Polres Belu Perkuat Penjagaan dan Pengamanan Ramadhan

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Menyikapi beberapa kejadian aksi bom bunuh diri dan penyerangan Mako Polres yang terjadi beberapa waktu lalu pihak Polres Belu memperkuat penjagaan di Mako.

Selain itu perkuat penjagaan difokuskan juga di objek-objek yang berada di wilayah perbatasan Belu dan Malaka sesuai dengan instruksi Pimpinan Polri.

“Memang secara keseharian kita lakukan penjagaan dan kita lakukan peningkatan bersama aparat TNI dan Brimob,” ungkap Kapolres Belu, AKBP Christian Tobing kepada NTTOnlinenow.com, Jumat (18/5/2018).

Dikatakan, sejauh ini situasi di perbatasan Belu dan Malaka wilayah hukum Polres Belu kondusif dan masyarakat melaksanakan aktifitas dengan baik, dan diharapkan terus berjalan dengan baik.

“Mari kita sama-sama jaga, jangan sampai tidak peduli dengan lingkungan. Kalau ada warga baru segera melaporkan ke perangkat Desa, babinpol dan babinkamtibams sehingga bisa teratasi,” ajak Tobing.

Lanjut dia, konteks daerah perbatasan diharapkan juga agar warga tetap mengantisipasi dibeberapa pintu yang tidak ada pintu masuk atau jalan tikus. “Agar sama-sama menjadi bagian pengamanan di kampung,” ujar dia.

Selain itu, pihak Polres Belu juga melakukan pengamanan tempat-tempat ibadah di wilayah Belu dan Malaka. Upaya preventif kami kedepankan Babinkamtibmas sosialisasi dengan masyarakat, Babinsa dan Kades secara bersama-sama.

“Karena ini merupakan satuan tiga pilar sama-sama melakukan deteksi terkait orang baru di wilayah yang perlu diwajibkan untuk lapor dan cari tahu keberadaan,” imbuh dia.

Dikatakan, perkembangan saat ini harus antisipasi teror, karena itu masyarakat menjaga kampung juga mengendepankan siskamling. Siskamling merupakan hal sangat penting dan kembali masyarakat manjdi leading sektor sama-sama aparat keamanan menjaga wilayah.

Kemudian upaya lain kita lakukan peningkatan Kepolisian digaris batas. Kita melakukan razia di batas, peningkatan pengamanan hal-hal kriminal dari Indonesia maupun Timor Leste.

Selain itu juga upaya membangun situasi kerukunan antar umat bersama di Belu dan Malaka seperti menyalakan lilin lintas agama kemarin. Intinya forum sama-sama deklarasi memerangi terorisme dan menjaga kerukunan agama dan menjaga agar tidak terjadi ada gesekan antar agama.

“Kita tekankan juga ke babinkamtibmas agar mendorong aktifitas siskamling,” ucap Tobing.

Bertepatan jelang bulan Ramadhan pihak Polres juga meningkatkan pengamanan sehingga umat muslim di Belu dan Malaka perbatasan Indonesia dan Timor Leste agar bisa laksanakan ibadah puasa dengan baik dan lancar.

“Dalam giat bulan ramadhan kami juga lakukan peningkatan kegiatan dalam rangka patroli saat sahur, sholat terawi. Sekitar 350 orang yang nantinya akan menjaga dan patroli di tempat ibadah sehingga berjalan aman dan lancar,” kata Tobing.