Tokoh Muda NTT Ardy Mbalembout Dan Benny K.Harman Masuk Jajaran Pengurus Inti Demokrat

Bagikan Artikel ini

Laporan Frans Watu
Jakarta, NTTOnlinenow.com – Ketua Umum Parta Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengumumkan jajaran kepengurusan PD periode 2020-2025. Tepat sebulan setelah AHY secara aklamasi ditunjuk sebagai Ketua Umum.

Sederetan nama yang selama ini turut berperan membesarkan Partai besutan SBY seperti Benny K. Harman, Edhi Baskhoro Yudhoyono, Vera Febyanthy Rumangkang, Jansen Sitindaon, Imelda Sari hingga tokoh muda NTT MM.Ardy Mbalembout masuk dalam gerbong kepengurusan mendampingi duet Ketum dan Sekjen Agus Harimurti Yudhoyono dan H.Teuku Riefky Harsya.

Ada sejumlah perubahan dalam struktur PD kali ini, jumlah Departemen menjadi lebih ramping dari 65 menjadi 11. Pengurus Harian berjumlah 100 orang yang terdiri dari eselon pimpinan, eselon pembantu pimpinan dan eselon pelaksana. Pos ini sebagaian besar diisi oleh anggota DPR RI dan kader yang sudah membuktikan loyalitasnya.

“Hari ini saya menerbitkan dua Surat Keputusan Ketua Umum, baik untuk Pengurus Harian sejumlah 100 orang, maupun Pengurus Pleno sejumlah 200 orang. Sehingga secara rinci, masing-masing kader Demokrat bisa melihat nama pengurus pada posisi masing-masing dalam Surat Keputusan Ketua Umum tersebut,”tegas AHY.

Pengumuman ini disampaikan AHY diujung batas waktu yang diamantkan Kongres. Hal ini lantaran AHY ingin memastikan dengan cermat, tepat, adil dan bijaksana, tentang rancang bangun organisasi PD yang adaptif sesuai kebutuhan dan tantangan tugas saat ini dan lima tahun mendatang, serta orang-orang yang tepat untuk menduduki posisi-posisi yang ada.

Bertema Harapan Rakyat, Perjuangan Demokrat, AHY menyebutkan tantangan PD lima tahun ke depan tidak ringan. Berkaca dari Pemilu lima tahun lalu, suara Partai mengalami penurunan, meskipun pada Pemilu 2019 yang lalu memperoleh suara dua kali lipat dari perkiraan beberapa lembaga survey terpercaya. Oleh karena itu, kembali memenangkan Pemilu lima tahun mendatang akan menjadi tantangan dalam perjuangan PD.

Untuk itu dalam menentukan kepengurusan dalam kepemimpinannya AHY tidak mau terburu-buru. “Setiap hari, saya terus mempelajari organisasi dan orang per orang, satu per satu. Saya baca curriculum vitaenya, saya pelajari kelebihan dan kekurangnya, setiap hari, hingga larut malam, bahkan kadang hingga pukul 3 dan 4 pagi”, lanjut AHY.

Dari sejumlah nama ada 2 putra NTT yang duduk dijajaran inti gerbong AHY. Dr.Benny K.Harman,SH,MH kader senior yang selama ini menunjukakan loyalitasnya kepada SBY, dipercaya sebagai salah satu Wakil Ketua Umum. Sedangkan MM.Ardy Mbalembout,SH,MH,CLA tokoh muda yang selama ini dekat dan loyal terhadap AHY dipercaya menjabat Ketua Badan Hukum dan Pengamanan Partai. The right man on the right place, kedua kader NTT ini akan mengawal pos yang berhubungan dengan latar belakang mereka sebagai praktisi hukum. Tugas berat akan berada dipundak Ardy, praktisi hukum yang dibesarkan di lingkunagn yang keras diharapkan dapat menjaga marwah dan ketertiban organisasi.

“ini artinya Pak SBY dan AHY punya kepercayaan terhadap kita anak daerah agar dapat memberi warna baru, mampu memberikan kontribusi bagi PD ke depan sehingga PD mendapat tempat di hati masyarakat Indonesia. Untuk itu saya akan mengaktifkan Lembaga Bantuan Hukum Partai di setiap Kabupaten/ Kota untuk membantu mengadvokasi masyarakat yang tidak mampu sehingga program prorakyat Partai bisa berjalan dan tetap kritis terhadap pemerintah sehingga pembangunan ini bisa dinikmati oleh seleruh bangsa Indonesia tanpa membedakan suku, golongan atau partai politik: tegas Ardy.

Lanjut Ardy penunjukan dirinya bisa menjadi motivasi bagi generasi muda NTT untuk terus berkiprah dikancah nasional. Saya berharap generasi muda NTT bisa banyak belajar dari para senior seperti Benny K.Harman, Jefry Riwu Kore, Viktor Laiskodat, Yosef Nai Soi, Melkhias Mekeng, Herman Heri dan masih banyak lagi yang lain. Jangan lihat mereka sekarang tapi lihat bagaiman perjuangan mereka hingga menempati jabatan penting di Partai mereka, lanjut mantan Ketua Umum Forum Pemuda Kupang Jakarta.