Kenali Kelebihan dan Kekurangan Helm Half Face dan Full Face, Pilih yang Tepat untuk Cari Aman

Bagikan Artikel ini

Sidoarjo, NTTOnlinenow.com – Helm merupakan perlengkapan wajib yang berperan penting dalam melindungi pengendara sepeda motor dari risiko cedera saat terjadi kecelakaan. Sebagai bagian dari kampanye keselamatan berkendara #Cari_Aman, PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) mengajak masyarakat untuk memahami perbedaan serta kelebihan dan kekurangan helm half face dan full face agar dapat memilih sesuai kebutuhan berkendara.

Instruktur Safety Riding MPM Honda Jatim, Hari Setiawan, menjelaskan bahwa baik helm half face maupun full face memiliki fungsi utama yang sama, yaitu melindungi kepala. Namun, keduanya memiliki tingkat perlindungan dan kenyamanan yang berbeda.

“Pemilihan helm sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter perjalanan. Jika sering melakukan perjalanan jarak jauh atau melaju dengan kecepatan tinggi, helm full face memberikan perlindungan yang lebih maksimal. Namun untuk mobilitas harian dalam kota, helm half face bisa menjadi pilihan yang lebih praktis, tentu tetap harus berstandar SNI dan digunakan dengan benar,” jelas Hari.

Helm Half Face
Helm half face merupakan jenis helm yang menutup bagian atas dan samping kepala, namun tidak melindungi area dagu secara penuh.

Kelebihan:
1. Lebih ringan dan nyaman untuk penggunaan harian jarak dekat.
2. Sirkulasi udara lebih baik sehingga tidak terasa terlalu panas.
3. Praktis digunakan dan mudah dilepas-pasang.

Kekurangan:
1. Perlindungan bagian wajah dan dagu lebih minim.
2. Tingkat proteksi lebih rendah dibandingkan helm full face, terutama saat benturan di bagian depan.

Helm Full Face
Helm full face menutup seluruh bagian kepala hingga dagu, sehingga memberikan perlindungan menyeluruh.

Kelebihan:
1. Perlindungan maksimal pada kepala, wajah, dan dagu.
2. Lebih aman untuk perjalanan jarak jauh dan kecepatan tinggi.
3. Mengurangi paparan angin, debu, serta kebisingan.

Kekurangan:
1. Bobot relatif lebih berat dibanding half face.
2. Bisa terasa lebih panas jika ventilasi kurang optimal.
3. Kurang praktis untuk perjalanan singkat dengan frekuensi berhenti yang sering.

Marketing Communication & Development Division Head MPM Honda Jatim, Suhari, menegaskan bahwa faktor keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama.
“Helm bukan sekadar aksesori, melainkan perlindungan utama saat berkendara. Pastikan memilih helm berstandar SNI, ukuran yang pas, serta selalu mengaitkan tali pengaman dengan benar. Melalui edukasi ini, kami ingin masyarakat semakin sadar bahwa #Cari_Aman dimulai dari perlengkapan berkendara yang tepat,” ujarnya.

MPM Honda Jatim juga mengingatkan bahwa helm yang pernah mengalami benturan keras sebaiknya tidak digunakan kembali karena struktur pelindungnya bisa mengalami kerusakan internal yang tidak terlihat.

Melalui edukasi berkelanjutan dari tim instruktur Safety Riding, MPM Honda Jatim berharap masyarakat semakin bijak dalam memilih perlengkapan berkendara. Dengan memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing jenis helm, pengendara dapat membuat keputusan yang tepat demi keselamatan di setiap perjalanan.***