{"id":64792,"date":"2026-10-14T10:33:00","date_gmt":"2026-10-14T10:33:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/?p=64792"},"modified":"2026-10-14T10:33:00","modified_gmt":"2026-10-14T10:33:00","slug":"bupati-belu-pentingnya-dokumentasi-dan-inventarisasi-kekayaan-budaya-masyarakat-daerah-belu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/2026\/10\/14\/bupati-belu-pentingnya-dokumentasi-dan-inventarisasi-kekayaan-budaya-masyarakat-daerah-belu\/","title":{"rendered":"Bupati Belu : Pentingnya Dokumentasi dan Inventarisasi Kekayaan Budaya Masyarakat Daerah Belu"},"content":{"rendered":"<p>Laporan Yan Manek<br \/>\nAtambua,NTTOnlinenow.com-Bupati Belu, Willybrodus Lay resmi membuka kegiatan pengembangan produk unggulan daerah kerjasama Pemkab Belu dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Nusa Tenggara Timur (Kanwil Kemenkum NTT) di gedung Betelalenok Atambua wilayah perbatasan RI-RDTL, Selasa (13\/10\/2026).<\/p>\n<p>Kegiatan dihadiri Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual Kantor Wilayah Kementerian Hukum NTT, Hempy J.W. Poyk, Ketua Dekranasda Belu, Lidwina Viviawaty<br \/>\nLay, Pimpinan OPD, para Camat, Lurah dan Kades, para pelaku budaya, pegiat tenun serta tamu undangan lainnya.<\/p>\n<p>Dalam sambutannya, Bupati Willy Lay menyampaikan apresiasi kepada Kanwil Kemenkum NTT atas perhatian dan pelaksanaan kegiatan pengembangan produk unggulan daerah di Kabupaten Belu perbatasan Indonesia-Timor Leste.<\/p>\n<p>&#8220;Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengangkat kekayaan budaya masyarakat Belu agar tidak hanya dikenal sebagai warisan leluhur, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan perlindungan yang memadai,&#8221; tegas dia.<\/p>\n<p>Menurut Willy Lay, kegiatan ini juga mengingatkan bahwa kekayaan intelektual daerah tidak terbatas pada produk tenun. Tarian, lagu, cerita rakyat, bahasa daerah, pengetahuan tradisional, hingga berbagai produk yang diwariskan secara turun-temurun juga merupakan kekayaan yang perlu dijaga.<\/p>\n<p>\u201cKalau ini tidak ditulis, tidak tercatat, satu generasi kemudian, dua generasi kemudian, ini tinggal sejarah,\u201d kata dia.<\/p>\n<p>Willy Lay juga menekankan pentingnya mendokumentasikan dan menginventarisasi kekayaan budaya daerah agar generasi muda tetap mengenal identitas masyarakatnya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut dia mencontohkan pengetahuan mengenai nama, makna, dan penggunaan kain tradisional yang semakin perlu digali kembali, termasuk istilah dalam bahasa Tetun yang berkaitan dengan pakaian adat.<\/p>\n<p>&#8220;Pengetahuan para tetua adat dan pelaku budaya perlu dihimpun serta diwariskan, termasuk melalui kemungkinan pengembangan muatan lokal di sekolah. Dengan demikian, pelestarian budaya tidak berhenti pada penggunaan produk tradisional, tetapi juga mencakup pemahaman terhadap bahasa, filosofi, dan nilai yang terkandung di dalamnya,&#8221; ujar dia.<\/p>\n<p>Selain tenun, Bupati Willy Lay juga menyoroti potensi produk lokal yang dekat dengan kehidupan masyarakat, seperti minyak kemiri, kelapa, dan pisang.<\/p>\n<p>&#8220;Produk yang selama ini dianggap sederhana dapat memiliki nilai jual lebih tinggi apabila dikembangkan melalui inovasi, peningkatan kualitas, pengemasan, dan pemasaran yang tepat,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p>Kesempatan itu, Willy Lay juga mendorong masyarakat perbatasan Belu agar tidak memandang rendah produk yang berasal dari desa, kelompok usaha, maupun industri rumah tangga.<\/p>\n<p>Tambah dia, produk lokal memiliki kesempatan menembus pasar yang lebih luas apabila mempunyai identitas yang kuat, dikelola secara profesional, dan memperoleh perlindungan kekayaan intelektual sesuai ketentuan.<\/p>\n<p>&#8220;Saya mengajak jajaran pemerintah daerah, camat, kepala desa, perajin, dan pelaku usaha untuk bersama-sama menjaga serta mempromosikan produk unggulan Rai Belu,&#8221; timpal Willy Lay.<\/p>\n<p>Lebih lanjut Bupati Belu mendorong konsistensi penggunaan kain tenun dalam aktivitas pemerintahan dan kehidupan masyarakat sebagai bentuk kebanggaan terhadap budaya lokal.<\/p>\n<p>Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum NTT melalui Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual, Hempy Poyk menegaskan bahwa, perlindungan kekayaan intelektual merupakan instrumen penting untuk memperkuat identitas dan daya saing produk unggulan daerah.<\/p>\n<p>Menurut dia, Tenun Belu dan Tenun Lamaknen disebut sebagai kekayaan budaya yang memiliki karakteristik motif, warna, teknik pembuatan, serta nilai filosofis yang mencerminkan identitas dan kearifan masyarakat Belu.<\/p>\n<p>Tegas Hempy, perlindungan dapat dilakukan melalui berbagai bentuk kekayaan intelektual, antara lain merek, hak cipta, desain industri, indikasi geografis, dan kekayaan intelektual komunal, sesuai karakteristik serta persyaratan masing-masing.<\/p>\n<p>Dia menyampaikan, kolaborasi pemerintah daerah, perajin, pelaku usaha, komunitas budaya, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya dinilai penting agar produk lokal tidak hanya terlindungi, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.<\/p>\n<p>&#8220;Diharapkan, kegiatan ini menghasilkan langkah nyata, mulai dari identifikasi potensi produk, penguatan kualitas dan inovasi, pengembangan pemasaran, hingga penentuan bentuk perlindungan hukum yang tepat,&#8221; pinta Hempy.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Laporan Yan Manek Atambua,NTTOnlinenow.com-Bupati Belu, Willybrodus Lay resmi membuka kegiatan pengembangan produk unggulan daerah kerjasama Pemkab Belu dengan Kantor Wilayah<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":64793,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[2],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.3 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Bupati Belu : Pentingnya Dokumentasi dan Inventarisasi Kekayaan Budaya Masyarakat Daerah Belu - NTTONLINE<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/2026\/10\/14\/bupati-belu-pentingnya-dokumentasi-dan-inventarisasi-kekayaan-budaya-masyarakat-daerah-belu\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bupati Belu : Pentingnya Dokumentasi dan Inventarisasi Kekayaan Budaya Masyarakat Daerah Belu - NTTONLINE\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Laporan Yan Manek Atambua,NTTOnlinenow.com-Bupati Belu, Willybrodus Lay resmi membuka kegiatan pengembangan produk unggulan daerah kerjasama Pemkab Belu dengan Kantor Wilayah\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/2026\/10\/14\/bupati-belu-pentingnya-dokumentasi-dan-inventarisasi-kekayaan-budaya-masyarakat-daerah-belu\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"NTTONLINE\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/alex.dimoe\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-10-14T10:33:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Bupati-Belu-Pentingnya-Dokumentasi.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"445\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/\",\"name\":\"NTTONLINE\",\"description\":\"Pelopor Media Online Pertama Di NTT\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/2026\/10\/14\/bupati-belu-pentingnya-dokumentasi-dan-inventarisasi-kekayaan-budaya-masyarakat-daerah-belu\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Bupati-Belu-Pentingnya-Dokumentasi.jpg\",\"width\":800,\"height\":445},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/2026\/10\/14\/bupati-belu-pentingnya-dokumentasi-dan-inventarisasi-kekayaan-budaya-masyarakat-daerah-belu\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/2026\/10\/14\/bupati-belu-pentingnya-dokumentasi-dan-inventarisasi-kekayaan-budaya-masyarakat-daerah-belu\/\",\"name\":\"Bupati Belu : Pentingnya Dokumentasi dan Inventarisasi Kekayaan Budaya Masyarakat Daerah Belu - NTTONLINE\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/2026\/10\/14\/bupati-belu-pentingnya-dokumentasi-dan-inventarisasi-kekayaan-budaya-masyarakat-daerah-belu\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2026-10-14T10:33:00+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-14T10:33:00+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/#\/schema\/person\/7c35a5b2b0f2a4f822981b3273872be8\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/2026\/10\/14\/bupati-belu-pentingnya-dokumentasi-dan-inventarisasi-kekayaan-budaya-masyarakat-daerah-belu\/\"]}]},{\"@type\":[\"Person\"],\"@id\":\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/#\/schema\/person\/7c35a5b2b0f2a4f822981b3273872be8\",\"name\":\"alex\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e146e9c2235067853d80a7f166b95e54?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"alex\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/64792"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=64792"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/64792\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":64794,"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/64792\/revisions\/64794"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/media\/64793"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=64792"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=64792"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=64792"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}