DPRD Setujui Tiga Rannperda Ditetapkan Jadi Perda

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Kupang resmi menyetujui tiga rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) usulan Pemerintah kota (Pemkot) Kupang. Dewan Kota berharap, penyertaan modal kepada Bank NTT dan Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bening Lontar Kota Kupang itu wajib diikuti peningkatan kinerja.

Tiga Ranperda yang ditetapkan jadi perda itu antara lain, Perda tentang penyesuaian bentuk hukum Perusahan Daerah Air minum Kota Kupang, menjadi perusahan umum Daerah (Perumda) Kota Kupang. Perda tentang penyertaan modal daerah pada Perumda Tirta Bening Lontar, dan Perda penyertaan modal daerah pada Bank NTT.

Kucuran penyertaan modal bagi kedua perusahan daerah itu, bakal dikucurkan setiap tahunnya. Perumda Tirta Bening Lontar mendapatkan penyertaan modal sebesar Rp 2,3 miliar tahun ini, dan dinaikan menjadi Rp 9 miliar pada anggaran murni Tahun 2022.

Sementara Bank NTT mendapatkan penyertaan modal sebesar Rp 63 miliar, atau naik sebesar Rp 15 miliar dari 48 miliar tahun sebelumnya.

Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe, mengingatkan kedua perusahan daerah itu agar dapat meningkatkan kinerja seiring kucuran anggaran penyertaan modal itu.

“Kita harap bisa tingkatkan kinerja. Besaran penyertaan itu, harus sejalan dengan kinerja yang baik pula, demi pembangunan daerah Kota Kupang,” katanya.

Evaluasi, kata Yeskiel, bakal dilakukan setiap tahun, atas capaian kinerja kedua perusahan daerah itu. Apabila kinerjanya biasa-biasa saja dan tidak ada kemajuan berarti, bakal menjadi pertimbangan penyertaan modal tahun berikutnya.

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Kupang, Djainudin Lonek berharap, Penyertaan modal bagi Perumda Titrta Bening Lontar, sebagai penyedia air bersih, tetapi juga dapat mengintervensi anggaran kepada perangkat daerah, yakni PUPR terkait dengan penyediaan sumber air baku.

Terkait peningkatan pendapatan daerah, terhadap sumur-sumur bor yang dibuat secara swadaya oleh masyarakat, diharapkan dapat menjadi sumber potensi pendapatan daerah baru.

Sementara, pada anggaran murni, kata Lonek, pemerintah harus segera melakukan kajian terkait perda tentang tata ruang, karena saat ini, daerah tangkapan air yang merupakan sumber air telah berubah fungsi menjadi kawasan pemukiman.

Sementara Bank NTT diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat kota Kupang dan juga dapat meningkatkan kinerja pelayanan yang lebih baik, sehingga tetap menjadi bank yang sehat dan menjadi pilihan utama masyarakat NTT.

Berkaitan dengan dana promosi, Lonek beharap bank NTT memberikan perhatian lebih kepada pembangunan infrastruktur yakni jalan dan jembatan.

Bank NTT juga diminta menunjukan perhatian serius kepada usaha mikro, kecil dan menengah dengan program pinjaman yang sangat lunak untuk membantu perekonomian masyarakat Kota Kupang.

Wali Kota Kupang, Jefri riwu Kore mengatakan, Perda itu akan menjadi dasar pijak pemerintah untuk mengoptimalkan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat, sehingga dapat memberikan kontribusi secara nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan daerah.

Wali Kota menyampaikan terima kasih kepada Dewan Kota yang telah sungguh-sungguh mencurahkan pikiran, tenaga bahkan segala waktu untuk membahas, merumuskan, hingga menghasilkan tercapainya kesepakatan politik tentang persetujuan tiga Perda itu.

“Berbagai catatan starategis yang bersifat korektif, kritikan yang konstruktif, usulan dan harapan kepada pemerintah, semuanya mengisyaratkan dukungan pollitis dari DPRD, dalam rangka pembenahan, perbaikan, penataan untuk percepatan semua aspek pembangunan kota Kupang,” katanya.