{"id":58775,"date":"2024-12-06T01:53:35","date_gmt":"2024-12-06T01:53:35","guid":{"rendered":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/?p=58775"},"modified":"2024-12-06T01:53:35","modified_gmt":"2024-12-06T01:53:35","slug":"kebaya-diakui-unesco-warisan-budaya-dunia-dan-inspirasi-generasi-muda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/2024\/12\/06\/kebaya-diakui-unesco-warisan-budaya-dunia-dan-inspirasi-generasi-muda\/","title":{"rendered":"Kebaya Diakui UNESCO: Warisan Budaya Dunia dan Inspirasi Generasi Muda"},"content":{"rendered":"<p>Laporan Frans Watu<br \/>\nJakarta, NTTOnlinenow.com &#8211; Perjalanan panjang kebaya sebagai Warisan Budaya Tak Benda akhirnya mencapai puncaknya setelah resmi mendapatkan legitimasi dari United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Pencapaian ini menjadi kebanggaan besar bagi bangsa Indonesia sekaligus menegaskan pentingnya pelestarian budaya nasional.<\/p>\n<p>\u201cTerima kasih kepada semua pihak yang sudah terlibat dalam memperjuangkan kebaya ke UNESCO. Banyak sekali organisasi perempuan dan komunitas kebaya yang terlibat langsung dalam agenda besar ini, termasuk pemerintah melalui kementerian terkait dan lembaga teknis yang selalu mendampingi kami,\u201d ungkap Ketua Timnas Kebaya, Lana T. Koentjoro.<\/p>\n<p>Dalam momentum penuh kebanggaan ini, Timnas Kebaya juga baru saja meluncurkan buku berjudul &#8220;Kebaya: Keanggunan yang Diwariskan&#8221; karya Miranti Serad dan Emi Wiranto. Buku ini menjadi pengingat akan pentingnya kebaya sebagai simbol warisan budaya yang tidak hanya indah secara estetika, tetapi juga kaya akan nilai sejarah dan makna filosofis. Peluncuran buku ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak generasi muda untuk mencintai dan melestarikan kebaya.<\/p>\n<p>Perjuangan pengakuan kebaya dimulai pada tahun 2022, ketika Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) memberikan surat rekomendasi kepada Tim Nasional Kebaya (Timnas Kebaya) sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap inisiatif komunitas berkebaya. Gerakan ini bertujuan untuk memperjuangkan kebaya agar diakui secara internasional.<\/p>\n<p>Timnas Kebaya aktif menggelar berbagai kegiatan di dalam dan luar negeri, seperti Parade Kebaya Nusantara yang melibatkan diaspora, Car Free Day Berkebaya, Fashion Show Kebaya, serta Talk Show yang menggali sejarah dan makna kebaya. Selain itu, inisiatif ini turut mendorong penetapan Hari Kebaya Nasional guna melestarikan kebaya di kalangan generasi muda dan mendapatkan pengakuan dunia.<\/p>\n<p>Melalui Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 2023, Presiden Joko Widodo menetapkan tanggal 24 Juli sebagai Hari Kebaya Nasional. Untuk pertama kalinya, Hari Kebaya Nasional dirayakan melalui Parade Kebaya Nusantara di Car Free Day Jakarta dan tujuh kota lainnya di Indonesia. Acara puncaknya berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, dan dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana sebagai bentuk dukungan penuh terhadap pengakuan kebaya sebagai warisan budaya dunia.<\/p>\n<p>Puncak perjuangan ini tercapai dalam Sidang ke-19 Intergovernmental Committee on Intangible Cultural Heritage (ICH) UNESCO yang berlangsung di Asuncion, Paraguay, pada tanggal 4 Desember 2024. Dalam sidang tersebut, kebaya resmi ditetapkan sebagai bagian dari Daftar Representatif Warisan Budaya Tak Benda UNESCO.<\/p>\n<p>\u201cKami sangat bersyukur perjuangan bangsa Indonesia akhirnya membuahkan hasil. Usulan dari Indonesia diterima UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Hal ini menjadi kebanggaan sekaligus tantangan untuk terus melestarikan kebaya di generasi muda,\u201d ujar Lana.<\/p>\n<p>Ia juga menambahkan bahwa pengajuan kebaya dilakukan bersama dengan Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, dan Thailand, menegaskan kebaya sebagai simbol warisan budaya kawasan Asia Tenggara.<\/p>\n<p>Pengakuan ini tidak hanya membawa kebanggaan budaya tetapi juga memberikan dampak positif secara ekonomi. Dengan meningkatnya permintaan, para pengrajin kebaya, khususnya perempuan, mendapatkan peluang untuk meningkatkan pendapatan sekaligus memperkuat posisi mereka dalam masyarakat.<br \/>\n\u201cKebaya kini menjadi bagian dari ekosistem ekonomi yang berkelanjutan. Pengakuan ini menciptakan peluang kerja baru dan memperluas akses pasar bagi komunitas pengrajin kebaya,\u201d ujar Lana.<\/p>\n<p>Ke depan, Lana menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran generasi muda untuk mencintai dan melestarikan kebaya. \u201cMomentum ini harus dimanfaatkan untuk menjadikan kebaya tidak hanya sebagai identitas budaya, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Kebaya adalah simbol keindahan, kebanggaan, dan keberlanjutan budaya kita,\u201d tutupnya.<\/p>\n<p>Pengakuan UNESCO ini menjadi bukti nyata pentingnya kolaborasi antara pemerintah, komunitas budaya, dan masyarakat dalam melestarikan warisan leluhur. Kebaya kini tidak hanya menjadi ikon budaya Indonesia tetapi juga simbol pemberdayaan ekonomi dan identitas bangsa yang semakin dikenal di dunia internasional.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Laporan Frans Watu Jakarta, NTTOnlinenow.com &#8211; Perjalanan panjang kebaya sebagai Warisan Budaya Tak Benda akhirnya mencapai puncaknya setelah resmi mendapatkan<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":58776,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[2],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.3 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kebaya Diakui UNESCO: Warisan Budaya Dunia dan Inspirasi Generasi Muda - NTTONLINE<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/2024\/12\/06\/kebaya-diakui-unesco-warisan-budaya-dunia-dan-inspirasi-generasi-muda\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kebaya Diakui UNESCO: Warisan Budaya Dunia dan Inspirasi Generasi Muda - NTTONLINE\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Laporan Frans Watu Jakarta, NTTOnlinenow.com &#8211; Perjalanan panjang kebaya sebagai Warisan Budaya Tak Benda akhirnya mencapai puncaknya setelah resmi mendapatkan\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/2024\/12\/06\/kebaya-diakui-unesco-warisan-budaya-dunia-dan-inspirasi-generasi-muda\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"NTTONLINE\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/alex.dimoe\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-12-06T01:53:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/kabaya.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"445\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/\",\"name\":\"NTTONLINE\",\"description\":\"Pelopor Media Online Pertama Di NTT\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/2024\/12\/06\/kebaya-diakui-unesco-warisan-budaya-dunia-dan-inspirasi-generasi-muda\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/kabaya.jpg\",\"width\":800,\"height\":445},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/2024\/12\/06\/kebaya-diakui-unesco-warisan-budaya-dunia-dan-inspirasi-generasi-muda\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/2024\/12\/06\/kebaya-diakui-unesco-warisan-budaya-dunia-dan-inspirasi-generasi-muda\/\",\"name\":\"Kebaya Diakui UNESCO: Warisan Budaya Dunia dan Inspirasi Generasi Muda - NTTONLINE\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/2024\/12\/06\/kebaya-diakui-unesco-warisan-budaya-dunia-dan-inspirasi-generasi-muda\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2024-12-06T01:53:35+00:00\",\"dateModified\":\"2024-12-06T01:53:35+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/#\/schema\/person\/7c35a5b2b0f2a4f822981b3273872be8\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/2024\/12\/06\/kebaya-diakui-unesco-warisan-budaya-dunia-dan-inspirasi-generasi-muda\/\"]}]},{\"@type\":[\"Person\"],\"@id\":\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/#\/schema\/person\/7c35a5b2b0f2a4f822981b3273872be8\",\"name\":\"alex\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e146e9c2235067853d80a7f166b95e54?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"alex\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58775"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=58775"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58775\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":58777,"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58775\/revisions\/58777"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/media\/58776"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=58775"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=58775"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=58775"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}