Mahasiswa KKN-PPM UGM Beri Pelatihan Pengolahan Limbah Tempurung Kelapa bagi Warga Desa Waibao, NTT

Bagikan Artikel ini

Waibao, NTTOnlinenow.com – Kondisi pandemi corona yang terus meningkat beberapa bulan terakhir memaksa Tim KKN UGM Aramoana Tanjung Bunga tahun 2021 harus melaksanakan kegiatan KKN secara daring. Namun, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ghifari Yuristiadhi Masyhari Makhasi, SS, MA., tim yang beranggotakan 27 orang ini tidak kehilangan semangat untuk terus memajukan desa melalui program-program kerjanya. Salah satu inovasi program yang dilakukan oleh Tim KKN Aramoana Tanjung Bunga adalah pelatihan pengolahan limbah tempurung kelapa menjadi kerajinan. Program ini diinisiasi oleh Brilliannisa Syahri Syahidna, mahasiswa Prodi Sastra Inggris UGM, yang melihat potensi ekonomi Desa Waibao karena terletak di pesisir.

Desa Waibao merupakan salah satu dari enam belas desa di wilayah Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur. Menurut Darius Letor Tukan selaku Sekretaris Desa Waibao, salah satu potensi yang dimiliki desa adalah keindahan dan hasil lautnya. Selain keindahaan laut, Pak Darius juga menambahkan bahwa Desa Waibao sudah memanfaatkan pohon kelapa untuk berbagai macam keperluan seperti pembuatan lidi, vco, dan kuliner namun, kemauan masyarakat untuk berwirausaha masih rendah terutama di bidang kerajinan. Oleh karena itu, untuk mengoptimalkan potensi desa, Tim KKN Aramoana Tanjung Bunga mengadakan pelatihan pengolahan limbah tempurung kelapa menjadi vas bunga dan mangkuk pada tanggal 14 Agustus 2021.

Menurut Brilli, dibutuhkan waktu tiga minggu agar pelaksanaan program ini dapat optimal. Pelaksanaan program kerja ini terdiri dari tiga tahap yaitu persiapan, sosialisasi, dan monitoring. Dari ketiga tahap tersebut, tahap sosialisasi dan monitoring membutuhkan waktu 15 hari. “Melihat keadaan warga desa yang terbatas dalam penggunaan Zoom Meeting tentunya saya menyesuaikan keadaan di lapangan agar materi pelatihan ini tersampaikan secara optimal”, ungkap Brilli menjelaskan kendala pelaksanaan program kerja. Oleh karena itu, setelah melakukan bincang virtual melalui Zoom Meeting, Brilli kemudian mengunggah video pelatihan di Youtube Tim KKN UGM Arata Bunga. Hal ini dilakukan agar video pelatihan dapat diputar kapan saja sehingga lebih memudahkan masyarakat Desa Waibao dalam melakukan pembuatan kerajinan.

Alat dan bahan dalam pembuatan tempurung kelapa menjadi vas bunga atau mangkuk terdiri dari tempurung kelapa, lem kayu, amplas, kuas, pisau, pernis, dan spidol. Terdapat lima langkah dalam pembuatan kerajinan vas bunga dan mangkuk dari kelapa. Pertama, pembersihan tempurung kelapa menggunakan pisau dan amplas. Kedua pencucian dan pengeringan tempurung kelapa setelah dibersihkan. Ketiga, penggambaran pola alas vas bunga atau mangkuk menggunakan spidol. Keempat, menempel bagian wadah dan alas menggunakan lem kayu. Kelima, mengoleskan pernis pada bagian wadah dan alas untuk memperindah tampilan kerajinan tempurung kelapa ini.

Program ini tidak hanya sebagai langkah penghijauan lingkungan dan peningkatan ekonomi desa tetapi juga mendorong masyarat agar dapat mengoptimalkan potensi yang ada di desa serta memotivasi masyarakat agar mau berwirausaha di bidang kerajinan. Brilli berharap kerajinan vas bunga dan mangkuk dari tempurung kelapa dapat menjadi salah satu produk unggulan BUMDes Desa Waibao. (Brilli)