PKB Belu Target Satu Dapil Satu Kursi Pada Pileg 2019
Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Belu menargetkan satu dapil satu kursi pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 mendatang.
Menurut Ketua DPC PKB Kabupaten Belu Antonius Ugahari Luan, target partai satu dapil satu kursi dengan catatan satu dapil PKB harus meraup 3000 suara. Sehingga dengan total empat dapil diperoleh 12 kursi.
“Kalau itu terjadi berarti kita bisa menjadi salah satu Pimpinan,” ungkap Luan didampingi Ketua Bappilu kepada wartawan di sela-sela kegiatan musyawarah kerja PKB Belu di Aula Hotel Permata Atambua, Belu, Timor Barat perbatasan RI-RDTL, Senin (15/01/2018).
Dikatakan, tujuan musyawarah kerja untuk menjabarkan materi, target-target yang DPC buat terkait Pilgub, Pileg dan Pilpres kepada para PAC. Kegiatan musyawarah berlangsung selama dua hari hingga Selasa besok dan dihadiri seluruh PAC dari 12 Kecamatan.
“Ada tiga even Pilkada, Pileg dan Pilpres. Untuk Pilkada PKB Belu tidak muluk-muluk bahwa menangkan Marianus dan Emilia yang kami dukung akan menang. Kami akan bekerja maksimal meraup suara sebanyak-banyaknya,” tandas Luan.
Lanjut dia, untuk Pilpres secara struktur dari pusat sedang berusaha meloloskan Muhaimin Iskandar jadi wakil berpasangan dengan Jokowi. “Secara Partai dengan PDIP belum kerja, tapi komunikasi individu sudah berjalan dan kita menunggu instruksi dari pusat,” ucap Luan.
Baca juga : Di Kota Kupang, Kuota Kursi DPRD Tidak Bertambah, Dapil Bertambah
Kesempatan itu Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PKB Belu, Yeti Bone mengatakan target untuk merebut pimpinan DPRD Belu tersebut akan dilakukan melalui penjaringan atau perekrutan Caleg yang akan bertarung pada Pileg nanti.
“Strategi khusus dalam penjaringan Caleg tentu kita melihat sosok dari individu itu memeliki pengaruh atau tidak, bukan saja kecerdasan intelektual, tetapi juga harus memiiki kecerdasan sosial,” tegas dia.
Ditegaskan, PKB tidak muluk-muluk target Pileg 2019 akan meraih satu dapil satu kursi, harus bekerja keras dan punya kiat-kiat tertentu. “Salah satunya harus dekat dengan masyarakat akar rumput,” kata Anggota DPRD Belu itu.
Tidak saja itu, strategi lain yang akan di lakukan yakni akan memetakan kekuatan sesuai dengan wilayah masing-masing dan karakteristik masyarakat yang berada di wilayah tersebut.
“Kita harus membuat pemetaan tentang wilayah-wilayah ini. Karena setiap wilayah sosok berbeda dan pendekatan secara kekeluargaan, adat berbeda dan itu yang akan kami lakukan dalam pemenangan Pilkada. Hal lain yakni isu gender akan dimainkan dalam pemilu,” pungkas Bone.

