Warga Minta Keadilan, Penangkapan Kapal Bermuatan Sejumlah Karung di Perairan Atapupu Dibebaskan

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Sejumlah warga masyarakat di pesisir pantai Atapupu, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu mendatangi Mapolres Belu, Jumat (5/8/2022).

Kedatangan mereka guna meminta keadilan dari pihak Kepolisian terkait proses hukum terhadap para pelaku penyelundupan barang ilegal yang ditangkap personil Polairud Polda NTT di perairan Atapupu bulan lalu.

Pihak Kepolisian dinilai tebang pilih atau tidak adil terhadap dua kasus penyelundupan illegal yang berhasil ditangkap personil BKO Polairud Polda NTT di perairan Atapupu perbatasan RI-RDTL sebelumnya.

Pasalnya, keluarga mereka (warga) yang hendak selundupkan minyak tanah dan beberapa ekor ayam ke Negara Timor Leste melalui perairan Atapupu ditangkap dan ditahan di sel tahanan Mapolres Belu.

Sementara itu, penangkapan perahu bermuatan sejumlah karung di perairan Atapupu sekitar pantai pasir putih tidak diproses hukum. Warga (pelaku) tidak ditahan justru dibebaskan karena menurut personil Polairud Polda karung yang berada diatas perahu berisi ikan.

Kepada awak media, Zelia Dos Santos warga Atapupu menuturkan, dirinya mendapat informasi tadi pagi bahwa perahu bermuatan sejumlah karung milik warga yang ditangkap tidak ditahan tapi dilepas kembali oleh aparat Pol Air Polda NTT.

“Makanya saya datang di pelabuhan Atapupu untuk minta keadilan di aparat Pol Air Kupang, suami saya ditangkap pertama membawa minyak, itu memang betul kami salah karena melanggar aturan,” ujar dia usai datangi Polres, Jumat (5/8/2022).

Dikatakan, dirinya meminta keadilan apakah setelah ditangkap dilepas kembali sedangkan suami serta anak saya diproses dan ditahan di Polres. Sementara kasusnya sama melakukan penyelundupan illegal.

“Itu kapalnya muat barang penuh lewat belakang rumah mereka tangkap dengan satu warga (Jorje) di pasir putih kemarin sore. Saya sempat foto perahu Pol Air Polda duluan habis itu batu perahu,”

Dirinya mendatangi Polres Belu karena paginya menghadap ke Pol Air Polda. Tapi aparat Pol Air mengatakan tidak ada aturan untuk proses ikan. Sebab menurut mereka kapal yang ditangkap itu mengangkut ikan, sehingga bebaskan karena tidak ada aturan.

“Sedangkan suami saya dikenakan aturan. Saya katakan ke aparat Pol Air, kalau ikan bisa kita tidak usah main minyak lagi, kita ramai-ramai bermain ikan saja, tapi mereka bilang itu ikan jadi tidak ada aturan. Kenapa tidak diproses, ada apa?,” tanya Zelia.

“Saya merasa Pol Air tidak adil, masa tangkap suami saya dengan minyak tiga drum itu diproses, tapi untuk karung berisi ikan kering penuh di Kapal itu tidak ada aturan tidak bisa diproses,” sambung dia.

Dituturkan, dirinya menghormati tugas aparat Pol Air dan mengakui salah telah melanggar aturan. Namun dirinya berharap keadilan dalam kasusnya. “Harus adil, masa yang lain diproses, yang lain dibebaskan, itu keadilannya dimana,” tandas Zelia.

Masih menurut dia, yang tertangkap basah bersama barang bukti dilaut yakni anaknya Tanisio Dos Santo dan satu warga barang. Sedangkan, suaminya Rui Emanuel Pirez ditangkap setelah diambil keterangan sebagai pemilik barang.