Tentara Pejuang dan Berjiwa Sapta Marga Dan Sumpah Prajurit

Bagikan Artikel ini

Oleh Tulu Christian Lescrow Bengngu
Setiap Prajurit TNI tentu harus menghafal Sumpah Peajurit, Sapta Marga dan 8 Wajib TNI. Lalu bagaimana kita bisa melihat ciri-ciri TNI yang Berjiwa Sapta Marga dan Memegang Teguh Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI. Ada ungkapan mengatakakan Sifat dan seseorang tergantung pada apa yang dipahami bahkan apa yang dimengerti dalam memahami makna hidupnya. Menjadi seorang Tentara Sejati dituntut untuk memahami atau mengerti siapa diri nya. Atau dengan kata lain Seorang anggota TNI harus memahami jati dirinya yang sebenarnya. Lalu apa jati diri dari seorang anggota TNI ? . Jati diri seorang anggota TNI ialah mengutamakan kepentingan Nasional diatas segalanya .

Ini berarti Seorang Prajurit TNI dari pangkat Prajuritdua sampai Dengan Perwira tinggi harus berdiri diatas semua golongan dan agama atau dalam bahasa umumnya dia harus netral dan berlaku adil terhadap semua rakyat Indonesia serta tidak berat sebelah bahkan tidak condong ke golongan tertentu. Serta berlaku adil dalam melaksanakan pengabdian kepada Bangsa dan Negara. Siapapun yang menjadi Prajurit TNI selalu memegang teguh prinsip hidup yaitu Sapta Marga . Sumpah Prajurit dan 8 wajib TNI. Seseorang Prajurit TNI Sejati adalah Prajurit yang memegang teguh ke 3 Prinsip Hidup tersebut . Dengan demikian barulah dia dikatakan Prajurit Sejati.

Dan seorang Prajurit sejati dapat dilihat dari Cara hidupnya atau dengan kata lain Seorang Prajurit akan dilihat apakah dia prajurit sejati atau tidak akan dilihat dari buah karya yang dihasilkan dalam pengabdian mereka. Apabila Prajurit tersebut berintegritas dan memegang prinsip maka akan menghasilkan buah karya yang baik dan bermanfaat bagi rakyat disekitar dia bertugas.

Tidak mudah menjadi seorang anggota TNI Selalu mengalami seleksi dalam masa pengabdiannya dan Seleksi yang sangat ketat tersebut memang tidak mudah tetapi itu yang harus dijalani sampai akhir masa purna dinasnya.
Ada sebagian orang menganggap menjadi Anggota TNI adalah sangat mudah. Itu anggapan yang sangat salah. Karena menjadi anggota TNI harus bisa mengesampingkan ego maupun kepentingan pribadi atau golongan. Harus bisa berdiri netral serta tidak memihak kepada golongan apalagi kepada kepentingan Politik.

Sangatlah beda dengan orang biasa. Seorang anggota TNI harus berpikir cepat dan bertindak cepat dan tidak mudah terpengaruh kepada politik atau golongan. Serta harus peka kepada Kesulitan rakyat serta ringan tangan untuk mengatasi kesulitan rakyat karena itu sudah terpatri didalam 3 Prinsip hidup atau pegangan hidup seorang Prajurit TNI yaitu Sapta Marga . Sumpah Prajurit dan 8h Wajib TNI. Sehingga karakter yang memegang 3 prinsip hidup itu akan berdampak apabila melihat kesulitan rakyat. Pembuktian dari Buah prajurit sejati sangat beda karena mereka tidak hanya mementingkan diri sendiri dan selalu mengedepankan mengatasi kesulitan rakyat dari pada kepentingan pribadi maupun golongan.

Banyak hal terbaik yang telah dilakukan oleh Prajurit TNI dan diakui secara Internasional maupun skala Nasional yang telah dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia yaitu dahulu dengan adanya ABRI Masuk Desa yang sekarang disebut TMMD. Bahkan pada saat bencana terjadi TNI selalu berada digarda paling depan dengan segala kemampuannya tanpa diperintah dan tanpa dibayar mereka berusaha keras menanggulangi kesulitan yang dihadapi rakyatnya. Bahkan pada saat adanya kekeringan dan rakyat sulit mendapatkan air bersih TNI AD dengan sigap dan tanggap serta cepat mengadakan air bersih bagi masyarakat.

Bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat maupun Nusa Tenggara Timur serta Bali sangat merasakan kehadiran TNI AD. Apalagi dengan penuh Cinta Kasih Pangdam IX Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak bersama seluruh Dan Rem dan Dandim diwilayah Kodam IX Udayana melancarkan operasi kemanusia dari penanggulangan Bencana Covid 19 Sampai dengan Penanggulangan Bencana alam serta bencana kekeringan yang terjadi di NTB maupun NTT. Itu semua dapat terjadi karena Seorang Panglima Kodam IX Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjutak bekerja dengan hati dan menaburkan Cinta kasih kepada Rakyat Di Bali . NTB Dan NTT. Kenapa saya katakan demikian karena kita bisa lihat karya karyanya selama ini . Beliau tidak mementingkan diri sendiri tetapi Beliau lebih mementingkan kepentingan orang banyak atau rakyat Banyak. Pola kepemimpinan yang berdasar kepada Tentara Pejuang yang berjiwa Saptamarga serta Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI . Inilah yang perlu di apresiasi oleh rakyat Indonesia.

Karena Mayjen TNI Maruli Simanjuntak selaku Panglima Kodam IX Udayana tidak hanya bicara atau tidak hanya sekedar Wacana dari Belakang meja . Tetapi mau terjun langsung kelapangan mau langsung kepedalaman dari mulai Bali . NTB dan NTT. Keteladanan Seorang Mayjen TNI Maruli Simanjuntak ini perlu diteladani oleh kita semua termasuk para pejabat pejabat Pemda.

Mayjen TNI Maruli Simanjuntak tidak hanya duduk diam di Markas Kodam IX Udayana tetapi mau mengatasi kesulitan rakyat kecil sampai ke pelosok . Kalau dilihat dari Jabatan yang diembannya Sebagai Panglima Kodam mungkin akan mudah memerintahkan kepada Para Komandan Korem dan Komandan Kodim di wilayah Kodam IX Udayana. Tetapi hal itu tidak dilakukan oleh Seorang Mayjen TNI Maruli Simanjuntak. Baginya suatu kepuasan apabila melihat langsung kesulitan yang dihadapi rakyat dan membantu rakyat yang mengalami kesulitan tersebut sehingga rakyat menjadi tertawa bahagia . Suatu inspirasi Kepemimpinan yang spektakuler dan berintegritas sehingga tidak hanya mengurus Militer tetapi mau melihat penderitaan rakyat di Bali. NTB . dan NTT.

Kita dukung doa agar Mayjen TNI Maruli Simanjuntak bersama Keluarga Selalu sehat. Dan Tetap selalu mencurahkan Cinta Kasih kepada Rakyat Bali . NTB dan NTT

Penulis :
Pembina Media On Line Indonesia NTT.
Drs. Tulu Christian Lescrow Bengngu. STh. MM.
Pengamat Politik dan Sosial Masyarakat