Pelaku Ancam Bom Transmart Sampaikan Permohonan Maaf

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Setelah diciduk aparat kepolisian karena memposting ancaman bom terhadap pusat perbelanjaan Transmart Kupang melalui akun media sosial facebooknya, pelaku berinisial MYM (23), akhirnya menyesali perbuatannya serta menyampaikan permohonan maafnya kepada pihak manajemen Transmart.

“Saya sampaikan permintaan maaf kepada pihak Transmart karena mungkin status yang saya unggah itu saya beranggapan hanya sebagai lelucon tetapi bagi pemilik atau manajemen Transmart itu meresahkan,” ungkap MYM kepada wartawan dalam konferensi pers yang digelar Ditreskrimsus Polda NTT, Selasa (6/3/2018).

MYM yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka itu, juga meminta maaf kepada seluruh masyarakat Kota Kupang. Karena status yang dipostingnya pada Senin (5/3/18) dini hari sekitar pukul 00.30 Wita, itu sudah membuat keresahan dan ketidaknyamanan warga. “Saya sangat sangat menyesal,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, pelaku juga mengingatkan pengguna media sosial (medsos) agar berhati-hati dan lebih bijak sebelum membuat status di sosmed. “Karena mungkin kita anggap sekedar untuk lelucon tapi bisa berakibat fatal dan membuat kita jatuh,” katanya.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Wadir Reskrimsus) Polda NTT, AKBP Yandri Irsan mengatakan, pelaku ditangkap oleh personil Subdit 2 Ditreskrimsus di sebuah kamar kos di Desa Penfui Timur, Kabupaten Kupang.

Pelaku dijerat pasal 45 jo 27 ayat 4 UU ITE Nomor 11 Tahun 2008 sesuai perubahan UU Nomor 19 Tahun 2016 dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

Mahasiswa semester 10 Fakultas Peternakan pada salah satu perguruan tinggi di Kupang itu menulis status di facebook yang meresahkan pengunjung Transmart pada akun Facebook bernama Lymor Beitenis Lahoan.

Isi tulisan status MYM berbunyi “Sekarang semua status mengarah pada Transmart kamu tunggu besok b (saya) pi (pergi) pasang bom di Transmart dulu ew (ya)”.

Pihak kepolisian juga mengimbau kepada masyarakat khususnya pengguna media sosial agar lebih berhati-hati dan cerdas menggunakannya karena bisa berdampak hukum, sebagaimana telah diatur dalam UU ITE.