Bansos bagi Warga Miskin Kota Kupang Sudah Terdistribusi

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang melalui Dinas Sosial (Dinsos) telah mendistribusi beras bantuan sosial bagi warga miskin Kota terdampak Penyelenggaraan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Penyalurannya sudah mencapai 80 persen. Total bantuan bansos Kota kupang sebanyak 258,22 ton.

Pemerintah kota, mendapat jatah sebanyak 285,22 Ton beras dari pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial. PPKM di masa pandemi ini berdampak pada penurunan pendapatan ekonomi. Untuk itu, beras bantuan itu tersalurkan.

Secara nasional, Kemensos mendistribusikan bantuan itu kepada 28,8 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.

Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, Lodywik Djungu Lape, saat ditemui di ruangannya, Selasa (10/8/2021) mengatakan, bantuan itu disalurkan melalui Badan Urusan Logistik (Bulog) dan PT. Pos Indonesia di masing-masing daerah di seluruh Indonesia.

“Tujuan diluncurkannya program bantuan tersebut adalah untuk mengurangi beban pengeluaran kebutuhan beras bagi KPM yang saat ini terdaftar dalam Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Sosial Tunai (BST),” katanya.

Untuk Kota Kupang, kuota bantuan beras terdiri atas dua bagian, yakni sebanyak 225,18 ton bagi 22 ribu 518 KPM PKH dan BST, serta 60,04 ton bagi 64 ribu KPM Non PKH dan BST. Masing-masing KPM mendapatkan jatah bantuan sebanyak 10 kilogram.

Total keseluruhan bantaun itu, sebut Lodywik mencapai 285,22 ton. Bantuan itu telah tersalurkan melalui pihak keluarahan sejak 19 Juli kemarin.

“Posisi terakhir yang saya pantau penyalurannya sudah mencapai 80 persen. Sementara untuk KPM Non PKH dan BST, sesuai informasi akan segera turun lewat Bulog,” katanya.

Lodywik mengatakan, Kota Kupang yang masih menerapkan PPKM level IV menjadi kendala penyalurannya, karena tidak boleh mengumpulkan warga dalam jumlah banyak.

“Memang ada kendala yang mengakibatkan keterlambatan penyaluran bantuan bagi KPM, yakni adanya PPKM level 4, serta terdapat kelurahan-kelurahan besar seperti Oesapa yang jumlah KPM-nya mencapai 1.200 Kepala Keluarga (KK),” katanya.

Sesuai target, kata Lodywik Djungu, penyaluran bantuan PPKM bagi seluruh KPM akan selesai dilakukan pada pertengahan Agustus 2021 dan berharap dapat meringankan beban ekonomi warga kurang mampu.

Selain beras bagi warga kurang mampu, Pemerintah Kota juga menyalurkan bantuan bagi pasien covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri, sebanyak 2000 paket tersedia dan telah disalurkan sebanyak 1000 paket.

Baantuan itu berupa sembako dan susu, untuk pemenuhan kebutuhan gizi, sementara untuk obat-obatan difasilitasi oleh puskesmas.

Wakil Wali Kota Hermanus Man sebelumnya mengatakan, Pasien Insoman, membutuhkan asupan makanan yang bergizi serta kebutuhan obat-obatan dan lainnya dan berharap dapat meringankan beban mereka. (YM)