Reses di Insana, Andina Siap Perjuangkan Aspirasi Masyarakat di Dapilnya

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Berbagai permasalahan disampaikan masyarakat Kecamatan Insana saat Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Timor Tengah Utara (TTU), dari Partai PDIP Andina Winantuningtyas menggelar reses di daerah pemilihannya Kamis (21/10/2021).

Politikus PDIP ini mengatakan, secara umum persoalan yang disampaikan masyarakat masih seputar air bersih, akses jalan, pembangunan.

“Masih seputar pembangunan dan perbaikan infrastruktur, seperti akses jalan, pengadaan air bersih serta bantuan lainnya,” ujarnya.

Andina menyatakan akan memperjuangkan semua aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya.

“Intinya, dari semua aspirasi yang masuk kita terima dan akan kita perjuangkan untuk direalisasikan,” tegasnya.

Andina menambahkan, apa yang disampaikan oleh masyarakat tersebut sangat penting untuk program kerja ke depan. Karena reses merupakan salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan sebagai salah satu prinsip demokrasi.

“Karena itu, keterlibatan masyarakat dalam sebuah reses akan memberi hasil yang lebih aktual dan berbasis fakta,” pungkasnya.

Andina juga berjanji akan membawa aspirasi dan keluhan warga ini dalam sidang Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten TTU.

“Harusnya perencanaan anggaran dan belanja pembangunan musti mengakomodir aspirasi dan tuntutan masyarakat, salah satunya soal air bersih itu,” tandas Andina, saat dimintai tanggapan soal aspirasi masyarakat tersebut.

Ketersediaan air bersih adalah kebutuhan strategis dan memiliki efek domino terhadap giat pembangunan bidang lainnya, yaitu pengembangan pertanian dan peternakan.

“Jadi air bersih tidak saja untuk dikonsumsi manusia. Tapi juga untuk pengembangan tanaman hortikultura dan minuman ternak. Semuanya punya hubungan sebab akibat,” tandasnya.

Selain meminta ketersediaan air bersih, masyarakat juga meminta pasokan pupuk bersubsidi. Sebab pupuk bersubsidi yang disediakan pemerintah selalu saja langka pada saat persiapan musim tanam.

“Saya akan usulkan kepada pemerintah agar rantai perdagangan pupuk dan stok pupuk bersubsidi dari hulu ke hilir, jangan sampai dikuasai oleh mafia atau orang tertentu. Akibatnya harga pupuk selangit akibat dikendalikan orang tertentu dan menjadi langka ketika dicari petani,” tegas Andina.

Dalam kegiatan reses yang dilaksanakan Andina juga membagikan paket sembako dan uang transportasi kepada ratusan warga yang mengikuti reses itu.