KBRI Dili dan Diaspora Indonesia Gelar Sepak Bola Persahabatan Pemuda Perbatasan Indonesia – Timor Leste

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – KBRI Dili melalui Kantor Penghubung di Oecusse menggelar kegiatan olah raga Sepakbola Persahabatan Pemuda Perbatasan Indonesia dan Timor-Leste.

Kegiatan tersebut berlangsung di lapangan Postosica, Lifau, kota Oecusse (baca: Okusi), Timor-Leste, Jumat (26/11/2021) atas inisiatif bersama KBRI Dili, Diaspora Indonesia Oecusse dan perusahaan Indonesia yang berinvestasi di Oecusse dengan diterapkan protokol Covid – 19 secara ketat.

Adapun tujuan pelaksanaan kegiatan, sesuai rilis yang diterima NTTOnlinenow.com pada Sabtu (27/12/2021), yakni memperat tali persaudaraan dan persahabatan di antara pemuda dua negara yang tinggal di ujung perbatasan di pulau Timor, yaitu Oecusse, Timor – Leste.

Olah raga persahabatan ini digelar dalam rangka merayakan hari pemuda di tiap negara yang mana Indonesia merayakan hari pemuda pada bulan Oktober sedangkan Timor – Leste pada bulan November.

Kepala Kantor Penghubung KBRI Dili di Oecusse, Marya Onny Silaban, dalam sambutan yang dibacakan dalam dua bahasa yakni Indonesia dan Tetum ( bahasa resmi Timor-Leste), mengatakan pos – pos perbatasan Indonesia dan Timor Leste masih ditutup, sehingga klub sepak bola yang diikut sertakan hanya pemuda keturunan Indonesia dan pemuda warga Tiles yang berdomisili di Oecusse.

“Indonesia dan Timor-Leste masih membatasi perlintasan di pos – pos perbatasan kedua negara selama pandemi Covid-19. Jadi klub sepakbola yang berpartisipasi adalah pemuda keturunan Indonesia dan pemuda warga Timor-Leste yang tinggal di Oecusse”, kata Marya Onny.

Ia juga mengatakan, kegiatan yang digelar bukan sebuah turnamen melainkan acara temu sahabat dalam bentuk permainan sepakbola.

“Kami menunggu border dibuka dan warga perbatasan sudah divaksin dosis kedua, agar pemuda kedua negara dapat bertanding di kota-kota perbatasan di Indonesia seperti Wini dan Napan di Kabupaten Timor Tengah Utara,” jelasnya.

KBRI, lanjut Marya Onny Silaban mewadahi para pemuda dua negara di perbatasan untuk tetap berkarya melalui olahraga meskipun masih pandemi.

KBRI Dili juga mempercayakan kegiatan kepada Panitia yang terdiri dari 27 orang anak muda Timor-Leste yang tinggal di Postosica, Oecusse.

“Bersama PT Wijaya Karya Tbk di Oecusse, kami membina anak muda perbatasan dalam berorganisasi sehingga berkontribusi melambungkan hubungan Indonesia dan Timor-Leste semakin baik dan semakin erat,” pungkas Marya Onny.

Hadir dalam acara tersebut, Kepala Kantor Penghubung KBRI Dili di Oecusse, Marya Onny Silaban dan dihadiri pejabat Pemerintah Daerah Administrasi dan Ekonomi Khusus Oecusse, yaitu Deputi Gubernur, Kepala Dinas Pendidikan dan Solidaritas Sosial, Wakil Komandan Polisi Nasional Oecusse, Komandan Polisi Anti Huru Hara Oecusse, Presiden Asosiasi Sepakbola Oecusse, Diaspora Indonesia di Oecusse, tokoh masyarakat dan perusahaan Indonesia yang berinvestasi di Oecusse.

Pertandingan persahabatan yang dilaksanakan selama sepekan mulai 19-26 November 2021 diikuti 8 (delapan) klub sepakbola di Oecusse dengan rentang usia pemain 15 – 28 tahun.

Para pemain adalah pemuda keturunan Indonesia yang tinggal di Oecusse dan pemuda Timor-Leste. Sepakbola dilakukan dengan sistem setengah kompetisi memperebutkan Juara 1, Juara 2, Juara 3 dan pencetak gol terbanyak.

Sepakbola persahabatan tersebut dijuarai oleh Klub Sepakbola Polnis sebagai Juara 1, Klub Sepakbola Diaspora Indonesia Oecusse sebagai Juara 2 dan Klub Sepakbola Kinantan sebagai Juara 3. Pencetak gol terbanyak sebanyak 8 gol dimenangkan oleh pemuda Oecusse, Maxciano Quebo dari Klub Kinantan.

Kegiatan positif yang diinisiasi KBRI Dili ini mendapat respon baik dari berbagai pihak.

Ketua Diaspora Indonesia di Oecusse, Fredikus Jemmi Silvester, mengatakan KBRI Dili sangat proaktif membina hubungan baik dua negara melalui Diaspora Indonesia.

“KBRI Dili sangat proaktif membina hubungan baik dua negara melalui Diaspora Indonesia, terutama di Oecusse. Diaspora Indonesia di Oecusse ingin selalu mendukung hubungan erat dua negara,” kata Jemmi.

Maximiamo Neno selaku Deputi Gubernur Daerah Administrasi dan Ekonomi Khusus Oecusse, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini.

“Kami berterima kasih kepada KBRI Dili yang berinisiatif menyelenggarakan acara ini. Walaupun perbatasan kedua negara masih tutup, namun KBRI Dili memiliki ide untuk meningkatkan kedekatan anak-anak muda Indonesia dan Timor-Leste, apalagi di perbatasan Oecusse, melalui olahraga,” kata Maximiamo.

Turut menyampaikan kebanggaannya, Presiden Asosiasi Sepakbola Oecusse, Arnaldo Suni.

“Acara ini sangat baik, kami bangga sekali. Terima kasih kepada KBRI Dili. Semoga perbatasan kedua negara segera dapat dibuka dan semua warga di perbatasan sudah divaksin dosis kedua, sehingga para pemain di kota-kota perbatasan kedua negara dapat saling berkunjung untuk mengikuti kegiatan olahraga seperti ini,” ungkap Arnaldo.

Sementara Herry Purnawan, perwakilan dari PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) yang berinvestasi di Oecusse, menyebutkan, Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial yang dilakukan WIKA dan pengusaha Indonesia di Oecusse.

Iapun berharap sebagai pengusaha Indonesia yang ada di Oecusse dapat berkontribusi bagi diplomasi Indonesia di Oecusse.

“Sepakbola persahabatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial yang dilakukan WIKA dan pengusaha Indonesia di Oecusse. Kami berharap dapat berkontribusi bagi diplomasi Indonesia di Timor-Leste,” ungkap Herry Purnawan.

Data NTTOnlinenow.com, terdapat delapan perusahaan Merah Putih di Oecusse yang mensponsori kegiatan, yaitu PT Wijaya Karya Tbk, PT Waskita Karya Tbk, Devon MDT VB. Lda., Tryaswars Lda., CV Kasih Ibu, UD Sinar Elim dan Neomnasi Unip. Lda. Latar belakang perusahaan mulai dari ekspor – impor, grosir pakaian dan kebutuhan rumah tangga serta konstruksi.

Untuk diketahui, Oecusse merupakan wilayah enclave (kantong) di ujung Timor-Leste bagian barat merupakan satu-satunya distrik dari 13 distrik di Timor-Leste yang diberi mandat oleh konstitusi Timor-Leste untuk mengatur wilayahnya sendiri sejak tahun 2015 (daerah otonom) dengan total jumlah penduduk Timor-Leste 1,5 juta jiwa dan sekitar 85.000 jiwa berada di Oecusse. Jumlah WNI di Timor-Leste –berdasarkan data calon pemilih dalam DPT Pemilu 2019– mencapai 3400 orang namun sebagian besar telah pulang ke Indonesia di awal pandemi Maret 2020.

Panjang garis perbatasan darat antara Indonesia dan Timor-Leste mencapai 268,8 km. Ada 3 kabupaten di Nusa Tenggara Timur yang berbatasan dengan Timor-Leste, yaitu Kabupaten Kupang dan Kabupaten Timor Tengah Utara berbatasan dengan Oecusse, Kabupaten Belu berbatasan dengan Bobonaro dan Kabupaten Malaka berbatasan dengan Covalima.

Dalam dua pekan terakhir, masih ada 6 orang kasus positif Covid-19 di Timor-Leste. Namun tingkat vaksinasi Covid-19 secara nasional di Timor-Leste mencapai 79% untuk dosis pertama dan 55% untuk dosis kedua. Anak-anak berusia 12 – 18 tahun di Timor-Leste juga mulai mendapat vaksinasi Covid-19, yaitu sekitar 17% sudah divaksin dosis pertama dan 0.5% divaksin dosis kedua dengan merek vaksin Pfizer.

Sejak 18 Maret 2020 sampai sekarang, Timor-Leste masih menutup pos perbatasan dari kunjungan warga negara asing. Pos perbatasan Timor-Leste hanya dibuka untuk keluar-masuk barang impor dari PLBN Wini, PLBN Motaain dan PLBN Motamasin, dengan jadwal perlintasan barang setiap hari Senin dan Rabu.

Foto : Sambutan Kepala Kantor Penghubung KBRI Dili di Oecusse, Marya Onny Silaban.