Tim KKN-PPM UGM Latih Pengolahan Limbah Ternak Guna Kembangkan Bumdes Desa Waibao

Bagikan Artikel ini

Waibao, NTTOnlinenow.coom – Mahasiswa UGM yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) periode 2 tim Aramoana Tanjung Bunga dengan Dosen pembimbing Ghifari Yuristiadhi Masyhari Makhasi, S.S., M.A. membantu mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Waibao, Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

Selama sebulan dari tanggal 20 Juli – 20 Agustus 2021, Tim KKN-PPM UGM Aramoana Tanjung Bunga membantu mengembangkan BUMDes dengan melakukan pelatihan pengolahan limbah peternakan. Hal ini karena limbah peternakan dapat bernilai ekonomis tinggi jika diolah dengan baik dan benar. Pengolahan limbah ternak juga dapat mengurangi pencemaran lingkungan.

Salah satu limbah peternakan yang dapat diolah adalah feses ternak. Feses ternak dapat diolah menjadi pupuk kompos. Cara pembuatan pupuk kompos ini pun cukup mudah. Selain itu, harga feses ternak yang sudah diolah menjadi pupuk kompos jauh lebih tinggi daripada feses ternak yang belum diolah sehingga dapat menjadi salah satu produk yang dapat dikembangkan oleh BUMDes.

Pelatihan pengolahan feses ternak menjadi pupuk kompos ini dilakukan karena mempertimbangkan keberadaan Petani Jambu Mete di Flores Timur. Keuntungan penggunaan pupuk kompos yaitu dapat membuat tanaman menjadi lebih subur, apalagi pupuk kompos lebih hemat dari pupuk kimia penggunaan pupuk kompos juga lebih ramah lingkungan.

Karena keadaan pandemi corona yang penyebarannya masih tinggi, kegiatan ini dilakukan secara asinkron menggunakan Youtube Tim KKN Aramoana Tanjung Bunga. Hal ini agar memudahkan masyarakat Desa Waibao mengakses informasi pelatihan pengolahan limbah peternakan kapanpun dan dimanapun.(Hafizh)