Presiden Jokowi Tinjau Revitalisasi TMII, Salah Satu Lokasi Jamuan KTT G20

Bagikan Artikel ini

Laporan Frans Watu
Jakarta, NTTOnlinenow.com – Menjelang pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang akan digelar pada Oktober mendatang, Kementrian PUPR tengah melaksanakan renovasi infrastruktur serta sarana prasarana di Kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

TMII direncanakan sebagai salah satu lokasi jamuan makan G20.Selain merenovasi Kawasan TMII, Presiden juga telah menugaskan Menteri PUPR untuk menata inftastruktur pendukung KTT G20 lainnya, termasuk di Bali, Mandalika, dan persiapan ASEAN Summit di Tana Mori Labuan Bajo. Peugasan tersebut tertuang dalam Perpres nomor 116 tahun 2021.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono yang menyebutkan, tujuan utama renovasi adalah untuk meningkatkan pelayanan TMII sebagai destinasi wisata masyarakat lahir sejak 1970-an. Diketahui, berada di kawasan Jakarta Timur, TMII dibangun pada 1972 dan diresmikan pada 20 April 1975.

Sebagai salah satu ikon wisata Indonesia yang legendaris, TMII yang berdiri di atas tanah seluas 150 hektare itu menjadi potret kehidupan seni dan budaya bangsa. Di anjungan-anjungan yang ada di sana, tak hanya ditampilkan aneka busana dan tarian adat yang ada di Indonesia. Melainkan juga tradisi daerah yang kerap ada dalam kehidupan sehari-hari warga bangsa.

“Kami mulai renovasi atas perintah Presiden Jokowi untuk menjadikan TMII sebagai destinasi wisata yang lebih aman, nyaman, dan sehat,” kata Menteri Basuki.

Arahan presiden antara lain agar TMII lebih tampak kian hijau dan asri. Menteri Basuki juga menyebutkan, salah satu perbaikan yang tengah dilakukan adalah penataan lanskap pulau-pulau di Danau Archipelago. Anjungan provinsi yang sebelumnya terkotak-kotak dengan pagar besi beton, sekarang menjadi menyatu tanpa sekat antaranjungan dengan lanskap hijau yang baik.

Penataan TMII dimulai dari area gerbang utama, renovasi joglo Sasono Utomo, Sasono Langgeng Budoyo, dan Sasono Adiguno. Kemudian, renovasi area museum yang meliputi Museum Theater Garuda, Museum Telkom, dan Museum Keong Mas. Juga dilakukan penataan lanskap pedestrian anjungan, viewing tower, Kaca Benggala, dan pembangunan community center.

Proporsi ruang terbuka hijau dengan bangunan, yang dulu 70 banding 30 persen, sekarang dibalik. Sebanyak 70 persen dari kawasan akan menjadi areal hijau dan 30 persen lainnya berupa bangunan. Seluruh pekerjaan renovasi Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta Timur ditargetkan selesai pada akhir Juli 2022.

Selain itu, dilakukan pula penataan lanskap pulau-pulau di Danau Archipelago, outer ring TMII, yang meliputi penataan halte, area parkir, serta gedung pengelola. Serta dibangun gedung parkir bertingkat.

Perlu diketahui, terhitung sejak 1 April 2021 dan berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 19 tahun 2021 pengelolaan TMII diambil alih oleh pemerintah dari Yayasan Harapan Kita dan pengelolaannya diserahkan kepada PT Taman Wisata Candi (TWC). TWC merupakan BUMN yang selama ini dipercaya mengelola Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Ratu Boko.

Berkenaan dengan revitalisasi TMII, Selasa (23/8/2022), Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, Melakukan kunjungan ke Taman Mini “Indonesia Indah”. Kunjungan ini dalam rangka menghadiri acara Kadin Se- Indonesia serta meninjau proyek revitalisasi TMII yang telah mencapai 98% dan ditargetkan rampung akhir bulan ini.

Presiden RI Joko Widodo tiba di panggung budaya disambut oleh Menteri Sekretaris Negara, Menteri PUPR, Dirjen Cipta Karya, Direktur SDM dan Digital PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) dan Direktur Utama TWC.

Rombongan kemudian menuju Anjungan Riau menggunakan golf car dan disambut oleh Ketua Umum Kadin bersama Kepala Anjungan Riau. Dilanjutkan dengan penanaman pohon tabebuya di depan gedung pengelola TMII dan diakhiri melihat persiapan side event G20 di Keong Emas.