Bapenda Kota Kupang Usul Pengadaan Tapping Box Gunakan APBD

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Badan Pendapatan dan Aset Daerah (Bapenda) akan mengusulkan pengadaan Tapping Box dibiayai dari Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Kupang.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Kupang, dr Ari Wijana mengatakan, Pemerintah Kota Kupang mendapatkan lagi bantuan Tapping box dari Bank NTT, sebanyak 120 unit yang dipasang di wajib pajak di Kota Kupang.

“Saat ini yang sudah dipasang sebanyak 40 tapping box, dan sesuai dengan rencana, akan dipasang 120 tapping box yang merupakan bantuan dari Bank NTT,” katanya.

Di bulan Agustus ini, Kata Ari, Bapenda bakal menambaha 40 tapping box di sejumlah wajib pajak. Bapenda menargetkan, tahun 2021, dipasang 120 tapping box, sehingga pada tahun anggaran murni Tahun 2022 nanti, Bapenda akan usulkan agar pengadaan tapping box ini menggunakan APBD.

“Bapenda juga akan meminta CsR dari beberapa perusahaan yang ingin atau bersedia memberikan bantuan, agar di tahun 2022 nanti, tapping box bisa dipasang di semua wajib pajak,” katanya.

Bapenda sebut, masih membutuhkan taping boks, sebab restoran di Kota Kupang sendiri sebanyak 700, hotel, belum lagi tempat hiburan dan wajib pajak lainnya. Untuk itu, perlu diakomodir lewat APBD untuk dapat mengadakan tapping box sesuai kebutuhan.

Ari Wijana menjelaskan, saat ini, sistem pungutan pajak yang dilakukan dengan menggunakan sistem self assessment atau menghitung sendiri sehingga potensi untuk fraud atau kecurangan lebih tinggi.

“Sehingga dilihat bahwa dengan adanya pemasangan tapping box ini maka kemungkinan untuk kecurangan itu kecil, karena semuanya terbaca di sistem,” kata Ari.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Kupang, Adrianus Talli mendukung, apabila pengadaan tapping box diguanakan secara tersistem.

“Dengan pemasangan tapping box di wajib pajak maka akan mengurangi potensi kecurangan termasuk antara wajib pajak dan petugas Bapenda sendiri. Permainan itu bisa saja terjadi antara petugas dan wajib pajak,” katanya.

Dengan adanya tapping box itu, sebut Adi Talli, maka tidak akan terjadi tunggakan dari wajib pajak karena semua terdata secara baik, misalnya di hotel, berapa orang yang masuk, berapa orang yang makan di restoran, semuanya terdata.

“Kalau tapping box diusulkan pada anggaran murni Tahun 2022 mendatang maka akan didukung DPRD, juga Bank NTT juga sangat membantu Pemerintah Kota Kupang dengan memberikan bantuan tapping box, sehingga kalau banyak akan lebih bagus lagi,” katanya.