YCAB dan Microsoft Siapkan Generasi Muda Bermutu di Era Digital

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Yayasan Cinta Anak Bangsa Foundation bekerjasama dengan Microsoft Indonesia menggelar diskusi mendalam terkait ketenagakerjaan dengan menggandeng pemerintah, perusahaan dan lembaga pendidikan setempat untuk mempersiapkan generasi muda yang bermutu di era digital.

Diskusi mendalam bertajuk “Gali Potensi untuk Masa Depan NTT, Indonesia, dan Dunia” digelar di Kupang pada Senin, (28/5/2018).

Acara ini dihadiri oleh lebih dari 40 perusahaan lokal, dan sejumlah narasumber, yakni Kabid Informasi Pasar Kerja, Pembinaan lembaga Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Provinsi NTT, Samuel Adu, Ketua PWI Kupang Ferry Jahang, Head of Program and Impact YCAB Foundation Boyke Dimas Kristian.

Samuel Adu dalam sambutannya saat membuka kegiatan tersebut menjelasakan, Badan Pusat Statistik mencatat bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) provinsi NTT pada Februari 2018 mencapai 2,98 persen sejumlah 76,300 orang, turun 0,23 poin dibandingkan Februari 2017 sebesar 3,21 persen sejumlah 80,200 orang.

“Meski demikian, tingkat pengangguran di provinsi ini menjadi salah satu tertinggi di Indonesia. Kerena itu, program Microsoft kerja sama dengan YCAB Foundation mudah-mudahan menjadi jawaban terhadap persoalan ketenagakerjaan di NTT,” ujar Samuel Adu.

Education Lead Microsoft Indonesia, Benny Kusuma menjelaskan, program ini merupakan kegiatan kedua yang dilaksanakan di NTT pada tahun 2018, merupakan bagian dari program global “Microsoft Digital Skills”. Program ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan digital peserta didik di Kupang dan NTT, sehingga pada akhirnya diharapkan dapat membantu lndonesia dalam mempersiapkan generasi muda yang memiliki keahlian khusus dan dapat mengurangi angka pengangguran.

“Seluruh kegiatan ini menjadi bagian dari inisiatif global Microsoft melalui rangkaian program dan kegiatan yang dijalankan bersama YCAB,” jelasnya.

Benny berharap, kegiatan tersebut tidak hanya akan merangkul generasi muda, namun juga dapat merangkul pihak sekolah dan guru, untuk sadar akan pentingnya kemampuan digital dalam mempersiapkan generasi muda yang lebih siap. “Dengan demikian, seluruh elemen akan mampu bersama-sama membangun fondasi untuk Nusa Tenggara Timur yang lebih baik,” ujarnya.

Dia mengemukakan, dengan adanya pembekalan kemampuan digital, nantinya para generasi muda penerus bangsa juga akan berkontribusi dalam mendukung agenda nasional “Making Indonesia 4.0” masuk ke dalam jajaran sepuluh besar ekonomi global pada tahun 2030.

“Presiden Joko widodo sangat antusias dengan roadmap strategi implementasi Revolusi Industri 4.0 dan optimis bahwa transformasi di Indonesia akan mengarah kepada pembukaan banyak lapangan pekerjaan,” paparnya.

Head of Program and Impact YCAB Foundation, Boyke Dimas Kristian mengemukakan, tingkat pengangguran di lndonesia didominasi oleh lulusan SMA (8.29%) dan SMK (11,41%) dari tingkat pengangguran total di Indonesia yang mencapai 5.5% (BPS, Agustus 2017).

“Indonesia juga memiliki masalah pengangguran dan periode pencarian kerja yang lama bagi lulusan muda,” ungkapnya.

Hal ini, menurut dia, disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain ketidakcocokan keterampilan dengan permintaan pasar, sistem informasi pasar tenaga kerja yang belum berfungsi baik, dan belum ada transformasi struktural yang cukup untuk menyerap ketersediaan tenaga kerja.

“Misi YCAB Foundation adalah untuk memberikan akses terhadap pendidikan kepada anak, salah satunya melalui teknologi. Oleh karena itu, kami merasa perlu partisipasi berbagai pihak untuk mempersiapkan ekosistem yang mendukung anak muda di NTT agar bisa new pada kemandirian,” ujar Dimas.

Dia berharap, sesi diskusi mendalam ini mampu menyatukan pandangan berbagai pemangku kepentingan di Kupang agar bisa memberikan kontribusi demi peningkatan angka penyerapan tenaga kerja. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat merangkum tantangan yang dihadapi para pemangku kepentingan saat berhadapan dengan lulusan SMA/SMK di Kupang, sehingga tercipta pemahaman yang harmonis dari berbagai sektor yang terlibat.

Dia menambahkan, program “Gali Potensi untuk Masa Depan NTT, Indonesia, dan Dunia” merupakan bentuk kelanjutan dari komitmen YCAB Foundation dan Microsoft untuk anak muda Indonesia dan dunia yang berada di bawah payung Microsoft YouthSpark. Sejak tahun 2013, YouthSpark telah diadakan di berbagai kota antara lain Jakarta, Jambi, dan Yogyakarta.

“Program YouthSpark fokus untuk mempersiapkan angkatan muda Indonesia dengan keterampilan digital yang akan bermanfaat saat mereka memasuki dunia kerja atau wirausaha,” tandasnya.