{"id":3040,"date":"2016-12-01T02:24:49","date_gmt":"2016-12-01T02:24:49","guid":{"rendered":"http:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/?p=3040"},"modified":"2016-12-01T02:24:49","modified_gmt":"2016-12-01T02:24:49","slug":"kemerdekaan-merupakan-perjuangan-seluruh-anak-bangsa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/2016\/12\/01\/kemerdekaan-merupakan-perjuangan-seluruh-anak-bangsa\/","title":{"rendered":"Kemerdekaan Merupakan Perjuangan Seluruh Anak Bangsa"},"content":{"rendered":"<p><strong>Kupang, NTTOnlinenow.com<\/strong> &#8211; \u201cNusa Tenggara Timur juga terlibat dalam seluruh perjuangan memerdekakan Republik Indonesia. Kemerdekaan merupakan hasil kerjasama dan perjuangan seluruh anak bangsa. Karena itu, tidak boleh, tidak boleh ada satu kelompok manapun mengklaim negara ini sebagai miliknya sendiri. Bangsa ini adalah milik bersama.Negeri ini diproklamirkan untuk semua.\u201d Pernyataan tegas tersebut disampaikan oleh Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya saat menyampaikan Orasi Kebangsaan pada kegiatan Nusantara Bersatu di Alun-Alun Rumah Jabatan Gubernur, Rabu (30\/11\/2016).<\/p>\n<p>Dalam orasinya, Gubernur kembali menekankan pentingnya semangat kebersamaan dalam menjaga keutuhan dan kesatuan NKRI dengan berasaskan ideologi Pancasila. \u201cSemangat gotong royong yang menjadi jiwa dasar Pancasila adalah perekat dan budaya bangsa ini. Gotong royong mengandaikan semangat saling menerima dan menghargai satu sama lain. Bergandengan tangan untuk membangun kehidupan yang lebih baik ke depannya,\u201d jelas Lebu Raya mengutip Pidato Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945 tentang Pancasila yang dapat diperas jadi Satu sila (Ekasila) yakni Gotong Royong.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Gubernur mengungkapkan bahwa perbedaan merupakan realitas yang harus diterima. Namun perbedaan yang sudah disadari sejak awal oleh pendiri bangsa merupakan kekuatan besar yang mesti harus dijaga dan dipertahankan. \u201cDi manapun di seluruh dunia, selalu ada yang menyebut dirinya mayoritas dan minoritas. Di Republik Indonesia yang menjunjung tinggi demokrasi, mayoritas bukanlah menjadi jaminan dan minoritas bukanlah tirani. Mayoritas baru memiliki makna apabila ia mengayomi dan melindungi minoritas. Tantangan yang sedang dan akan kita hadapi harus mendewasakan kita semua untuk menjaga kesatuan. Kita berdosa kepada pendiri dan pejuang bangsa bila mewariskan perpecahan kepada generasi berikutnya,\u201d ungkap Gubernur sembari mengajak masyarakat NTT untuk tetap menjaga semangat toleransi sebagai suatu bentuk tanggung jawab sejarah karena Pancasila lahir di NTT.<\/p>\n<p>Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Kyai Haji Hasyim Muzadi yang secara khusus hadir pada kesempatan tersebut, kembali menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia dibangun oleh semua agama. \u201cTidak boleh ada agama manapun yang mengklaim diri sebagai satu-satunya yang memperjuangkan kemerdekaan. Pahlawan-pahlawan bangsa berserakan di seluruh negeri dari semua agama.Maka konsekuensinya, tidak boleh ada satu agama pun yang boleh mengambil alih untuk dirinya sendiri tanpa keterkaitan dengan agama lainnya,\u201d tegas Hasyim dalam orasinya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, mantan Ketua PBNU itu menyatakan selalu ada potensi gangguan terhadap Nusantara Bersatu baik dari dalam maupun luar negeri. Menurutnya, pintu masuk yang paling cepat untuk memecah kesatuan Indonesia adalah melalui konflik agama. \u201cKonflik-konflik agama di Indonesia umumnya terjadi karena faktor-faktor non agama yang diagamakan oleh agama itu sendiri. Tokoh-tokoh agama memilki kewajiban untuk kembali menempatkan agama sebagai agama. Agama harus menjadi potensi negara bukan sebagai sumber masalah.<\/p>\n<p><strong>Baca : <a href=\"http:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/2016\/12\/01\/ribuan-warga-belu-dan-malaka-gelar-apel-nusantara-bersatu\/\">Ribuan Warga Belu dan Malaka Gelar Apel Nusantara Bersatu<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Agama harus diletakan sebagai pegangan hidup dan keluhuran. Agama akan berkembang kalau menawarkan semangat humanisme. Tokoh-tokoh agama juga hendaknya terbuka untuk belajar ajaran agama lain. Saya selalu menghimbau kepada Penyelenggara Negara untuk menempatkan Pancasila sebagai satu-satunya ideologi negara,\u201d katanya sembari mengingatkan agar kebenaran tidak diidentikan dengan mayoritas dan minoritas.<\/p>\n<p>Ketua Sinode GMIT, Pendeta Merry Kolimon dalam kesempatan yang sama menyatakan bahwa Indonesia adalah suatu fakta kemajemukan. Keberagaman adalah modal sosial bangsa. \u201cTidak ada warga kelas satu dan kelas dua dalam bangsa ini entah karena agama atau alasan apapun. Karena itu ketika kita menolak keragaman, kita sedang menolak menjadi Indonesia seperti komitmen awal para pendiri bangsa. Kami meminta kepada Presiden Jokowi Widodo untuk tetap menjadi Presiden bagi seluruh rakyat Indonesia apapun latar belakangnya. Kami mendukung Presiden untuk tidak berkompromi dengan kelompok intoleran yang memiliki agenda-agenda terselubung,\u201d kata Merry dalam orasinya sambil mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjadikan NTT sebagai Nusa Teladan Toleransi.<\/p>\n<p>Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi NTT, Anwar Pua Geno menjelaskan, tantangan dan ancaman terhadap integrasi Indonesia telah ada sejak proklamasi kemerdekaan Indonesia dari kekuatan ekstrem dalam dan luar negeri. \u201cKita harus terus menyatukan tekad untuk tegas menolak segala paham dan arus radikalisme yang dapat menghancurkan persatuan Indonesia,\u201d jelasnya sambil mengutip syair lagu Gebyar-Gebyar dari penyanyi Gomblo di akhir orasinya.<\/p>\n<p>Acara Nusantara Bersatu di NTT itu diisi dengan curahan hati tentang Indonesia yang damai dan bersatu dari seorang siwa SMPN 2 Kupang, Fetor Bijak Anakai, Puisi berjudul Suara Anak Tenggara dari dua orang siswa SMA St. Carolus Penfui, Doa Bersama dari lima pemuka agama dan diakhiri dengan pembacaan dan penandatangan Seruan Bersama Pemimpin Agama Nusa Tenggara Timur.<\/p>\n<p>Tampak hadir pada acara tersebut Forkompinda Provinsi NTT, Uskup Agung Kupang, Ketua MUI NTT, Ketua PHDI NTT, Ketua Walubi NTT,pimpinan-pimpinan Ormas dan kepemudaan, pelajar, mahasiswa, ASN Lingkup Pemerintah Provinsi dan Kota Kupang serta masyarakat umum. Adv Biro Humas Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kupang, NTTOnlinenow.com &#8211; \u201cNusa Tenggara Timur juga terlibat dalam seluruh perjuangan memerdekakan Republik Indonesia. Kemerdekaan merupakan hasil kerjasama dan perjuangan<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3041,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[2],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.3 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kemerdekaan Merupakan Perjuangan Seluruh Anak Bangsa - NTTONLINE<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"http:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/2016\/12\/01\/kemerdekaan-merupakan-perjuangan-seluruh-anak-bangsa\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kemerdekaan Merupakan Perjuangan Seluruh Anak Bangsa - NTTONLINE\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kupang, NTTOnlinenow.com &#8211; \u201cNusa Tenggara Timur juga terlibat dalam seluruh perjuangan memerdekakan Republik Indonesia. Kemerdekaan merupakan hasil kerjasama dan perjuangan\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"http:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/2016\/12\/01\/kemerdekaan-merupakan-perjuangan-seluruh-anak-bangsa\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"NTTONLINE\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/alex.dimoe\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2016-12-01T02:24:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/Apel-Nusantara-NTT.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"445\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/\",\"name\":\"NTTONLINE\",\"description\":\"Pelopor Media Online Pertama Di NTT\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"http:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/2016\/12\/01\/kemerdekaan-merupakan-perjuangan-seluruh-anak-bangsa\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/Apel-Nusantara-NTT.jpg\",\"width\":800,\"height\":445},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/2016\/12\/01\/kemerdekaan-merupakan-perjuangan-seluruh-anak-bangsa\/#webpage\",\"url\":\"http:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/2016\/12\/01\/kemerdekaan-merupakan-perjuangan-seluruh-anak-bangsa\/\",\"name\":\"Kemerdekaan Merupakan Perjuangan Seluruh Anak Bangsa - NTTONLINE\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"http:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/2016\/12\/01\/kemerdekaan-merupakan-perjuangan-seluruh-anak-bangsa\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2016-12-01T02:24:49+00:00\",\"dateModified\":\"2016-12-01T02:24:49+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/#\/schema\/person\/7c35a5b2b0f2a4f822981b3273872be8\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"http:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/2016\/12\/01\/kemerdekaan-merupakan-perjuangan-seluruh-anak-bangsa\/\"]}]},{\"@type\":[\"Person\"],\"@id\":\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/#\/schema\/person\/7c35a5b2b0f2a4f822981b3273872be8\",\"name\":\"alex\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e146e9c2235067853d80a7f166b95e54?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"alex\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3040"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3040"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3040\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3042,"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3040\/revisions\/3042"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3041"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3040"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3040"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3040"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}