Mantan Kades Dilantik Jadi Anggota DPRD NTT

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Umbu Hiya Hamataki, kepala desa aktif di Desa Tanaraing, Kecamatan Rindi, Kabupaten Sumba Timur meninggalkan jabatannya dan dilantik menjadi anggota DPRD NTT dari Fraksi Partai Demokrat antar waktu sisa masa jabatan 2014- 2019 menggantikan almarhum Jonathan Kana.

Pengucapan sumpah/janji Umbu Hiya Hamataki ini berlangsung dalam sidang paripurna istimewa DPRD NTT di ruang sidang utama, Senin (8/5/2017).

Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno dalam pidatonya mengatakan, Umbu Hiya menggantikan almarhum (Alm.) Jonathan Kana yang meninggal dunia saat melaksanakan tugas sebagai abdi masyarakat di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur pada 1 Juli 2016.

“Atas nama pimpinan dan seluruh anggota dewan, saya menyampaikan apresiasi, kebanggaan dan penghargaan atas pikiran dan gagasan, sumbangsih, karya, jasa- jasa dan pengabdian alm. Jonathan Kana selama menjadi anggota DPRD NTT masa jabatan 2014- 2019,” kata Anwar.

Baca : Belum Dibebaskan, Keluarga Tersangka Jalan Perbatasan Segel Kejari Kefamenanu

Wakil rakyat asal daerah pemilihan Ngada, Nagekeo, Ende dan Sikka dari Fraksi Partai Golkar ini meyakini dan percaya, kehadiran Umbu Hiya di lembaga DPRD akan memberikan kontribusi pemikiran dan gagasan yang cerdas serta konstruktif dan positif dalam menghasilkan keputusan- keputusan politik DPRD untuk daerah dan masyarakat NTT. Pasalnya, beliau mempunyai pengalaman riil ketika menjabat sebagai Kepala Desa Tanaraing.

Pada kesempatan itu Anwar menjelaskan, DPRD merupakan unsur penyelenggara pemerintahan daerah bersama kepala daerah. Artinya, DPRD memiliki tanggung jawab konstitusional yang besar untuk mencapai tujuan penyelenggaraan pemerintahan daerah sebagaimana diamanatkan dalam UU 9 Tahun 2015.

“Relasi kemitraan yang saling mengisi, mendukung dan menguatkan antara DPRD dengan kepala daerah merupakan syarat mutlak bagi kesuksesan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat,” tandas Anwar.

Dia menyatakan, tiga fungsi dewan yakni legislasi, anggaran dan pengawasan harus terus diwujudnyatakan secara maksimal dan berhasil-guna bagi masyarakat NTT yang diwakili. Tentunya disadari bahwa kiprah DPRD saat ini dalam pengawasan dan sorotan tajam masyarakat dengan tantangan yang cukup berat. Hal ini seiring dengan dinamika politik ketatanegaraan dan pemerintahan serta terus meluas dan meningkatnya tuntutan kebutuhan hidup masyarakat sesuai perkembangan zaman.

“DPRD dituntut agar lebih sensitif, responsif dan akomodatif dalam menyikapi setiap tuntutan, harapan, aspirasi, kebutuhan dan kepentingan masyarakat NTT,” ujar Anwar.

Dia berharap, Umbu Hiya dan seluruh anggota DPRD NTT untuk terus memberi yang terbaik bagi daerah dan masyarakat yang telah memberi amanat pada pemilu legislatif lalu. Spirit yang mesti dikedepankan adalah menjadi sebagai insan demokrat yang dengan hati nurani terus mengemban amanat rakyat, untuk mewujudkan kebangkitan bangsa dengan perjuangan dan karya nyata guna mewujudkan persatuan, keadilan dan kesejahteraan rakyat dalam Negara Indonesia Raya.