WPA dan KDS di Belu Ikut Pelatihan Olah Pangan Lokal

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Warga Peduli AIDS (WPA) dan Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) di Kabupaten Belu mengikuti pelatihan pengolahan pangan lokal berlangsung di Hotel Nusa 2.

Kegiatan selama dua hari terhitung Jumat 17 sampai dengan 18 September 2021 diselenggarakan oleh CD Bethesda Yakkum Cabang Belu selama dua hari, Kamis 17 sampai 18 September 2021.

Pelatihan Olah Pangan Lokal bertujuan meningkatkan kemampuan dan ketrampilan WPA dan KDS dalam mengelola pangan lokal menjadi bahan makanan bentuk lain yang bergizi seimbang.

Yosafat Ician selaku Koordinator CD Bethesda Yakkum Cabang Belu berharap para peserta agar mengikuti kegiatan selama dua hari ini dengan serius hingga selesai pelatihan.

“Kemudian pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh itu dapat diterapkan di lapangan sehingga memberikan manfaat bagi sesama, terutama ODHA yang sangat membutuhkan asupan gizi,” ujar dia.

Dikatakan, out put dari kegiatan ini, para peserta mampu dan terampil mengolah pangan lokal dan bisa diimplementasikan di lapangan. Out come program ini, tersedianya produk pangan lokal bergizi simbang yang bermanfaat bagi kesehatan para ODHA terutama kecukupan gizi.

“Selain itu, kemampuan dan ketrampilan yang dimiliki peserta dapat dikembangkan untuk suatu kegiatan bernilai ekonomis demi peningkatan kesejahteraan,” ungkap Yosafat.

Disaksikan NTTOnlinenow.com, sebelum dilakukan praktek olah pangan lokal, peserta mendapat pengetahuan umum dari instruktur tentang jenis dan khasiat pangan lokal yang bisa diolah. Kemudian, komposisi bahan yang harus diolah.

Instruktur dalam penjelasannya, jenis pangan pangan lokal yang bisa diolah antara lain, ubi kayu, talas, pisang dan porang. Peserta tampak serius menyimak materi yang disampaikan dan aktif memberikan respon bahkan bertanya.

Sebelumnya, Kabid PPM BP4D Kabupaten Belu, Jemi Boy Kotta saat membuka kegiatan mengatakan, peran WPA sangat penting dalam menangani penyakit HIV-AIDS di Kabupaten Belu yang saat ini jumlah kasus tinggi se-NTT.

Kegiatan pelatihan pengolahan pangan lokal tersebut diikuti 18 orang dari enam Desa dan dua Kelurahan dan dihadiri juga Koordinator Program Penanggulangan HIV-AIDS Kota Yogyakarta dan Kabupaten Belu.

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan dan ketrampilan WPA dan KDS dalam mengelola pangan lokal menjadi bahan makanan bentuk lain yang bergizi seimbang.