Gubernur Viktor Laiskodat Tinjau Warga Pengungsi di GMIT Motamaro

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Gubernur NTT, Viktor B. Laiskidat kunjungi 386 warga masyarakat terdampak bencana banjir di desa Tasain yang mengungsi sementara di GMIT Motamaru Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, NTT wilayah Timor Barat perbatasan RI-RDTL.

Kunjungan Gubernur Viktor Laiskodat, Rabu (7/4/2021) ke Belu usai mengunjungi korban badai Seroja di wilayah Malaka, Kabupaten Malaka yang terdampak banjir pasca diguyur hujan deras pada pekan lalu.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Wakil Bupati Belu terpilih Alo Hale Serens, penjabat Sekda Belu Frans Manafe, Kapolres Belu, Kajari Belu serta Dansatgas 742/SWY.

Gubernur VBL disela-sela melihat kondisi korban meminta Plt Kadis kesehatan Belu, Theresia M Saik untuk memeriksa dan memastikan tidak ada anak kecil yang sakit ma akibat banjir tersebut.

Dihadapan Penjabat Bupati Belu, Zakarias Moruk, diminta agar rumah 7 rumah yang hanyut terbawa banjir sudah bisa dibangun kembali atau belum.

Menyikapi hal itu, Penjabat bupati Zakarias Moruk menyampaikan bahwa sudah disiapkan bahan materialnya untuk dibangun kembali. Lalu gubernur VBL meminta agar jangan terlalu lama supaya warga bisa kembali ke rumah mereka.

Sedangkan jalan provinsi, jalan negara, irigasi Bendungan Maubusa dan jembatan Builalu, yang nyaris putus di Belu gubernur VBL, meminta Penjabat Bupati Belu untuk membuat laporan tertulis saja bersama dinas PUPR supaya segera ada penanganan.

Kaban Keuangan ini juga menambahkan saat ini Pemkab Belu juga sedang mendata lahan masyarakat yang terdapak banjir seperti sawah 50 Ha di Fatuketi, yang terendam air dan pasir setinggi 1 meter. Selain itu, irigasi Bendungan Maubusa kecamatan Raihat juga terendam 50 Ha. Ini harus didata supaya mengetahui berapa kerugian masyarakat karena lahan sawah milik masyarakat sudah mau panen tapi sudah rusak begini maka tidak bisa”, tandas Zakarias.

Khusus irigasi Maubusa harus diperbaiki segera oleh provinsi karena terdapat 575 Ha sawah. Selain itu, lahan tersebut sedang dipersiapkan untuk musim tanam kedua pada bulan Mei-September.

Terkait kerugian negara akibat badai Seroja, Pemkab Belu sedang memilah mana yang menjadi kewenangan APBN, APBD Provinsi
dan APBD kabupaten khususnya untuk perbaikan jalan dan jembatan.

Kepala Desa Tasain, Amandus Koamesa mmenuturkan, korban bencana banjir di desannya menyebabkan 105 KK harus mengungsi ke GMIT Motamaru dan hanya membawa baju di badan. Karena air meluap pada tengah malam sehingga masyarakat lari menyelamatkan diri saja.

“Sebenarnya total pengungsi ada 140 KK atau 522 jiwa. Hanya sebagian masyarakat ditampung di Paroki Nurobo wilayah Malaka, karena rumah masyarakat Motamaru bagian atas lebih dekat paroki tersebut,” jelas Amandus.

Lanjut dia, terdapat 7 unit rumah hanyut terbawa banjir, 9 unit rumah rusak ratah tanah, semua peralatan dapur, pakaian dari 522 jiwa hanyut terbawa banjir. Sehingga total kerugian yang dialami masyarakat lebih dari Rp 1 miliar.

“Bantuan saat ini berupa sembako dan pakaian dari Dansatgas 742 SYW. Bantuan Sembako datang dari Pemerintah kabupaten Belu, GMIT Klasis Belu, dan perorangan. Sehingga untuk makan minum masyarakat Tasain yang mengungsi terjamin dan masyarakat makan sehari 3 kali,” ujar Amandus.