Tutup Pelatihan Konseling dan ARV, Boy Kotta ; Program Bethesda Yakkum Membantu Pemda Belu

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia BP4D Kabupaten Belu Jemy Boy Kotta mengatakan, Pemerintah Kabupaten Belu merasa bersyukur dengan peran sejumlah organisasi nirlaba atau Non Governmental Organization (NGO), khususnya CD Bethesda Yakkum yang bergerak dalam bidang penanganan HIV dan AIDS.

Tanpa peran dari NGO, Pemerintah tidak mampu menyelesaikan seluruh persoalan yang terjadi di daerah khususnya masalah HIV dan AIDS seperti yang ada di perbatasan Belu.

Demikian Boy Kotta saat menutup kegiatan Pelatihan konseling dan monitoring ARV yang berlangsung di Hotel Nusantara 2, Selasa (14/9/2021) sore.

Mewakili Pemkab Belu, Boy Kotta memberikan apresiasi kepada NGO yang beroperasi dan berperan di Kabupaten Belu yang telah membantu pemerintah mengurus berbagai persoalan masyarakat Belu.

“Kami memberikan apresiasi kepada seluruh NGO yang masuk ke Belu, khususnya Bethesda Yakkum yang selama dua hari menyelenggarakan kegiatan peningkatan kapasitas bagi pelaku yang menangani HIV-AIDS,” ujar dia.

Dijelaskan, kegiatan yang diselenggarakan selama dua hari ini merupakan salah satu strategi yang dilakukan untuk memerangi masalah HIV-AIDS. Strategi ini lebih pada peningkatan kapasitas bagi petugas yang berperan langsung dengan para penderita HIV-AIDS.

Lanjut Boy Kotta, Pemerintah bersama NGO terus melakukan berbagai upaya dan strategi penanganan mengingat jumlah kasus HIV-AIDS di Kabupaten Belu berada di urutan kedua di NTT dan tingkat kematian di urutan pertama.

Kondisi ini mendorong pemerintah dibantu oleh NGO untuk terus melakukan upaya salah satunya pelatihan peningkatan kapasitas. “Pelatihan hari ini salah satu upaya, bagaimana konseling, farmasi atau pengelola HIV-AIDS di puskesmas melakukan monitoring terhadap teman-teman ODHA yang putus oba,” ungkap dia.

Dia berharap, peserta kegiatan dari tim medis kesehatan dapat memahami secara baik strategi penangan yang sudah didapat selama kegiatan dan semoga dapat diimplementasikan di tempat tugas masing-masing.

Sementara itu, Koordinator CD Bethesda Yakkum Cabang Belu, Yosafat Ician mengatakan, latar belakang kegiatan tersebut adalah tingginya kasus HIV-AIDS di Kabupaten Belu.

“Kabupaten Belu berada di urutan kedua jumlah kasus HIV-AIDS dan urutan pertama untuk tingkat kematian. Oleh karena itu tiga strategi yang dilakukan yakni, penguatan warga peduli AIDS (WPA), penguatan kelompok dukungan sebaya (KDS) dan pendekatan pelayanan ARV kepada ODHA,” terang dia.

Menurut Ician, pelatihan yang diselenggarakan Bethesda Yakkum ini sesungguhnya mendukung inisiatif Pemerintah Belu melalui dinas kesehatan dalam hal pembentukan puskesmas dan rumah sakit dalam hal layanan perawatan, dukungan dan pengobatan (PDP) pada ODHA. Pasalnya, selama ini pelayanan ARV hanya terpusat di RSUD Atambua.

“Kita harap kedepannya, pelayanan ARV bagi ODHA sudah bisa dilakukan di empat puskesmas dan satu rumah sakit,” pinta Ician.

Sementara itu, Metilda Lete salah satu peserta kegiatan menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Belu dan Bethesda Yakkum yang telah menyelenggarakan kegiatan penguatan kapasitas dengan materi- materi yang didapat sangat bermanfaat bagi kami sebagai pendamping ODHA di lapangan.

Jelas dia, pada akhir kegiatan mereka melakukan rencana aksi atau program yang akan dilaksanakan, pertama, melakukan kerja sama dengan pihak kesehatan dan kedua melakukan pendampingan ODHA yang putus obat.

“Rencana kami akan ada aksi di lapangan. Ada dua program yakni, pertama kami WPA melakukan kerja sama dengan pihak kesehatan dan kedua melakukan pendampingan kepada ODHA yang putus obat,” tutup Metilda.