Kodim 1605/Belu Dijadikan Pilot Project Pengembangan Kelor

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Dinas Pertanian Pemerintah Provinsi NTT bekerjasama dengan Korem 161/Wira Sakti melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) pengembangan kelor di Makodim 1605/Belu perbatasan RI-RDTL, Senin (7/11/2022).

Kegiatan berlangsung di Aula Darma Andika Kodim Belu dihadiri, Dandim 1605/Belu, Pejabat Dinas Pertanian Provinsi NTT, Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Belu, Pasi Pers Kodim Belu, para Danramil dan Babinsa serta perwakilan Anggota Yonif Raider Khusus 744/SYB.

Dandim Belu, Letkol Arh Suhardi menyampaikan bahwa, kegiatan yang dilaksanakan hari ini bimbingan teknis terkait dengan pembibitan tanaman kelor. Kelor merupakan salah satu tumbuhan yang sangat unik mulai dari akarnya, batang, daun hingga bijinya merupakan suatu komoditi yang memiliki potensi yang sangat luar biasa.

Menurut dia, dalam Bimtek para Danramil, Babinsa serta anggota Yonif Raider Khusus 744/SYB telah mendapatkan teori terkait dengan pengembangan tanaman kelor.

“Habis Bimtek kita langsung budidaya benih (biji) kelor di polibag yang disimpan di halaman belakang Makodim Belu,” ujar Suhardi.

Bersamaan Penyuluh Pertanian Muda Pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Maria K. Tuames menyampaikan, kegiatan Bimtek untuk pengembangan budidaya kelor di kabupaten Belu dan kabupaten Malaka kali ini dari Dinas Pertanian Provinsi NTT bekerja sama dengan Korem 161/Ws melalui satuan jajarannya yaitu Kodim 1605/Belu.

“Tadi Kita sudah melaksanakan kegiatan teori di dalam Aula dan saat ini kita akan melaksanakan materi praktek Bimtek Bagaimana cara pengisian atau pencampuran media tanah ke dalam polybag, dimana untuk campurannya ada tanah, pupuk kandang dan sekam padi,” terang dia.

Dikatakan, dalam pengembangan budidaya tanaman kelor ini kita melaksanakan kerjasama dengan TNI karena kita melihat bahwa Babinsa Babinsa di setiap Kabupaten pada setiap Desa-Desa. “Sehingga diharapkan dengan adanya kerjasama pengembangan budidaya tanaman kelor dengan TNI ini tanaman kelor ini dapat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat di sekitar kita,” ungkap Gomes.

Dijelaskan, pengembangan kegiatan kelor untuk bagi masyarakat nilai jual kelor ini sangat bagus karena memiliki kandungan gizi yang baik untuk kesehatan masyarakat karena kita tahu bahwa di NTT ini sekarang ada stunting.

“Oleh karena itu kita memulainya dengan membudidaya kelor, sehingga dapat mengurangi stunting,” ucap Gomes.

Masih menurut dia, untuk jumlah media tanam di Kabupaten Belu dan Malaka yang kita siapkan di lahan kodim ini kita menyiapkan 45 ribu anakan dan akan dibagikan ke dua kabupaten yaitu kabupaten belu dan malaka dan untuk per-Koramil pertitiknya ada 5000 anakan.

“Penyemaian ini kita gunakan bibit Benih yang direkomendasikan adalah benih unggul lokal ile mandiri dan ile boleng asal Blok Penghasil Tinggi (BPT) dan Pohon Induk Terpilih (PIT) Flores Timur sesuai Kepmentan RI nomor 39/ kpts/kb.020/10/2021 tentang penetapan kebun BPT dan pit tanaman kelor unggul lokal di Kabupaten Flores Timur,” papar Gomes.

Lanjut dia, dalam proses penyemaian ini pada saat biji sudah berkecambah dan muncul daun maka penyiraman harus dilakukan dengan hati-hati agar batang tanaman tidak mudah patah. Tanaman kelor muda harus dirawat hingga disertifikasi oleh pengawas benih tanaman, setelah itu anakan kelor ini siap disalurkan ke jajaran Koramil pada umur 20 sampai 45 hari setelah tanam.

Kesempatan itu, Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Belu, Engelbertus A.Haky menuturkan, kelor merupakan salah jenis tanaman perkebunan dan tanaman perkebunan itu harus bersertifikat sehingga Pemerintah dapat menilai kualitas daripada tanaman itu seperti apa.

Dikatakan, pengembangan budidaya tanaman kelor ini sangat diperlukan guna mengatasi permasalahan stunting yang terjadi di provinsi NTT saat ini.

“Perlu adanya suatu pilot project di setiap desa-desa sehingga kita dapat melihat hasil dari perkembangan budidaya tanaman kelor ini oleh karena itu kami sangat membutuhkan kerjasama dari pihak TNI dalam hal ini Kodim melalui masing-masing koramilnya untuk sama-sama membuat suatu pilot project sehingga masyarakat boleh dapat melihat hasil tersebut dan mereka dapat mencontohi dari pilot project ini,” pungkas Haky.