Kapolda NTT Sebut Perbatasan RI-RDTL Rawan Penyelundupan Narkoba

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Ada lima kejahatan (rawan) penyelundupan yang terjadi di tiga Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Perbatasan RI-RDTL yakni PLBN Mota’ain Kabupaten Belu, Motamasin Kabupaten Malaka dan Wini Kabupaten TTU.

Demikian Kapolda NTT, Irjen Pol H. Lotharia Latif saat memberikan kuliah umum kepada Kadet Mahasiswa Fakultas Vokasi, Universitas Pertahanan (Unhan) Benediktus Mboi di Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Kamis (18/11/2021).

Jelas Latif, salah satu dari lima kejahatan yang sering terjadi di tiga PLBN wilayah Timor Barat, Nusa Tenggara Timur yakni penyelundupan Narkoba.

Dikatakan tiga PLBN Mota’ain, Motamasin dan Wini telah kita perkuat dengan menempatkan personel Polres setempat dan Brimob untuk memperkuat TNI, Imigrasi dan Beacukai.

“Kerawanan yang terjadi meliputi pelintas batas illegal, penyeludupan Narkoba, ranmor, BBM, sembako dan pencurian Ternak,” terang Latif.

Terkait persoalan itu, Polda NTT terus berupaya dalam penanganan dengan cara preventif yakni melaksanakan kegiatan penerangan, penyuluhan secara rutin dan berkala kepada masyarakat, baik secara mandiri maupun bersama TNI, instansi terkait dan Pemda setempat yang ada di wilayah perbatasan.

Hal itu dimaksud guna berpartisipasi menjaga sitkamtibmas tetap kondusif dan tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum. Selain itu juga dengan cara preventif dengan melakukan patroli mandiri Polri Polres, Polsek jajaran dan patroli terpadu atau bersama dengan TNI dan instanai terkait di wilayah perbatasan RI-RDTL.

Lanjut Latif, kegiatan pengawasan di wilayah perbatasan ini bertujuan untuk menjaga patok perbatasan serta mencegah kejahatan lintas negara seperti penyelundupan, pencurian dan lintas batas melalui jalan-jalan tikus yang ada di perbatasan kedua negara.

“Selanjutnya melakukan koordinasi dan kerjasama dengan petugas Pamtas TNI dan Kepolisian RDTL dalam penanganan permasalahan lintas batas,” ujar Kapolda NTT itu.

Ditambahkan, penanganan terakhir yakni represif yaitu melaksanakan pemeriksaan (razia) terpadu secara rutin terhadap masyarakat yang melakukan lintas batas terhadap WNI maupun warga RDTL baik yang melintas menggunakan Ranmor maupun yang jalan kaki serta wilayah perairan.

Untuk diketahui, kuliah umum fakultas vokasi Unhan RI dengan narasumber Kapolda NTT, Irjen Pol H. Lotharia Latif dengan topik “Strategi Polda NTT dalam Memelihara Kamtibmas dan Penegakan Hukum Guna Mewujudkan Keamanan dalam Negeri”.

Turut hadir dalam kuliah Umum, Dekan Fakultas Vokasi Unhan RI, Wadek I Bidang Kemahasiswaan FV Unhan RI, Wadek II Bidang Umum dan Keuangan FV Unhan RI, Para Pejabat Kapolda NTT, Kapolres Belu, Kapolres TTU dan Kapolres Malaka.