{"id":33291,"date":"2020-05-29T01:47:24","date_gmt":"2020-05-29T01:47:24","guid":{"rendered":"http:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/?p=33291"},"modified":"2020-05-30T02:38:34","modified_gmt":"2020-05-30T02:38:34","slug":"pinjaman-pt-budi-mas-rp130-m-di-bank-ntt-dipertanyakan-dprd-ntt","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/2020\/05\/29\/pinjaman-pt-budi-mas-rp130-m-di-bank-ntt-dipertanyakan-dprd-ntt\/","title":{"rendered":"Pinjaman PT Budi Mas Rp130 M di Bank NTT Dipertanyakan DPRD NTT"},"content":{"rendered":"<p>Kupang, NTTOnlinenow.com \u2013 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) NTT mempertanyakan status pinjaman\/kredit PT. Budi Mas sekitar Rp 130 M di Bank NTT yang digunakan untuk antar pulau sapi dan rumput laut.<\/p>\n<p>Hal itu dipertanyakan anggota DPRD NTT, Leonardus Lelo (Fraksi Demokrat) dan Johannes Rumat (Fraksi PKB) terkait adanya potensi \u2018membengkaknya\u2019 nilai kredit macet di Bank NTT yang berasal dari perusahaan di luar NTT. Menurut Lelo dan Rumat, manajemen kredit di Bank NTT sangat longgar dan lemah sehingga Bank NTT begitu mudah memberikan kredit\/pinjaman hingga ratusan milyar rupiah kepada debitur dari luar NTT yang belum jelas usaha\/lini bisnis maupun kantornya di NTT.<\/p>\n<p>\u201cSeperti PT. Budi Mas yang diberikan kredit hingga sekitar Rp 130 Milyar. Berdasarkan informasi yang kami (Komisi III, red) peroleh, perusahaan itu pada awalnya mendapatkan kredit dengan jumlah fantastis, yakni sebesar Rp 100 Milyar. Namun saat terjadi tunggakan kredit sekitar 2\/3 bulan, Bank NTT malah memberikan tambahan pinjaman sekitar Rp 30 Milyar yang katanya untuk bisnis rumput laut. Ini sangat aneh, bagaimana status kredit perusahaan itu saat ini?\u201d tanya Lelo.<\/p>\n<p>Dari aspek perbankan, kata Lelo, mungkin saja pemberian kredit Rp 100 M kepada PT. Budi Mas (yang baru diberikan sekitar setahun, red) lalu diberikan tambahan kredit Rp 30 M itu diperbolehkan. \u201cNamun harusnya dalam analisis kredit, dikaji secara profesional. Apakah perusahaan itu mampu membayar kembali kreditnya atau tidak? Jaminannya apa? Nilainya sesuai dengan besaran pinjaman atau tidak?\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Jangan sampai, lanjutnya, akan menimbulkan masalah seperti 6 perusahaan lainnya. \u201cIni harus dijelaskan secara transparan. Jangan sampai hanya karena ada \u2018faktor kedekatan\u2019 dengan oknum tertentu lalu diberikan kredit yang sangat besar tanpa pertimbangan yang profesional,\u201d ungkap Lelo mengingatkan.<\/p>\n<p>Bank NTT, kata Lelo, harusnya belajar dari pengalaman pemberian kredit kepada 6 debitur nakal yang total kredit macetnya mencapai Rp 206 M sesuai temuan BPKP Perwakilan NTT. \u201cHarusnya, Bank NTT belajar dari kredit macet yang sudah terjadi pada 6 perusahaan itu dan kredit macet lainnya dalam mengevaluasi untuk kredit kepada PT. Budi Mas. Mengapa PT. Budi Mas baru setahun sudah menunggak cicilan? Tapi diberi tambahan kredit?\u201d kritiknya.<\/p>\n<p>Kredit macet itu, kata Lelo, sebagaian besar berasal dari kredit macet perusahaan-perusahan besar dari luar NTT. \u201cKredit macet yang besar itu berasal dari coorporate-coorporate (perusahaan-perusahaan, red) dari luar NTT. Bank NTT harusnya menganalisis dengan baik, apakah PT. Budi Mas itu perusahaan baru atau perusahaan lama di NTT? Lini bisnisnya akan mendukung pertumbuhan usaha lokal atau justru \u2018membunuh\u2019 pengusaha-pengusaha lokal yang sudah ada?\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Kalau bisnisnya untuk antar pulau sapi dan rumput laut, lanjut Lelo, mengapa kredit itu tidak dikasih saja kepada pengusaha sapi dan pengusaha rumput laut lokal yang ada di NTT? \u201cUsaha mereka jelas karena sudah dijalankan bertahun-tahun. Mereka sudah berpengalaman urus sapi dan rumput laut. Alamat mereka juga jelas. Asset mereka juga di NTT,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Hal senada juga disampaikan anggota DPRD NTT dari Fraksi PKB, Johannes Rumat. Menurutnya, manajemen Bank NTT, harus memberikan penjelasan secara transparan kepada DPRD NTT dan rakyat NTT. \u201cKarena saat ini NPL (prosentase kredit macet, red) Bank NTT telah mencapai sekitar 4 persen. Jika tidak di kawal secara baik, kredit PT. Budi Mas tersebut bisa menjadi masalah karena nilainya yang fantastis. Kalau kredit PT. Budi Mas dan kredit dalam jumlah besar lainnya juga macet, maka Bank NTT akan masuk dalam status Bank Dalam Pengawasan karena tidak sehat,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Belajar dari pengalaman sebelumnya, jelas Rumat, Bank NTT perlu memberikan syarat kredit yang lebih ketat kepada perusahaan-perusahaan dari luar NTT yang mengajukan kredit. \u201cUntuk menghindari terjadinya masalah kredit macet, maka perlu dipertimbangkan agar kredit dalam nilai besar yang diajukan oleh perusahaan-perusahaan luar NTT harus memberikan jaminan asset dua kali lipat dari nilai kredit,\u201d usulnya.<\/p>\n<p>Assetnya yang dijaminkan, lanjutnya, juga harus diteliti dengan benar. \u201cJangan sampai bodong seperti yang terjadi dalam masalah kredit macet sekitar Rp 206 Milyar kepada 6 perusahaan dari luar NTT itu. Bank NTT harus profesional. Jangan karena ditelepon pihak tertentu, kredit langsung disetujui dan dicairkan tanpa analisis kredit yang profesional,\u201d ungkap Rumat.<\/p>\n<p>Selain itu, Rumat memaparkan, saat ini OJK telah mewajibkan para pemegang saham (Pemprov NTT dan Pemkab\/Pemkot se-NTT, red) untuk menyetor tambahan modal sekitar Rp 1,2 Triliun (dari target Rp 3 M, red) sampai tahun 2024 agar Bank NTT tidak dimerger (digabungkan, red) dengan bank lain. \u201cSehingga dengan penjelasan itu, Dewan bisa mempertimbangkan tambahan modal ke Bank NTT. Kalau manajemen kreditnya sangat longgar begitu, sama saja kita buang uang rakyat,\u201d kritiknya.<\/p>\n<p>Seperti disaksikan tim media ini, masalah kredit Rp 130 Milyar kepada PT. Budi Mas pernah dipertanyakan Leonardus Lelo dalam rapat dengar pendapat dengan Bank NTT dan PT. Flobamor sebagai mitra Komisi III DPRD NTT beberapa waktu lalu. \u201cSaya minta penjelasan tentang kerjasama antar pulau sapi antara PT. Flobamor dengan PT. Budi Mas yang dapat kredit Rp 130 M,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Dirut PT. Flobamor, Adrianus Bokotei yang dikonfirmasi wartawan usai RDP tersebut, menjelaskan, PT. Flobamor tidak memiliki perjanjian kerja sama dengan PT. Budi Mas. \u201cKerja sama itu hanya sebatas pembeli dan penjual. Mereka hanya membeli sapi dari kita. Tidak ada kontrak kerja sama,\u201d ungkap Bokotei.<\/p>\n<p>Plt. Dirut Bank NTT, Alex Riwu Kaho yang berusaha dikonfirmasi mefia ini sejak pekan lalu terkesan menghindar. Tim media ini mendatangi Kantor Pusat Bank NTT di Jl. W. J. Lalamentik pekan lalu. Namun melalui Satpam, Alex berjanji akan menerima tim media ini pada Selasa pekan ini. Tim wartawan kembali mendatangi kantor itu pada Selasa (26\/5\/20) pagi, namun Plt. Dirut dan direksi lainnya belum dapat ditemui wartawan.<\/p>\n<p>\u201cDireksi sedang Vicon dengan Gubernur BI, yang pasti jadwal wawancara dengan Direksi belum hari ini. Akan disampaikan jika sudah ada konfirmasi dari Direksi. Terima kasih,\u201d tulis Sekretaris Dirut Bank NTT, Ibu Tresi melalui pesan WA.<\/p>\n<p>Tim media meminta kepastian waktu namun Tresi mengatakan akan menghubungi wartawan kalau sudah ada konfurmasi fix dari Dirut. Namun hingga berita ini ditayangkan, tim media ini belum dihubungi terkait wawancara dengan Dirut Bank NTT.<br \/>\nSumber : Suara Flobamora.Com<\/p>\n<div id=\"32b991e5d77ad140559ffb95522992d0\"><\/div>\n<p><script async src=\"https:\/\/click.advertnative.com\/loading\/?handle=2600\" ><\/script><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kupang, NTTOnlinenow.com \u2013 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) NTT mempertanyakan status pinjaman\/kredit PT. Budi Mas sekitar Rp 130 M di<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":15927,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[2],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.3 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pinjaman PT Budi Mas Rp130 M di Bank NTT Dipertanyakan DPRD NTT - NTTONLINE<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"http:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/2020\/05\/29\/pinjaman-pt-budi-mas-rp130-m-di-bank-ntt-dipertanyakan-dprd-ntt\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pinjaman PT Budi Mas Rp130 M di Bank NTT Dipertanyakan DPRD NTT - NTTONLINE\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kupang, NTTOnlinenow.com \u2013 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) NTT mempertanyakan status pinjaman\/kredit PT. Budi Mas sekitar Rp 130 M di\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"http:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/2020\/05\/29\/pinjaman-pt-budi-mas-rp130-m-di-bank-ntt-dipertanyakan-dprd-ntt\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"NTTONLINE\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/alex.dimoe\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-05-29T01:47:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2020-05-30T02:38:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/banknttlogo2.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"445\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/\",\"name\":\"NTTONLINE\",\"description\":\"Pelopor Media Online Pertama Di NTT\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"http:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/2020\/05\/29\/pinjaman-pt-budi-mas-rp130-m-di-bank-ntt-dipertanyakan-dprd-ntt\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/banknttlogo2.jpg\",\"width\":800,\"height\":445},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/2020\/05\/29\/pinjaman-pt-budi-mas-rp130-m-di-bank-ntt-dipertanyakan-dprd-ntt\/#webpage\",\"url\":\"http:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/2020\/05\/29\/pinjaman-pt-budi-mas-rp130-m-di-bank-ntt-dipertanyakan-dprd-ntt\/\",\"name\":\"Pinjaman PT Budi Mas Rp130 M di Bank NTT Dipertanyakan DPRD NTT - NTTONLINE\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"http:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/2020\/05\/29\/pinjaman-pt-budi-mas-rp130-m-di-bank-ntt-dipertanyakan-dprd-ntt\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2020-05-29T01:47:24+00:00\",\"dateModified\":\"2020-05-30T02:38:34+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/#\/schema\/person\/7c35a5b2b0f2a4f822981b3273872be8\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"http:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/2020\/05\/29\/pinjaman-pt-budi-mas-rp130-m-di-bank-ntt-dipertanyakan-dprd-ntt\/\"]}]},{\"@type\":[\"Person\"],\"@id\":\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/#\/schema\/person\/7c35a5b2b0f2a4f822981b3273872be8\",\"name\":\"alex\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e146e9c2235067853d80a7f166b95e54?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"alex\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33291"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=33291"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33291\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":33292,"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33291\/revisions\/33292"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15927"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=33291"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=33291"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=33291"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}