{"id":26856,"date":"2019-08-25T02:52:50","date_gmt":"2019-08-25T02:52:50","guid":{"rendered":"http:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/?p=26856"},"modified":"2019-08-25T02:52:50","modified_gmt":"2019-08-25T02:52:50","slug":"guru-harus-ubah-metode-mengajar-ke-pembelajaran-aktif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/2019\/08\/25\/guru-harus-ubah-metode-mengajar-ke-pembelajaran-aktif\/","title":{"rendered":"Guru Harus Ubah Metode Mengajar Ke Pembelajaran Aktif"},"content":{"rendered":"<p>Balikpapan, Kalimantan Timur, NTTOnlinenow.com &#8211; Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Mukiran, menyatakan bahwa pembelajaran di semua sekolah dasar di Balikpapan harus memakai metode pembelajaran aktif. Metode tersebut sangat penting diterapkan karena ke depan Indonesia harus menghadapi kompetisi global yang membutuhkan manusia-manusia yang memiliki ketrampilan berpikir tingkat tinggi, analitis, kritis dan kreatif.<\/p>\n<p>\u201cPembelajaran dengan model ceramah biasa hanya membuat para siswa mengingat, memahami, dan mengaplikasikan pelajaran. Ini pembelajaran model dahulu yang hanya berkutat bagaimana siswa memperoleh pengetahuan sebanyak-banyaknya. Karena sudah banyak tersedia fasilitas memperoleh pengetahuan secara mandiri, zaman sekarang siswa sudah harus lebih jauh pada tingkat memiliki ketrampilan menganalisis, mengevaluasi dan mengkreasi untuk pengembangan lebih jauh,\u201d ujarnya, 24 Agustus 2019.<\/p>\n<p>Untuk membuat siswa analitis, kritis dan kreatif semacam itu, skenario pembelajaran harus disusun sedemikian rupa dan secara sungguh-sungguh. Guru harus harus mampu membuat lembar kerja siswa yang mendorong siswa terus berpikir analitis, kritis dan pada akhirnya melahirkan suatu karya. \u201cDi Balikpapan ini, kemampuan guru dalam membuat lembar kerja siswa yang membuat siswa bisa berpikir kritis dan kreatif sangat perlu ditingkatkan. Lembar kerja sekarang bukan lagi yang menilai pengetahuan siswa, tapi yang mengarahkan siswa menjadi analitis terhadap masalah, terlatih menjadi problem solver dan kreatif,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Untuk menunjang hal tersebut, pertengahan Agustus kemarin, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan mendiseminasikan pelatihan pembelajaran aktif program PINTAR atau Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pendidikan. Program yang merupakan hasil kerjasama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kemenag Balikpapan dan Tanoto Foundation ini sebelumnya hanya untuk para pendidik di 24 sekolah, namun karena komitmen pemerintah kota Balikpapan untuk membuat pendidikan dasar semakin berkualitas, program pelatihan tersebut didiseminasikan ke 181 pendidik dari 39 sekolah dasar lainnya.<\/p>\n<p>Selama pelatihan tersebut, para peserta dilatih membuat pertanyaan-pertanyaan yang membuat siswa bisa lebih analitis, kritis dan kreatif. Mereka juga dilatih mengelola kelas yang mengarahkan siswa lebih aktif, mampu bekerjasama dalam tim dan percaya diri. Mereka juga langsung menerapkan hasil pelatihan dengan praktik mengajar.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan bekerjasama dengan LPMP Kaltim, menyelenggarakan diseminasi pelatihan dengan model yang hampir sama untuk 34 ketua KKG kota Balikpapan. \u201cKami berharap ketua-ketua Kelompok Kerja Guru yang mencakup semua kecamatan ini, melatihkan ke anggota-anggotanya. Dengan cara demikian, metode pembelajaran aktif semakin dikenali dengan lebih baik,\u201d ujar Triyuni Astuti, Kasi Kurikulum dan Pembelajaran Pendidikan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan.<\/p>\n<p><strong>Diseminasi Program PINTAR di Samarinda<br \/>\n<\/strong>Berkat motivasi dari dosen-dosen Universitas Mulawarman, empat sekolah dasar Katholik di Samarinda secara mandiri juga melakukan diseminasi pelatihan program pembelajaran aktif PINTAR. Empat sekolah tersebut adalah sekolah Dasar Katholik Asisi, SDK WR Supratman 1, 2 dan 3. Peserta berjumlah 50 orang.<\/p>\n<p>Metode pembelajaran aktif merupakan metode yang berdasarkan banyak penelitian telah terbukti berhasil meningkatkan daya serap siswa. Penelitian yang dilakukan oleh Hoellwarth &amp; Moelter (2011), menunjukkan bahwa mengubah cara mengajar pelajaran fisika dari model mengajar tradisional ke pembelajaran aktif akan meningkatkan daya serap siswa terhadap pelajaran sebanyak 38 persen. Awalnya daya serap siswa cuma 12 persen, setelah diterapkan pembelajaran aktif, daya serapnya menjadi 50 persen.<\/p>\n<p>Hasil tersebut diukur dengan menggunkan Force Concept Inventory yang merupakan standar baku pengukuran pembelajaran fisika. \u201cMengadopsi pembelajaran aktif program PINTAR akan meningkatkan kualitas siswa, baik dari segi daya serap dan karakternya. Pembelajaran aktif akan membuat mereka memiliki kecakapan sosial dan lebih percaya diri,\u201d ujar Prof. Dr. Makrina TIndengan, Guru Besar FKIP Universitas Mulawarman.<\/p>\n<p>Sandra Lakembe, Penanggung jawab utama program diseminasi dari Tanoto Foundation berharap pembelajaran aktif benar-benar konsisten dilakukan oleh para guru yang sudah dilatih. \u201cDengan konsistensi, guru akan semakin banyak belajar dari pengalaman-pengalaman. Menjadi guru fasilitator itu butuh pembiasaaan tiap hari,\u201d ujarnya.<\/p>\n<div id=\"32b991e5d77ad140559ffb95522992d0\"><\/div>\n<p><script async src=\"https:\/\/click.advertnative.com\/loading\/?handle=2600\" ><\/script><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Balikpapan, Kalimantan Timur, NTTOnlinenow.com &#8211; Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Mukiran, menyatakan bahwa pembelajaran<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":26857,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[5],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.3 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Guru Harus Ubah Metode Mengajar Ke Pembelajaran Aktif - NTTONLINE<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"http:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/2019\/08\/25\/guru-harus-ubah-metode-mengajar-ke-pembelajaran-aktif\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Guru Harus Ubah Metode Mengajar Ke Pembelajaran Aktif - NTTONLINE\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Balikpapan, Kalimantan Timur, NTTOnlinenow.com &#8211; Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Mukiran, menyatakan bahwa pembelajaran\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"http:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/2019\/08\/25\/guru-harus-ubah-metode-mengajar-ke-pembelajaran-aktif\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"NTTONLINE\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/alex.dimoe\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-08-25T02:52:50+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/desiminasipintarsamarinda.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"445\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/\",\"name\":\"NTTONLINE\",\"description\":\"Pelopor Media Online Pertama Di NTT\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"http:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/2019\/08\/25\/guru-harus-ubah-metode-mengajar-ke-pembelajaran-aktif\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/desiminasipintarsamarinda.jpg\",\"width\":800,\"height\":445},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/2019\/08\/25\/guru-harus-ubah-metode-mengajar-ke-pembelajaran-aktif\/#webpage\",\"url\":\"http:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/2019\/08\/25\/guru-harus-ubah-metode-mengajar-ke-pembelajaran-aktif\/\",\"name\":\"Guru Harus Ubah Metode Mengajar Ke Pembelajaran Aktif - NTTONLINE\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"http:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/2019\/08\/25\/guru-harus-ubah-metode-mengajar-ke-pembelajaran-aktif\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2019-08-25T02:52:50+00:00\",\"dateModified\":\"2019-08-25T02:52:50+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/#\/schema\/person\/7c35a5b2b0f2a4f822981b3273872be8\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"http:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/2019\/08\/25\/guru-harus-ubah-metode-mengajar-ke-pembelajaran-aktif\/\"]}]},{\"@type\":[\"Person\"],\"@id\":\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/#\/schema\/person\/7c35a5b2b0f2a4f822981b3273872be8\",\"name\":\"alex\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e146e9c2235067853d80a7f166b95e54?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"alex\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26856"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26856"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26856\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26859,"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26856\/revisions\/26859"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26857"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26856"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26856"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.nttonlinenow.com\/new-2016\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26856"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}