Bea Cukai Sidik Kasus Moge, SPDP Telah Dikirim ke Jaksa

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Kasus 25 peti berisi motor gede (moge) jenis Harley Davidson yang diselundupkan dari negara Timor Leste sedang ditangani pihak Bea Cukai.

Saat ini penanganan kasus tersebut telah memasuki tahap penyidikan dan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) telah di kirim ke Kejaksaan Negeri Belu beberapa waktu lalu.

“Untuk kasus Moge sendiri saat ini masih dalam penyidikan dan SPDP sudah di kirim ke Kejaksaan,” ujar Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Pratama B Atambua, Tribuana Wetangtera saat ditemui media di ruang kerjanya, Jumat (23/03/2018).

Dikatakan, proses penyidikan kasus moge Harley Davidson sementara ditangani langsung oleh penyidik Kantor Pusat. Sehingga tidak diketahui hasil prosesnya seperti apa.

“Kami sendiri lakukan penyidikan. Saya tidak bisa kasih detail kapan prosesnya selesai dan hasil seperti apa, karena itu ditangani Kanwil Bali Nusra dan Kantor Pusat,” ujar Tribuana.

Disebutkan bahwa, kurang lebih sekitar 20 unit sepeda motor gede Harley Davidson dari hasil jumlah sparepath yang terisi di dalam 25 peti yang telah ditahan. Barang bukti itu impor dari luar negeri masuk melalui pintu batas Mota’ain.

“Kita juga sudah hadirkan saksi ahli moge yakni Kepala Divisi Harley Davidson sudah kita datangkan,” terang Tribuana.

Jelas Tribuana, pihaknya komitmen akan tuntaskan kasus moge tersebut. Sistem Bea Cukai, apabila telah ada SPDP maka akan dituntaskan, karena apabila tidak tuntas maka kinerja kerja akan disoroti.

“Kalau ngak tuntas maka kinerja kami dinilai tidak baik,” kata dia.

Lanjut Tribuana, pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan Jaksa juga. Bea Cukai juga ada standar dalam penyidikan, dan beberapa saksi sudah diundang. Team leadernya mereka di pusat kita di daerah sebatas sporting.

“Kita ada gerakan dan intinya tuntaskan kasus moge. Sementara masih dalam proses penyidikan, kemungkinan bisa selesai cepat atau lambat dan itu butuh waktu,” ucap dia.

Saat ditanyai soal pemilik barang milyaran itu, jelas Tribuana belum ada pihak lain yang mengaku sebagai pemilik barang tersebut pasca diamankan Oktober tahun lalu.

“Sampai sekarang belum ada pemilik. Yang pastinya barang itu impor, bukan diproduksi di Indonesia,” terang Tribuana.