4 Terdakwa ‘Muki Bersaudara’ Dituntut Pidana Penjara 7 Bulan, Kasus Penganiayaan Anak Rai dan Irna

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara (Kejari TTU) menjatuhkan tuntutan 7 bulan penjara terhadap empat Terdakwa Penganiayaan anak mantan Bupati TTU, Raimundus Sau Fernandes dan Kristiana Muki.

Tuntutan JPU Kejari TTU, Achmad Fauzi, S.H yang dibacakan dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Kefamenanu, Selasa (3/10/2023), yakni Pertama, Menyatakan Terdakwa satu Hermannoldus Muki alias Herman, Terdakwa dua Yosef Muki alias Ose, Terdakwa tiga Willyfridus Muki alias Fridus, Terdakwa empat Petrus Muki alias Petrus, dengan sengaja, dengan terang – terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang, yaitu Saksi Korban I, Ignasiao Marco Fernandez alias Marko dan Saksi Korban II, Agustinho Mariano Fernandez alias Mariano sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam dakwaan KE SATU yaitu dalam Pasal 170 (ayat 1) KUHP.

Kedua, “Menjatuhkan Pidana terhadap Terdakwa satu Hermannoldus Muki alias Herman, Terdakwa dua Yosef Muki alias Ose, Terdakwa tiga Willyfridus Muki alias Fridus, Terdakwa empat Petrus Muki alias Petrus, dengan Pidana Penjara selama 7 (tujuh )bulan, dikurangi selama Para Terdakwa berada dalam tahanan, dengan perintah supaya Para Terdakwa tetap ditahan”, kata JPU dalam Surat Tuntutan yang dibacakan.

Ketiga, Menetapkan Barang Bukti (BB)1 buah meja belajar berwarna merah muda, berbahan kayu, dengan panjang kurang lebih 60 cm dan lebar 30 cm. Pada meja terdapat lubang berbentuk bulat dan berbentuk cabang, pada kaki meja dengan ketinggian 10 cm dan terbuat dari besi.

“Barang Bukti dirampas untuk dimusnahkan”, tegas JPU.

Keempat, Menetapkan Terdakwa satu Hermannoldus Muki alias Herman, Terdakwa dua Yosef Muki alias Ose, Terdakwa tiga Willyfridus Muki alias Fridus, Terdakwa empat Petrus Muki alias Petrus, untuk membayar biaya perkara sebesar Rp.5000,- (lima ribu rupiah).

“Biaya perkara sebesar Rp.5000,- ditanggung Para Terdakwa”, kata JPU.

Hal – hal lainnya yang menjadi pertimbangan JPU dalam mengajukan Tuntutan Pidana, yakni hal – hal yang memberatkan dan hal – hal yang meringankan.

“Hal – hal yang memberatkan, perbuatan Para Terdakwa bertentangan dengan ketentraman yang hidup dalam masyarakat dan Para Saksi Korban mengalami luka dan menyebabkan meninggal dunia”, kata Achmad Fauzi.

Sedangkan hal – hal yang meringankan, “Para Terdakwa belum pernah dihukum dan Kooperatif selama persidangan”, pungkas Achmad Fauzi.

Keempat Terdakwa sempat ditawarkan Ketua Mejelis Hakim (KMH), untuk menanggapi Tuntutan JPU.

Keempat Terdakwa menyerahkan sepenuhnya kepada Penasihat Hukum, Silverius Rivandi Baria, S.H dari Posbakum Pengadilan Negeri Kefamenanu.

Pantauan wartawan, sidang yang dipimpin Charni Wati Ratu Mana, SH, MH, bersama dua hakim anggota lainnya, Eka Rizky Permana SH, MH dan Pahala Yudha Anugraha, SH berjalan aman dengan tertib.

Foto : Empat Terdakwa, ipar Raimundus Fernandes menjalani sidang Tuntutan di Pengadilan Negeri Kefamenanu.