadah tetapi juga dalam kehidupan keluarga masing-masing serta sesama umat lainnya.
“Damai Natal di kehidupan keluarga, supaya hidup kita sungguh diresapi oleh damai sejahtera dari Natal dan kita tetap menjaga suasana kondusif,” kata dia.
Uskup Domi juga menekankan pentingnya memahami makna Natal dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam lingkup keluarga.
Lebih lanjut dikatakan bahwa, Damai Natal, bukan hanya menjadi bagian dari perayaan liturgi, tetapi juga harus tercermin dalam cara kita hidup, saling menjaga keharmonisan, dan menciptakan damai sejahtera.
“Jangan takut, sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa, hari ini telah lahir bagimu Juru Selamat, yaitu Kristus Tuhan di kota Daud. Pantaslah kita semua, bersama dengan seluruh umat di seluruh dunia yang merayakan malam Natal, diliputi sukacita kegembiraan yang besar karena Kristus Tuhan sungguh lahir bagi kita,” ungkap dia.
Sesuai pantaun media, puluhan umat muslim yang tergabung dalam Ormas seperti Banser NU, Kontak Kerukunan Sosial (K2S) dan Warga Belu Lamongan (WBL) terlibat menjaga keamanan selama perayaan misa Natal berlangsung.
Ketua Kontak Kerukunan Sosial (K2S) Kabupaten Belu, Sujito menyampaikan bahwa keterlibatan mereka dalam menjaga keamanan di gereja merupakan bagian dari upaya menjaga dan merawat toleransi yang ada di Belu.
“Keberagaman agama dan toleransi adalah warisan yang perlu dilestarikan dan dijaga bersama demi kedamaian dan harmoni di tengah masyarakat. Kita bersyukur bisa terlibat dalam pengamanan di hari Natal ini,” ujar dia.
Senada diungkapkan Ketua Banser NU Belu, Khairul Aziz bahwa, keterlibatan mereka dalam menjaga keamanan di gereja pada hari raya Natal juga sebagai bentuk konkret dari semangat menjaga keberagaman agama dan toleransi di wilayah Indonesia, khususnya di Kabupaten Belu di perbatasan RI-RDTL.

