{"id":42602,"date":"2021-08-16T01:01:05","date_gmt":"2021-08-16T01:01:05","guid":{"rendered":"http:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/?p=42602"},"modified":"2021-08-16T01:05:23","modified_gmt":"2021-08-16T01:05:23","slug":"arthouse-cinema-10-film-karya-6-sutradara-era-sinema-baru-jerman-tersedia-daring-dengan-subtitle-bahasa-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/2021\/08\/16\/arthouse-cinema-10-film-karya-6-sutradara-era-sinema-baru-jerman-tersedia-daring-dengan-subtitle-bahasa-indonesia\/","title":{"rendered":"Arthouse Cinema: 10 Film Karya 6 Sutradara Era Sinema Baru Jerman Tersedia Daring dengan Subtitle Bahasa Indonesia"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta, NTTOnlinenow.com &#8211; Arthouse Cinema 2021 menayangkan sepuluh film Jerman karya enam sutradara<br \/>\ngenerasi Sinema Baru Jerman (New German Cinema). Semua film dilengkapi teks<br \/>\nterjemahan bahasa Indonesia dan dapat ditonton secara daring oleh penggemar film<br \/>\ndi Indonesia lewat platform baru Goethe-Institut: Goethe-On-Demand.<\/p>\n<p>Sinema Baru Jerman adalah satu gerakan sekaligus semangat untuk menyegarkan cara<br \/>\nbercerita pada tahun 1960an-1980an. Gerakan ini berangkat dari ketidakpuasan<br \/>\nsekelompok sutradara muda atas arah perkembangan aspek artistik dan sosial politik<br \/>\nperfilman Jerman pada periode itu.<\/p>\n<p>Film-film keenam sutradara era Sinema Baru Jerman ini dapat ditonton gratis sampai<br \/>\n31 Desember 2021 dengan mendaftarkan diri lewat tautan ini: arthouse-<br \/>\ncinema.goethe-on-demand.de. Setelah terdaftar, pengguna bisa memilih film pada<br \/>\nplatform untuk ditonton dalam kurun waktu 48 jam.<\/p>\n<p>Sejak tahun 2012, Goethe-Institut Indonesien memutar beragam film cerita dan<br \/>\ndokumenter dari Jerman dan Indonesia dalam rangka program Arthouse Cinema, yang<br \/>\nrutin berlangsung di GoetheHaus Jakarta. \u201cAkibat situasi pandemi saat ini, kami<br \/>\nmengalihkan Arthouse Cinema ke video on demand. Kami berharap lebih banyak<br \/>\npenggemar film di luar Jakarta akan dapat mengakses film Jerman melalui platform<br \/>\nini,\u201d kata Dr. Ingo Sch\u00f6ningh, Kepala Bagian Program Budaya Goethe-Institut<br \/>\nIndonesien dalam keterangan tertulis yang diterima NTTOnlinenow.com.<\/p>\n<p>Program tahun ini menyajikan film-film cerita yang diseleksi oleh kurator tamu untuk<br \/>\nArthouse Cinema 2020-2021 Anggraeni Widhiasih (kurator, penulis, seniman, dan<br \/>\nanggota aktif Forum Lenteng). Film-film yang diseleksi untuk program ini merupakan<br \/>\nkarya para pembuat film yang turut memelopori kelahiran Gerakan Sinema Baru<br \/>\nJerman pada periode setelah tahun 1960an sampai dekade sebelum reunifikasi<br \/>\nJerman. Ini merupakan periode dalam sejarah Jerman yang terkait erat dengan situasi<br \/>\nseusai Perang Dunia II.<\/p>\n<p>Dalam catatan kuratorialnya, Anggraeni menyatakan bahwa pada masa itu, terdapat<br \/>\nperistiwa-peristiwa di masa lalu yang tak banyak dibicarakan langsung oleh orang<br \/>\nJerman sendiri. Peristiwa-peristiwa itu telah menjadi masa lalu, namun pada saat yang<br \/>\nsama mereka belum usai dibahas dan terus memengaruhi tatanan masyarakat Jerman.<\/p>\n<p>Kondisi itu justru menjadi celah bagi para pengkarya untuk membicarakan atau<br \/>\nmenarasikan ulang sejarah dengan pendekatan yang berbeda-beda. Dari celah itulah,<br \/>\nsejarah kemudian tidak terus-menerus terbatas tentang kepresisian peristiwa di masa<br \/>\nlalu, tetapi juga tentang kehadiran dan relevansinya dengan situasi tatanan<br \/>\nmasyarakat yang ada kini dan di sini.<\/p>\n<p>Ia menambahkan: \u201cSinema menjadi ruang untuk menghadirkan pengalaman estetik<br \/>\ndari perspektif yang berbeda-beda yang membahasakan tentang kesejarahan sebuah<br \/>\nperistiwa dan bangsa. Sejarah yang sulit dibicarakan pun disituasikan kembali lewat<br \/>\nnarasi-narasi keseharian yang lebih sesuai dengan konteks yang sedang berlangsung.<br \/>\nPersoalan tentang sistem, integrasi\/disintegrasi akibat oposisi ideologi, serta alienasi<br \/>\nyang terwariskan pada tubuh masyarakat pun hadir sebagai jalan untuk menelusuri<br \/>\nkembali jejak-jejak kesejarahan yang hidup dalam sistem.\u201d<\/p>\n<p>Berikut ini kesepuluh film dalam program Arthouse Cinema 2021:<br \/>\n\u2022 Abschied von gestern (1966) dan Der starke Ferdinand (1976) karya Alexander<br \/>\nKluge<br \/>\n\u2022 Auch Zwerge haben klein angefangen (1970) dan Stroszek (1977) karya<br \/>\nWerner Herzog<br \/>\n\u2022 Katzelmacher (1969) dan Angst essen Seele auf (1974) karya Rainer Werner<br \/>\nFassbinder<br \/>\n\u2022 Der amerikanische Freund (1977) karya Wim Wenders<br \/>\n\u2022 Etwas wird sichtbar (1981) dan Leben \u2013 BRD (1990) karya Harun Farocki<br \/>\n\u2022 Die bleierne Zeit (1981) karya Margarethe von Trotta<\/p>\n<p>Melengkapi program pemutaran film, sepuluh penulis muda dengan beragam latar<br \/>\nbelakang dan dari berbagai kota di Indonesia\u2014wartawan, ilmuwan, penulis blog, dan<br \/>\npegiat skena film\u2014diundang untuk menonton masing-masing satu film dalam<br \/>\nArthouse Cinema 2021 lalu mengulas film tersebut. Serial ulasan film dan informasi<br \/>\nlebih lanjut tentang program ini dapat diakses di <a href=\"https:\/\/www.goethe.de\/ins\/id\/id\/kul\/fil\/ahc.html?wt_sc=indonesien_artcinema\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong>www.goethe.de\/indonesien\/artcinema<\/strong><\/a>.<\/p>\n<p><strong>Tentang Goethe-Institut<\/strong><br \/>\nGoethe-Institut merupakan lembaga kebudayaan Republik Federal Jerman yang aktif<br \/>\ndi seluruh dunia. Kami mempromosikan pengajaran bahasa Jerman di luar negeri dan<br \/>\nmendorong pertukaran budaya antarbangsa. Kami juga menyampaikan gambaran<br \/>\nmenyeluruh mengenai Jerman melalui informasi tentang kehidupan politik, sosial dan<br \/>\nbudaya di Jerman. Beragam program budaya dan pendidikan kami menyokong dialog<br \/>\nantarbudaya dan memfasilitasi partisipasi kultural. Berbagai program tersebut<br \/>\nmemperkukuh struktur-struktur masyarakat madani dan mendukung mobilitas global.<\/p>\n<p>Rekan-rekan media yang ingin menonton film-film di atas dipersilakan registrasi diri<br \/>\nlewat tautan ini: <a href=\"https:\/\/arthouse-cinema.goethe-on-demand.de\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong>arthouse-cinema.goethe-on-demand.de.<\/strong><\/a><\/p>\n<div id=\"32b991e5d77ad140559ffb95522992d0\"><\/div>\n<p><script async src=\"https:\/\/click.advertnative.com\/loading\/?handle=2600\" ><\/script><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, NTTOnlinenow.com &#8211; Arthouse Cinema 2021 menayangkan sepuluh film Jerman karya enam sutradara generasi Sinema Baru Jerman (New German Cinema).<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":42603,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[10],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.3 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Arthouse Cinema: 10 Film Karya 6 Sutradara Era Sinema Baru Jerman Tersedia Daring dengan Subtitle Bahasa Indonesia - NTTONLINE<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"http:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/2021\/08\/16\/arthouse-cinema-10-film-karya-6-sutradara-era-sinema-baru-jerman-tersedia-daring-dengan-subtitle-bahasa-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Arthouse Cinema: 10 Film Karya 6 Sutradara Era Sinema Baru Jerman Tersedia Daring dengan Subtitle Bahasa Indonesia - NTTONLINE\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Jakarta, NTTOnlinenow.com &#8211; Arthouse Cinema 2021 menayangkan sepuluh film Jerman karya enam sutradara generasi Sinema Baru Jerman (New German Cinema).\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"http:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/2021\/08\/16\/arthouse-cinema-10-film-karya-6-sutradara-era-sinema-baru-jerman-tersedia-daring-dengan-subtitle-bahasa-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"NTTONLINE\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/alex.dimoe\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-08-16T01:01:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-08-16T01:05:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/IlustrasiArthouseCinema.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"445\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/\",\"name\":\"NTTONLINE\",\"description\":\"Pelopor Media Online Pertama Di NTT\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"http:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/2021\/08\/16\/arthouse-cinema-10-film-karya-6-sutradara-era-sinema-baru-jerman-tersedia-daring-dengan-subtitle-bahasa-indonesia\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/IlustrasiArthouseCinema.jpg\",\"width\":800,\"height\":445},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/2021\/08\/16\/arthouse-cinema-10-film-karya-6-sutradara-era-sinema-baru-jerman-tersedia-daring-dengan-subtitle-bahasa-indonesia\/#webpage\",\"url\":\"http:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/2021\/08\/16\/arthouse-cinema-10-film-karya-6-sutradara-era-sinema-baru-jerman-tersedia-daring-dengan-subtitle-bahasa-indonesia\/\",\"name\":\"Arthouse Cinema: 10 Film Karya 6 Sutradara Era Sinema Baru Jerman Tersedia Daring dengan Subtitle Bahasa Indonesia - NTTONLINE\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"http:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/2021\/08\/16\/arthouse-cinema-10-film-karya-6-sutradara-era-sinema-baru-jerman-tersedia-daring-dengan-subtitle-bahasa-indonesia\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2021-08-16T01:01:05+00:00\",\"dateModified\":\"2021-08-16T01:05:23+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/#\/schema\/person\/7c35a5b2b0f2a4f822981b3273872be8\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"http:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/2021\/08\/16\/arthouse-cinema-10-film-karya-6-sutradara-era-sinema-baru-jerman-tersedia-daring-dengan-subtitle-bahasa-indonesia\/\"]}]},{\"@type\":[\"Person\"],\"@id\":\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/#\/schema\/person\/7c35a5b2b0f2a4f822981b3273872be8\",\"name\":\"alex\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e146e9c2235067853d80a7f166b95e54?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"alex\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42602"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42602"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42602\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":42606,"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42602\/revisions\/42606"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/media\/42603"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42602"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42602"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42602"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}