Festival Pariwisata di PLBN Wini
Laporan Yan Meko
Wini, NTTOnlinenow.com – Wilayah batas negara tak selamanya menjadi garis merah dan atau menjadi zona lintas negara yang menegangkan. Sejauh penghuni batas negara tunduk pada aturan Undang Undang negara dan patuh pada ikatan budaya tali pusar maka zona batas negara bisa disulap jadi peluang perubahan bagi warga dua negara.
Melihat suasana perdamaian batas negara ini, maka pihak Kementrian Pariwisata pun menggeliat menggunakan moment damai ini untuk gencarkan promosi budaya dan beragam kuliner perbatasan.
Melalui Bupati TTU, Raymundus Fernandes, S.Pt, warga batas negara baik yang ada di Indonesia maupun di Timor Leste diminta untuk senantiasa menjaga perdamaian dan melihat garis batas sebagai peluang perubahan ekonomi.
“Mari kita ciptakan peluang investasi pariwisata di batas negara ini. Tiga pilar utama yakni pemerintah, pihak swasta dan masyarakat setempat adalah menjadi faktor penentu bagi geliat pariwisata di perbatasan negara. Disini di garis batas Indonesia dan RDTL memiliki modal utama yakni satu keyakinan dan satu budaya. Untuk itu Kedua warga batas negara ini harus terus menjaga perdamaian untuk menumbuhkan perubahan ekonomi”, kata Bupati dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Tatapem, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Raymundus Thall.

Festival mini yang bertempat di samping timur gedung PLBN Wini ini, diselenggarakan pada Senin (03/12) tak banyak diketahui oleh warga batas dua negara ini, karena pihak panitia tidak memiliki banyak waktu untuk mempromosikan moment ini kepada warga.
Ketua panitia festival wonderful Indonesia di Wini, hingga berita ini diturunkan belum berhasil ditemui.
Sementara seorang pengusaha batas negara, Kadek Kantung, ketika diminta komentarnya tak banyak bicara, dirinya sesalkan kenapa moment langkah itu diselenggarakan tanpa promosi.
“Festival wonderful Indonesia di PLBN Wini ini sebenarnya adalah salah satu peluang untuk kami pihak swasta, hanya sayangnya pihak panitia penyelenggara acara ini terkesan dibuat dadakan makanya kami belum bisa terlibat. Kalau festival itu dibuat jadi festival pariwisata tahunan maka tahun depan kita siap sukseskan acara ini”, sorot Mantan pejabat BPD Timor Timur ini.
Seperti yang dipantau NTTOnlinenow.com, selain stand jualan dan beragam kuliner, juga ada berbagai acara perlombaan yg diperebutkan oleh komunitas pelajar dan pemuda dari dua negara.

