Pemkab Belu dan ChildFund Launching SDK Nanaeklot Sebagai Sekolah Model PHBS

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan bekerjasama dengan ChildFund Indonesia dan Mitra LPPA melaunching SDK Nanaeklot sebagai sekolah model pada kegiatan peringatan HCTPS Sedunia ke-11 di Desa Silawan, Rabu (31/10/2018).

Maksud sekolah model yakni menerapakan 8 indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Sekolah seperti Cuci Tangan Pakai Sabun dan Air Bersih Yang mengalir, Jajan Di kantin Sekolah, Buang Sampah Di Tempat Sampah, Olah Raga Secara Teratur, Timbang Berat Badan Dan Ukur Tinggi Badan, Tidak Merokok, Buang Air Kecil Dan Air Besar Di Jamban /WC, Bebaskan Sekolah Kita Dari Jentik Nyamuk.

Sekda Kabupaten Belu Petrus Bere dalam arahan mengatakan, anak-anak adalah sebagai generasi perubahan (Generation of change) yang bisa menjadi pelopor hidup bersih dan sehat, sekarang dan dikemudian hari.

Disampaikan kepada para Kepala Sekolah, Guru dan anak didik perubahan perilaku sederhana seperti mencuci tangan pakai sabun dapat mengurangi angka kematian yang disebabkan oleh penyakit diare yang hampir 50%.

Hal itu dikarenakan pola hidup yang kurang bersih dan kurangnya perhatian asupan makanan yang bergizi. Manfaat lain mencuci tangan memakai sabun merupakan cara paling efektif untuk mencegah penyakit diare dan ISPA.

“Memang semua ini butuh proses, tidak bisa terjadi secara instan. Akan tetapi yang terpenting adalah kesadaran diri kita sendiri,” ujar Bere.

Dituturkan bahwa, dirinya akan berkomitmen untuk mengajak seluruh masyarakat di perbatasan Belu dengan Timor Leste agar bisa menerapkan pola hidup bersih.

“Sehat dimulai dengan langkah yang mudah namun berdampak luar biasa bagi kesehatan. Saya berharap semua sekolah di Kabupaten Belu dapat menerapkan PHBS sekolah,” pinta Bere.

Sementara itu Eastern Zone Manager ChildFund Indonesia, Candra Dethan mengatakan, SDK Nanaeklot dipilih sebagai sekolah model yang telah menerapkan indokator PHBS Sekolah.

Kita berharap bahwa banyak sekolah – sekolah di Kabupaten Belu yang menerapkan PHBS Sekolah. Dengan adanya penerapan PHBS di sekolah maka warga sekolah mampu menolong diri sendiri di bidang kesehatan dan meningkatkan semangat dan produktivitas belajar peserta didik.

Kegiatan tersebut diikuti perwakilan anak–anak yang di di wilayah dampingan LPPA Belu Mitra ChildFund Indonesia dengan total 700 anak terdiri dari anak PAUD dan Sekolah Dasar yang berada di wilayah Belu, Pemerintah Kecamatan, Desa, Stakeholder dan masyarakat.