Dukung Tim Sepakbola PON NTT, Farry-Davo Lelang Jersey Koleganya

Bagikan Artikel ini

Laporan Frans Watu
Jakarta, NTTOnlinenow.com – Pekan Olahraga Nasioanal (PON) XX Papua, tinggal menghitung hari. Berbagai daerah telah mengukuhkan timnya untuk diberangkatkan ke Bumi Cendrawasih. NTT dalam PON XX akan mengirim 89 atlit dari 12 cabang olahraga (Cabor) yang diikuti. Salah satu Cabor yang menjadi perhatian masyarakat NTT adalah sepakbola. Setelah 30 tahun selalu kandas di Bali, kali ini tangan dingin Manejer Tim Jimmy Sianto dan Pelatih Ricky Nelson berhasil menyegel satu tiket sepakbola dari hasil qualifikasi wilayah Nusa Tenggara.

Kehadiran tim sepakbola menjadi berkah namun disatu sisi jadi beban bagi KONI dan Pemda NTT. Cabor yang melibatkan atlit beregu (terbanyak) cukup membuat Asprov PSSI NTT puyeng. Bicara medali, kecil kemungkinan karena NTT berada di grup neraka bersama Papua, Jabar, Maluku Utara.

Fary Francis-David Fulbertus (Fary-Davo) bersama Indonesia Football Forever (IFF) hari ini akan melakukan lelang Official Jersey Legend Timnas, yang hasilnya disumbangkan kepada para atlet sepakbola yang akan berlaga di PON Papua.

Keterbatasan anggaran tidak membuat tim sepakbola NTT kendor dalam mengharumkan nama NTT dikancah nasional. Sejumlah simpatisan dan mantan pemain bergerak. Dimotori Fary Francis-David Fulbertus (Fary-Davo), dan didukung Indonesia Football Forever (IFF) melelang lima jersey milik legenda sepakbola Indonesia.

“Saya apresiasi langkah Fary dan Davo, ini yang kita tunggu, karena selama ini pengembangan sepakbola NTT hanya berharap pada APBD, butuh terobosan dan sebagai pemimpin Fary sudah biasa melakukan terobosan seperti itu. Inikan bukan tanggung jawab Pemda saja, alangkah indahnya kalau Askot/Askab dan Pak Christ Mboeik juga melakukan hal yang sama. Mau pimpin sepakbola harus siap berkorban, jangan berharap bantuan/dana Pemda, dari sini kita bisa melihat relasi orang bola NTT, sejaumana mereka mendedikasikan tenaga dan pikirannya demi sepakbola”, tegas Polce Kia mantan pemain Pelita Jaya dan Barito Putra.

Polce yang pernah satu tim di Pelita Jaya bersama Rully Nere, Bambang Nurdiansyah, Heri Kiswanto, mengapresiasi koleganya yang rela menorehkan tanda tangan mereka di jersey.

“Kemarin Rully telepon saya dan menyampaikan kalau dia sudah tanda tangan jersey miliknya”, lanjut Polce yang kini menangani klub liga 2 di Kalimantan Tengah.

Sedikitnya ada lima jersey antara lain milik mantan penjaga gawang timnas era 1970-an Yudo Hadianto dan mantan pemain timnas 1981-1996 Herry Kiswanto. Ada juga jersey yang dipakai gelandang dan striker timnas era 1980 -an Rully Nere, Rahmad Darmawan dan Bambang Nurdiansah.

Sejumlah penawaran telah disampaikan oleh mereka yang bersimpati dengan usaha pengumpulan dana bagi tim sepakbola PON NTT. Update jumat (10/9/21), jersey Heri Kiswanto: buy in now Rp.25.000.000.- (ibu Windy), jersey Rully Nere: buy in now Rp.25.000.000.- (Sigit Indra), jersey Bambang Nurdiansyah; Rp.7.500.000.-(Hendro) Rahmat Darmawan: Rp.10.000.000.- (Wayan Bali), jersey Yudo buy in now Rp.25.000.000.- (Monang Silalahi). Untuk jersey Bambang dan Rahmad biding masih berlangsung hingga pukul 11.00 wit hari ini.

“Saya berterima kasih kepada teman-teman, dan para legenda PSSI yang tergabung IFF, sudah merelakan menyumbangkan jerseynya, dalam waktu 3 hari kita bisa mengumpulkan angka 100 juta. Ini bagian dari kebanggaan kami anak-anak bola NTT kepada pemain sepakbola PON NTT yang akan berlaga di Papua”, tegas Fary Francis Ketua Umum Indonesia Football Forever dan pemilik Klub dan Academy Sepakbola Bintang Timur.

Bertempat di lapangan milik David Fulbertus SSB Bali United Kristal, Kupang hari ini akan diadakan Charity Games bagi tim sepakbola PON NTT. Pertandingan dengan tag line “Trofeo Charity Game” untuk PON Sepakbola NTT, akan ada sejumlah games berupa Charity Tendangan Pinalti, Lelang Jersey Timnas bersertifikat. Hasil Charity Games akan disumbangkan kepada tim sepakbola PON NTT.

Bersamaan dengan Charity Games, akan diadakan konfrensi pres calon Ketua dan Wakil Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI NTT. 9 Askab yang telah mendaftarkan Farry-Davo di Komite Pemilihan akan mendeklarasikan penggiat sepakbola NTT.

23 voters akan menentukan Ketua Asprov PSSI NTT pada tanggal 4 Desember 2021, saat musyawarah berlangsung. Fary-Davo saat ini telah didaftarkan 9 Askab, Belu, TTU, TTS, Flotim, Lembata, Sikka, Ende, Manggarai Timur, Sumba Barat Daya, sednagkan Christ Mboek mendapat dukungan 10 Askot/Askab, Lambert Tukan 1 Askab.

“Demi masa depan sepakbola NTT sebagai diaspora NTT, kami mendukung dua tokoh sepakbola yang sudah punya track record di sepakbola. Serahkan urusan bola kepada ahlinya. Sejauh pengamatan saya, bukan baru sekarang Fary terlibat di sepakbola, pengalaman kami di diaspora Jakarta beliau selalu suport, ini bukti kecintaannya terhadap sepakbola, dia selalu berbuat tanpa batas ruang dan waktu. Semoga niat dan dedikasi beliau dalam membangun sepak bola NTT mendapat dukungan dari Askot/Askab dan pemerintah daerah”, tegas Paulus Doni Ruing pembina Persebata FC di Jakarta.

Polce Ruing begitu tokoh muda Lembata ini disapa, saat ini tengah mengembangkan sekolah keberbakatan olahraga di Lamahora, Lembata bersama Willem Lodjor. Bersamaan dengan Hari Olahraga Nasional 9 September 2021, Bupati Lembata Thomas Ola Langodae telah melakukan peletakan batu pertama dimulainya pembangunan Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO) San Berbardino. Polce Ruing yang juga sebagai pembina Yayasan Koker Niko Beker yang menaungi SKO Berbardino berharap kedepan akan terus bersinergi dengan Fary dalam mengembangkan talenta-talenta NTT.