Dosen Teknik Mesin FST Undana Latih Pemuda Mengolah Ban Bekas Jadi Produk Mebeuler

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Tim Dosen Teknik Mesin FST Undana menggelar Kegiatan Pelatihan Pembuatan Kursi dan Meja dari Ban Bekas. Kegiatan Pemberdayaan masyarakat ini dimotori oleh Dosen Teknik Mesin FST Undana yakni Dominggus G.H. Adoe, Defmit B.N. Riwu, Nurhayati, Jack C.A. Pah, Daud P. Mangesa dan Muhamad Jafri ini dilaksanakan di Jalan Bajawa Oepoi, pada 14-21 Juli 2021 dan dilanjutkan dengan pendampingan sampai bulan November 2021.

Kepada wartawan, Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat, Dominggus G.H. Adoe di lokasi pelatihan mengatakan, kegiatan pelatihan pembuatan kerajinan dari Limbah Ban Bekas ini diharapkan dapat menjadi pendorong lahirnya pelaku ekonomi kreatif yang dapat membuka lapangan pekerjaan baru khususnya untuk para pemuda di Jalan Bajawa, Oepoi Kota Kupang.

“Kami ingin memberdayakan warga khususnya para pemuda usia produktif untuk membuat karya dari barang bekas menjadi mebel yang eco-art-renewable atau ekonomis, futuristik dan artistik. “Bahan-bahan yang digunakan juga murah meriah. Tetapi setelah jadi memiliki nilai ekonomis yang cukup baik, sehingga diharapkan kedepannya para peserta dapat menciptakan lapangan kerja sendiri,. Paling tidak mereka jangan bergantung untuk menjadi PNS.” ujar Dominggus.

Ia menambahkan, Pihaknya juga akan terus mendampingi para pemuda pasca kegiatan pelatihan yang berlangsung selama satu minggu tersebut.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang dimiliki Program Studi Teknik Mesin FST Undana untuk menjalankan Pengabdian kepada masyarakat yang salah satu fungsi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Acara dilaksanakan selama seminggu dari pukul 12:00 sampai 19:45 WITA yang diikuti oleh 13 orang peserta dan 6 orang Dosen sebagai instruktur. Kegiatan tersebut diawali dengan menonton tutorial bersama. Setelah itu Tim mengarahkan dan melatih secara langsung para pemuda untuk melakukan kegiatan. Untuk mengolah ban bekas menjadi furnitur apik, diperlukan beberapa alat dan bahan, yakni papan, multiplex, lem, paku, gergaji dan bor listrik, cat furnish, busa dakron, kain kanvas kombinasi batik, cat semprot dan staples tembak Pada akhir waktu, pelatihan ini menghasilkan satu meja dan dua kursi dari ban bekas.

Okto Menno, salah satu pemuda Jalan Bajawa yang ikut dalam kegiatan pelatihan meubeler ban bekas Teknik Mesin FST Undana mengucapkan terima kasih karena memperoleh kesempatan untuk mengikuti pelatihan.

Dikatakan Okto, pelatihan ini bisa mengasah keterampilan para pemuda dalam menghasilkan sesuatu.

Ia mengakui bahwa, pelatihan-pelatihan seperti ini jarang diberikan kepada para pemuda, dan dirinya berharap kegiatan pemberdayaan masyarakat seperti ini dapat dilakukan secara berkesinambungan demi meningkatkan keteraampilan para pemuda dalam memanfaatkan segala potensi disekitarnya menjadi suatu produk yang bernilai ekonomis..

Di tengah pandemi Covid-19 ini, harapannya, pemuda diberi pelatihan-pelatihan untuk mengasah keterampilan mereka demi melakukan sesuatu yang berdampak ekonomis dan positif.

Ketua Pemuda Jalan Bajawa, Mathias Dovan Belan yang juga menjadi salah satu peserta kegiatan menilai bahwa pelatihan yang diberikan Teknik Mesin FST Undana kepada para pemuda merupakan hal yang sangat baik.

“Ini sesuatu yang bagus sekali bagi Pengembangan skill pemuda agar terbuka kesempatan untuk berwirausaha,” tandas nya..

Pelatihan pembuatan kursi dan meja dari ban bekas ini , menurut Dovan, memiliki nilai dan dampak ekonomis yang baik . Ia berharap, para pemuda bisa meneruskan skill yang telah mereka peroleh melalui pelatihan tersebut.