Serentak, WPS dan KDS di Belu Turun ke Jalan Peringati Hari AIDS Sedunia

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Warga Peduli AIDS (WPA) dan Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) binaan CD Bethesda Yakkum Jogyakarta di menggelar aksi simpatik memperingati Hari AIDS Sedunia (HAS) di Kabupaten Belu wilayah Timor Barat perbatasan RI-RDTL, Rabu (1/12/2021).

Aksi serentak yang diorganisir oleh WPA di 6 Desa dan 2 Kelurahan serta KDS di wilayah intervensi program Bethesda dengan cara pemasangan pita, pembagian bunga dan leaflet yang berisi pesan tentang penularan, pencegahan dan pengobatan HIV & AIDS.

Koordinator CD Bethesda Yakkum Jogyakarta area Belu Yosafat Ician menuturkan, kegiatan serentak yang
diorganisir dan dilakukan oleh WPA di Desa Silawan, Fatuketi, Leosama, Manleten, Tukuneno, Bakustulama, Kelurahan Umanen dan Tulamalae, dan KDS Moris Foun Belu yang merupakan gabungan dari KDS Kakuluk Mesak, KDS Tasifeto Timur serta KDS Tasifeto Barat.

Sasaran aksi memperingati Hari AIDS Sedunia di beberapa tempat yakni, PLBN Mota’ain, Kantor Desa Silawan, pos Satgas Yonif 743 Silawan, pasar Lakafehan, UNHAN, pasar Halilulik, SPBU Sesekoe, Kantor Camat, SMK Kusuma di Manleten dan door to door ke pemukiman warga.

“Bentuk kegiatan peringati Hari AIDS Sedunia oleh WPA dan KDS di beberapa tempat yakni dengan pemasangan pita, bagi bunga dan leaflet kepada warga,” terang Ician.

Tidak saja itu, selain door to door juga dilakukan mobile VCT bagi 17 warga dan perangkat desa. Pemeriksaan HIV door to door dan berakhir di kantor desa untuk beberapa perangkat ini dilakukan bersama pihak Puskesmas Atambua Selatan dan hasilnya semua negatif.

Dijelaskan, tujuan kegiatan peringati HAS yakni untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kemandirian masyarakat dalam mencegah infeksi dan penularan HIV-AIDS dan IMS.

Selain itu menguatkan kolaborasi terintegrasi antara berbagai pemangku kepentingan dalam melaksanakan pencegahan dan pengendalian HIV-AIDS dan IMS serta meningkatkan penggerakan sumber daya dalam mengakhiri AIDS sebagai ancaman kesehatan masyarakat.

“Khusus di Belu aksinya menggugah semua pihak untuk terlibat aktif dalam mengeleminasi kasus HIV AIDS yang cukup tinggi,” ujar Ician.