Percasi Belu gelar Open Turnamen Catur Kategori Pelajar dan Dewasa

Bagikan Artikel ini

Laporan Yan Manek
Atambua,NTTOnlinenow.com-Persatuan Catur Indonesia (Percasi) Kabupaten Belu menyelenggarakan turnamen catur Belu open bagi pelajar kategori SD, SMP, SMA dan dewasa di SDI Tanah Merah I Atambua, Jumat (23/10/2026) sore.

Turnamen catur kategori SD diikuti 47 peserta, SMP diikuti 43 peserta, SMA diikuti 32 peserta dan Dewasa diikuti 47 peserta se-Kabupaten Belu wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste.

Ketua Percasi Belu, Aprianus Hale menyampaikan pelaksanaan turnamen catur bertujuan untuk menjaring bakat-bakat muda olahraga catur di daerah Belu sejak usia dini.

Selain itu, mempererat tali silaturahmi antar pecatur dari berbagai jenjang pendidikan hingga kategori umum atau dewasa serta menjadi sarana evaluasi pembinaan, olahraga secara terukur di Kabupaten Belu.

Apri menegaskan, olahraga catur bukan sekedar permainan mengasah otak melainkan sebuah wadah pembentukan karakter, kejujuran, sportivitas dan ketahanan mental.

“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan bibit-bibit pecatur tangguh daei daerah Belu yang mampu bersaing di tingkat regional, nasional dan internasional,” ujar Anggota DPRD Belu Fraksi NasDem itu.

Dijelaskan, saat ini Persaci Belu memiliki dua orang wasit yang baru. Satunya Boy Kotta Sekretaris Percasi Belu yang mendapatkan sertifikat dari pengurus persaci nasional sebagai pelatih, dan wasit nasional pertama. Kedua, Vincent Bererin memiliki gelar wasit nasional propinsi (WNP).

“Dengan adanya wasit dan pelatih bersertifikat Nasional, maka kita bisa memenuhi syarat untuk membuka Sekolah Catur di Kabupaten Belu ini,” ucap dia.

Lebih lanjut Apri mengungkapkan bahwa saat ini sudah terbentuk beberapa klub catur di Kabupaten Belu. Oleh karena itu, dia mendorong peran aktif dari lingkungan keluarga dan sekolah untuk menyalurkan bakat anak-anak.

“Terima kasih sekali kepada para guru dan orang tua yang terus membimbing serta mendampingi para pecatur. Kami ingin orang tua maupun guru-guru di sekolah untuk memasukkan anak-anak ke salah satu klub catur agar bisa dibina secara lebih baik,” ungkap dia.

Apri juga menegaskan bahwa pembinaan ini memiliki target jangka panjang yang besar untuk mengharumkan nama daerah di kancah nasional.

“Dengan kejuaraan-kejuaraan berjenjang dan pelatihan yang rutin kita laksanakan, kita harapkan agar pada gelaran PON tahun 2028 mendatang, Kabupaten Belu bisa menyumbangkan pecatur untuk mewakili NTT,” timpal dia.

Secara khusus Apri menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Belu melalui Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) yang telah memberikan dana hibah melalui KONI Belu.

Masih menurut dia, pada tahun anggaran 2026 ini, Percasi Belu mendapatkan dana pembinaan sebesar Rp.20 juta yang dialokasikan untuk segala keperluan operasional dan program kerja Percasi Belu.

“Kami sangat berharap kepada Pemda Belu melalui agar turnamen serupa bisa menjadi agenda rutin tahunan,” pinta Apri.

Dia juga berharap kompetisi catur tidak hanya berhenti di tingkat kabupaten hari ini saja, melainkan bisa digelar pada momen Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) maupun menjelang HUT Kemerdekaan RI, dengan melibatkan utusan siswa-siswi dari seluruh sekolah SD dan SMP di Kabupaten Belu.

Untuk diketahui, kegiatan open turnamen catur yang akan berlangsung selama tiga hari sampai dengan Minggu 25 Oktober mendatang resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Belu.