Polemik Tekoda Belu, Cypri : Jangan Lempar Bola Panas ke DPR

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Polemik Tenaga Kontrak Daerah (Tekoda) Belu 2022 berujung aksi damai dari para Tekoda yang tidak lolos atau tidak diakomodir dan Tekoda aktif yang menyampaikan aspirasi di DPRD Belu, Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL.

Kepada awak media, Wakil Ketua II DPRD Belu Cyprianus Temu saat dikonfirmasi terkait polemik Tekoda mengatakan, yang membuat polemik Bupati Belu dengan terbitnya produk hukum berupa SK pengangkatan tenaga kontrak tahun 2022.

“Tetapi dalam pernyataan sikap yang disampaikan Teko Forum terkait poin bahwa diminta DPRD menghentikan polemik terkait teko, sangat tidak beralasan,” ketus dia usai menerima aspirasi dari Tekoda aktif yang tergabung dalam Forum Komunikasi Tenaga Kontrak Daerah Belu, Rabu (22/6).

Menurut politisi partai NasDem itu, terbitnya SK Bupati Belu tentang pengangkatan Tekoda itu menjadi biang keladinya. Pihaknya sebagai DPRD hanya menjembatani aspirasi Tekoda yang tidak terakomodir kembali dalam SK Bupati tahun 2022.

“Kalau produk hukumnya berupa SK Bupati Belu tidak bermasalah, maka tidak ada polemik seperti ini.Jadi jangan buang bola panas ke DPR Belu. Yang terbitkan SK itu Bupati bukan DPR,” tandas Cypri.

Ditambahkan, para Tekoda yang hadir harusnya bisa menyampaikan aspirasi ke Pemda Belu. Sebab polemik bermula dari SK Bupati karena 600-an teko lama diberhentikan.

“Ada aspirasi dari Tekoda yang tidak terakomodir, maka sebagai DPRD wajib pertanyakan ke Pemerintah. Karena sebenarnya akar masalah ada di Pemerintah,” ujar Temu.

Kesempatan itu dia juga meminta semua pihak untuk tidak menerapkan politik adu domba antar anak Belu sendiri.

“Polemik akan berakhir, jika pemerintah bisa mencari jalan keluarnya secara konprehensif,” pungkas Temu.

Berikut 7 sikap pernyataan yang disampaikan Forum di hadapan tiga Pimpinan dan Fraksi DPRD Belu yakni :

1. Kami menyampaikan aspirasi dan terima kasih sebesar-besarnya kepada pemerintah Kabupaten Belu yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk menjadi tenaga kontrak daerah dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Belu.

2. Kami menyampaikan aspirasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada DPRD Belu yang terhormat atas keiklasan mendukung keputusan dan kebijakan pemerintah Kabupaten Belu untuk tetap berjalan baik aman dan lancar dalam suasana yang kondusif.

3. Kami Meminta kepada Lembaga DPRD Belu yang terhormat dan pemerintah Kabupaten Belu untuk tetap menjaga hubungan kemitraan dan harmonisasi agar pelayanan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan kepada masyarakat Kabupaten Belu tetap berjalan baik, aman dan lancar dalam suasana yang kondusif.

4. Kami 1.616 orang tenaga kontrak daerah kabupaten belu mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan pekerjaan.

5. Kami semua tidak mengenal lagi sahabat atau sehati. kami semua adalah warga belu yang ingin bekerja untuk mendukung kepemimpinan pemerintah Kabupaten Belu saat ini.

6. Kami meminta dengan kerendahan hati, agar hentikan polemik tentang Tekoda. Hargailah kebijakan pemerintah daerah, karena bapak, ibu anggota dewan yang terhormat adalah representasi seluruh masyarakat kabupaten belu, bukan saja 116 orang mantan tekoda yang tidak diakomodir lagi.

7. Kami memohon kepada bapak, ibu anggota dewan yang terhormat untuk tidak menjadikan Tekoda sebagai komoditi politik.