Idul Adha, Masjid Al Muawwanah Polda NTT Sembelih 38 Hewan Kurban

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Perayaan Idul Adha 1438 Hijriyah yang jatuh pada tanggal 1 September 2017, Panitia Kurban Masjid Al Muawwanah Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) memotong 38 hewan kurban dengan rincian 30 kambing dan 8 sapi.

Ketua Panitia Kurban, Kombes Pol Teguh mengatakan, hewan kurban yang disembelih adalah sumbangan dari jamaah Masjid Al Muawwanah Polda NTT. Termasuk Kapolda NTT, Irjen Pol Agung Sabar Santoso dan Irwasda Polda NTT, Kombes Pol Nofi Ermansyah turut menyumbang masing- masing satu ekor sapi.

“Pembagian daging hewan kurban ini diberikan kepada jemaah kurang mampu di sembilan masjid di sekitar Polda NTT, penghuni asrama Mapolda NTT dan masyarakat pengunjung sekitarnya. Setiap penerima mendapat satu kilogram daging kurban,” kata Teguh dalam laporannya.

Kepala Bidang Keuangan Polda NTT ini menyampaikan, pelaksanaan hari raya Idul Adha 1438 H di lingkungan Polda NTT mengambil tema “Dengan Nilai Ibadah Kurban, Kita Tanamkan Semangat dan Ketulusan Guna Mewujudkan Polri yang Profesional, Modern dan Terpercaya”.

“Sebelum dilakukan pemotongan hewan kurban, terlebih dahulu dilaksanakan salat id pada pukul 06.15 Wita, di lapangan upacara Mapolda NTT yang diikuti oleh umat islam Kota Kupang, khususnya jemaah dari 9 masjid di sekitar Polda NTT. Bertindak sebagai imam yakni Haji Ramli dan Haji Mustafa bin Abdulrahman sebagai khotib,” tandasnya.

Kapolda NTT, Irjen Pol Agung Sabar Santoso dalam sambutannya yang dibacakan Wakapolda NTT, Victor Gustaaf Manoppo mengatakan, dalam suasana hari Idul Adha yang berbahagia ini, sebagai umat beriman kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, merupakan makhluk terbaik yang diciptakan-Nya di muka bumi ini, harus dihargai dan dihormati hak dan kewajiban serta martabatnya.

Baca juga : Ribuan Umat Muslim di Belu Shalat Idul Adha di Lapangan Umum

“Karena kita menyadari bahwa manusia diciptakan sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan antara satu dengan yang lain, dan tidak ada satu manusia yang dapat hidup secara individual atau sendiri- sendiri,” katanya.

Dia mengatakan, ibadah kurban yang diselenggarakan ini mengandung nilai kemanusiaan dan nilai sosial. Karenanya, lewat ajaran kurban umat Islam akan menemukan jati dirinya sebagai umat yang memiliki kepedulian sosial terhadap sesama, diwujudkan dalam bentuk berkorban. Juga menunjukan solidaritas dan berkeprihatinan terhadap sesama umat dengan memberikan bantuan material, tenaga dan iringan doa serta keikhlasan terhadap sesama manusia

“Pada hari ini, kaum muslimin selain dianjurkan melakukan salat sunah dua rakaat, juga dianjurkan untuk menyembelih hewan kurban bagi yang mampu,” katanya.

Pada dasarnya, lanjut dia, penyembelihan hewan kurban ini mengandung dua nilai kesalehan, yaitu kesalehan ritual dan kesalehan sosial. Dimana dengan kesalehan ritual berarti dengan berkurban, artinya telah melaksanakan perintah Tuhan. Sedangkan kesalehan sosial yang berarti, mempunyai dimensi berkorban terhadap sesama manusia.

“Dari sini kita mendapat pelajaran, bahwa Tuhan sangat menghargai kemanusiaan sehingga mengharamkan segala bentuk tirani, manipulasi, diskriminasi dan kriminalisasi,” tandasnya.

Pada kesempatan itu, Kapolda juga menekankan kepada seluruh anggota Polda NTT agar senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, bekerja dengan ikhlas, rela berkorban, patuh dan bertanggungjawab atas apa yang telah diperbuat, baik terhadap masyarakat maupun organisasi polri. Selain itu, tingkatkan soliditas dan solidaritas sesama anggota polri dan masyarakat NTT, demi terwujudnya situasi kamtibmas yang kondusif.