Pemerintah Terus Berupaya Mencegah Masuknya Covid-19 Di Manggarai

Bagikan Artikel ini

Laporan Alvaro S. Marthin
Ruteng, NTTOnlinenow.com – Guna mencegah masuknya Covid-19 yang kian mewabah disejumlah negara di dunia, termasuk disejumlah daerah di Indonesia, maka, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui Komando Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Manggarai terus berupaya memutuskan mata rantai penularan Virus Corona atau Covid-19 dengan melakukan screening kesehatan kepada setiap orang yang masuk ke daerah itu.

Demikian pres release Humas Pemkab Manggarai yang diterima Media ini, Jum’at 27 Maret 2020 siang via whatsapp.

Sejumlah petugas medis yang tergabung dalam Komando Tugas Pencegahan dan Penanganan C-19, Kamis, 26 Maret 2020 terus disiagakan di Terminal Mena -Ruteng, dari pagi hingga malam untuk melakukan screening kesehatan bagi setiap pelaku perjalanan, dalam hal ini orang yang datang dari luar daerah melalui pintu masuk Pelabuhan Labuan Bajo, kabupaten Manggarai Barat.

Sejumlah petugas medis mengenakan masker dan thermogun untuk mengukur suhu tubuh. Selain itu juga cairan antiseptik untuk digunakan para pelaku perjalanan sebelum dilakukan pemeriksaan suhu tubuhnya.

“Mereka yang diperiksa adalah para penumpang kapal yang baru tiba dari luar daerah melalui pintu masuk pelabuhan Labuan Bajo. Dan menuju kabupaten Manggarai menggunakan kendaraan umum, yaitu travel dan bus”.

Dalam press release itu juga ditulis, sebagaimana diketahui Pelaku Perjalanan adalah salah satu kategori yang mendapat perhatian serius dalam upaya pencegahan dan penanganan virus corona, terutama mereka yang baru tiba dari wilayah yang positif terpapar pandemi C-19.

Usai dilakukan pemeriksaan, Pihak medis juga memberikan sosialisasi tentang virus corona, dan meminta kepada para penumpang dan pengemudi agar saat tiba rumahnya masing-masing untuk melakukan isolasi diri selama 14 (emapt belas) hari kedepan dan disarankan pula untuk melaporkan diri kepada aparat pemerintah desa/kelurahan setempat.

Hal itu bertujuan agar apabila sesewaktu mengalami gangguan kesehatan dapat memudahkan pihak medis melakukan pantauan.

Turut hadir pada kesempatan itu, Ketua Bidang Pengawasan dan Kedatangan Orang, Drs. Angkat Anglus, M.Si yang saat ini juga tengah menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai. Kepala Dinas Perhubungan, Martinus Apri Laturake, S.H, sebagai pengawas pelaku perjalanan.

Pada kesempatan itu, Martinus Apri Laturake, S.H mengungkapkan pihaknya selalu siap menjalankan tugas, baik di terminal, pelabuhan maupun bandara.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, dr. Yulius Weng, M. Kes mengatakan, terminal Mena dan terminal Carep menjadi pusat perhatian dari pihaknya karena sebagai pintu gerbang keluar-masuknya orang.

“Tadi pagi di Terminal Carep, setelahnya konsentrasi di (Terminal) Mena karena ada banyak pelaku perjalanan yang baru tiba di Labuan Bajo dari beberapa daerah luar. Sebagian dari mereka adalah warga Manggarai dan karena itu kita lakukan pemeriksaan,” jelasnya.

Sehari sebelumnya, Rabu (25/3), screening serupa juga dilakukan di Terminal Mena, pada ratusan siswa-siswi berserta para guru SMK Sadar Wisata Ruteng yang baru usai menjalani praktek di Labuan Bajo.

Pemeriksaan sebelumnya dipimpin langsung oleh Bupati Manggarai, Dr. Deno Kamelus, S.H. pada kesempatan itu, Dia menjelaskan, pemeriksaan seperti ini dilakukan adalah protokol standar dalam rangka pencegahan penyebaran Virus Corona.

“Ini adalah Protokol Standar yang kita lakukan. Setiap orang yang masuk ke wilayah ini pertama itu kita akan mendata, siapa dia dan dia datang dari mana. Kemudian dari Dinas Kesehatan akan melakukan tes suhu tubuhnya. Ini adik-adik (pelajar SMK Sadar Wisata) kan pulang dari Labuan Bajo dan mereka praktek di hotel. Hotel-hotel ini kan tempat semua tamu dari seluruh dunia datang dan kita tidak tahu kondisi tamunya seperti apa. Makanya kita lakukan Protokol Standar seperti ini,” kata Bupati Deno.

Bupati Deno juga menjelaskan tentang pentingnya isolasi mandiri selama 14 hari. Selain untuk memastikan bahwa tidak ada yang terpapar Covid-19, juga untuk mengindari kemungkinan penyebarannya pada orang lain.