Dua Saksi dihadirkan Dalam Sidang Kasus Unimor. Keterangan Saksi Prof. Sirilius Seran Menguntungkan Tergugat

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Dua saksi dalam perkara gugatan Yayasan Pendidikan Cendana Wangi (Sandinawa), terhadap Rektor Universitas Timor (Unimor) yang diajukan kuasa hukum pihak penggugat, Magnus Kobesi terkait sisa dana hibah Yayasan sebesar Rp1,7 miliar dari total Rp4 milar, diambil sumpahnya dalam sidang pemeriksaan saksi Kamis (16/09/2021).

Kedua saksi yang dihadirkan kuasa hukum penggugat, yakni Prof Sirilius Seran dan Dominikus Kopong.

Dalam sidang pemeriksaan saksi Sirilius Seran, setelah mendengar jawaban yang bersangkutan, Melkias Takoy, selaku kuasa hukum tergugat berpendapat sementara bahwa keseluruhan keterangan saksi Sirilius Seran justru sangat menguntungkan Tergugat.

Pasalnya, kata Melkias saksi Sirilius Seran mengakui catatan keuangan yang amburadul dan LPJ yang belum rampung, selama memimpin Unimor dari semasih berstatus PTS hingga pengalihan ke PTN yang dinyatakan Hakim Ketua sebagai pemicu dan sumber dari segala masalah hingga adanya gugatan.

“Dari hasil pemeriksaan saksi Prof Sirilius selama 3 jam lebih, saya tidak berkesimpulan. Tetapi berpendapat sementara, bahwa sebagian besar keterangannya sangat menguntungkan kita. Oleh karena itu saya berharap keterangan – keterangan dan bukti – bukti semakin memperkuat dalil, jawaban dan eksepsi dari tergugat”, ungkap Melkias.

Bukti suratnya, lanjut Melkias akan diserahkan lebih dahulu di sidang berikut.

“Bukti suratnya akan diserahkan pada sidang berikut. Alasannya agar ketika sidang pemeriksaan saksi kita bisa konfrontir keterangannya dengan bukti yang kita serahkan. Kalau kita sudah periksa saksi terlebih dahulu malah kita akan kesulitan konfrontir dengan bukti surat karena bukti surat itu harus dimasukkan terdahulu agar menjadi dokumen baru kita bisa konfrontir”, jelas Melkias.

Saksi Sirilius Seran beberapa kali ditegur Ketua Majelis Hakim (KMH) secara tegas terkait jawabannya yang tidak langsung mengena sasaran pertanyaan Kuasa hukum tergugat.

Saksi Sirilius Seran juga ditegur keras KMH karena terlihat sebelum menjawab pertanyaan kuasa hukum Tergugat dan hakim masih sering melihat ke arah kuasa hukum Penggugat.

“Saudara saksi, dalam memberi keterangan di persidangan tidak perlu melihat ke kuasa hukum penggugat. Saudara saksi menjawab saja apa yang saudara ketahui sesuai pertanyaan kuasa hukum penggugat. Sebagai saksi, keterangan yang diberikan tidak berpihak pada Penggugat maupun Tergugat. Jadi harap memberikan jawaban yang jelas, jangan pertanyaan ke kanan saudara saksi menjawab ke kiri. Ini perlu diperhatikan. Tindakan dan sikap saudara saksi juga menjadi penilaian kami”, tegur KMH, I Made Aditya Nugraha, S.H.,M.H.

Nampak saksi Sirilius Seran beberapa kali menyampaikan permohonan maaf kepada KMH dan dua hakim anggota lainnya.

Fakta persidangan, beberapa jawaban saksi Sirilius terhadap pertanyaan Hakim Ketua dan dua hakim anggota lainnya, terkait Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Keuangan selama 8 tahun memimpin Unimor, dihujani teguran hakim ketua dan tidak dapat diterima kuasa hukum tergugat lantaran jawaban yang tidak berdasar dan terkesan layaknya sedang menyampaikan materi perkuliahan.

Pertama, saksi Sirilius Seran menyatakan bahwa LPJ sudah pernah diserahkan ke pihak Yayasan dan Rektor sebelumnya, almh. Arnoldus Klau Berek. Dan menurut Yayasan, tidak ada temuan kerugian Yayasan. Namun pengakuan sebelumnya, saat perkara gugatan ini masih dalam tahap mediasi penggugat dalam hal ini Yayasan tidak mampu menunjukkan bukti LPJ dengan alasan LPJ nya tercecer entah dimana.

Berita sebelumnya : Mediasi Ketiga Gagal, Rektor Unimor Tantang Prof. Sirilius Seran Tunjukan Bukti Penyerahan LPJ 

Kedua, LPJ diserahkan hanya kepada Rektor Alm. Arnol Klau dan Yayasan. Saksi berkeras tidak bisa diserahkan ke Rektor Stefanus Sio.

Ketiga, terkait Buku Rekening Rektor Unimor yang telah menjadi obyek sengketa. Saksi Sirilius mengaku tidak pernah menyerahkan ke Rektor pengganti, Alm. Arnol Klau, Plt Rektor, Krisantus Tri P. Raharjo, dan Rektor Stefanus Sio di akhir masa jabatannya tahun 2018 dan merasa masih berhak menguasai Buku Rekening dan sisa saldo di Rekening Rektor dengan dalil belum ada perubahan specimen dan Rekening Rektor itu untuk menampung uang milik Yayasan.

“Ini yang salah, karena saksi yang menguasai Buku Rekening Rektor dan sisa saldo Rp1,7 miliar yang masih tersimpan di Bank tetapi Rektor Stefanus Sio yang tidak tahu menahu terkait sisa dana hibah digugat untuk mengembalikan saldo uang sisa dana hibah itu”, tandas Melkias.

Kempat, saksi tidak mengakui hasil audit Satuan Pengawas Internal (SPI) Unimor tetapi ikut mengakui adanya temuan dengan membubuhi tanda tangan, pada Berita Acara hasil audit SPI yang diverifikasi tim Irjen.

Berita terkait : Dipolisikan Mantan Rektor Unimor, Robertus Kefi: Ini Bukti Sirilus Seran Akui ada Temuan Penyalahgunaam Dana Hibah Rp3 M lebih 

Jawaban saksi Sirilius Seran terhadap pertanyaan – pertanyaan kuasa hukum tergugat, hakim ketua dan dua hakim anggota menjadi pemicu ketegangan dalam persidangan. Pasalnya, saksi Sirilius Seran tidak dapat membuktikan aturan mana yang dipakainya sehingga LPJ tidak bisa diserahkan ke Rektor Stefanus Sio.

Sirilius juga dicerca pertanyaan, terkait dasar hukum yang dipakai sehingga ia tetap menguasai Buku Rekening Rektor dan saldo uang sisa dana hibah Yayasan sebesar Rp1,7 miliar, sementara masa jabatannya sudah berakhir di tahun 2018.

Lagi – lagi jawaban saksi Sirilius bahwa dia masih bertanggungjawab terhadap rekening dan saldo uang di Bank karena itu tidak termasuk aset Unimor yang dihibahkan ke Negara.

“Itu adalah aset milik Yayasan dan specimen dalam buku Rekening tersebut juga belum berubah dan ditandatangani oleh saya sehingga otomatis masih dibawah penguasaan saya selaku penanggungjawab yang menerima dana hibah tersebut sekalipun sudah tidak menjabat sebagai Rektor”, jawab saksi Sirilius.

Kelima, Ketika Unimor beralih status ke PTN, saksi juga sebagai dosen PTN termasuk aset Negara tetapi masih bertanggungjawab terhadap Yayasan.

“Ada apa ini, anda sebagai Rektor PTN tetapi bertanggungjawab terhadap Yayasan bukannya kepada Universitas Timor selaku PTN. Apa dasar hukumnya, anda bertanggungjawab terhadap Yayasan. Saudara saksi ini Rektor untuk Univeraitas Timor atau Yayasan”, tanya Melkias.

Pertanyaan kuasa hukum tergugat, tidak dapat dijawab oleh saksi Sirilius Seran.

Keenam, dalam Berita Acara Hibah uang Yayasan sebesar Rp 4 miliar, saksi Sirilius Seran mengaku tidak tercantum perjanjian lain yang menyatakan bahwa uang hibah itu sesewaktu dikembalikan ke Yayasan.

Pantauan NTTOnlinenow.com, Sidang pemeriksaan saksi Sirilius Seran yang diketuai, I Made Aditya Nugraha, S.H.,M.H. bersama dua hakim anggota lainnya, dimulai pada pukul 14.00 dan berakhir pada pukul 17:40 wita, berjalan aman dan lancar dengan tetap mematuhi protokol covid.

Sesuai jadwal, sidang pemeriksaan saksi kedua, Domikus Kopong akan digelar pada Kamis depan, (23/09/2021).

Foto : Saksi Sirilius Seran dan Dominikus Kopong dihadirkan kuasa hukum penggugat dalam sidang pemeriksaan saksi perkara gugatan Yayasan terhadap Rektor Unimor, Kamis (16/09/2021).