Demi Bisa Ikut Sekolah Online, Stefen Jualan Sapu Lidi Untuk Isi Kuota Internet di HP Kakaknya

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Stefanus Sandro Nusin (12), seorang siswa kelas VI salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, terpaksa harus berkeliling menjual sapu lidi gagang kayu buatan kakaknya untuk memenuhi kebutuhan sekolahnya dan membantu kedua orang tuanya mencari nafkah di tengah mewabahnya corona virus – 19.

Ia mengaku, dari hasil jualan sapu lidi itu, dipakainya untuk membeli pulsa dan paket data internet agar bisa belajar daring di tengah pandemi covid – 19.

“Karena pandemi covid – 19, kami sekolah online dan pakai jadwal juga. Biasa saya jualan kalau sudah selesai sekolah online. Tapi kalau tidak ada jadwal sekolah online, saya sudah keluar dari rumah untuk jualan sapu dari jam 06.00 wita”, kisah Stefen kepada NTTOnlinenow.com Kamis (05/08/2021) yang ditemui sedang berjualan di tepi jalan umum pusat kota Kefamenanu.

Stefen tidak memiliki ponsel sendiri untuk dipakai belajar online. Pulsa dan paket data internet itu digunakannya di ponsel milik kakaknya untuk belajar, itupun jika tidak sedang digunakan kakaknya.

Namun baginya tidak masalah, karena pulsa paket yang diisi di handphone kakaknya bisa untuk dipakai bersama. Dia merasa terbantu dengan ponsel milik kakaknya lantaran bisa mengakses segala informasi terkait tugas dan materi yang diberikan guru dari sekolah.

Dengan polos Stefen mengisahkan, kerap ia juga membagi uang hasil jualan sapu lidi bergagang kayu itu untuk belanja kebutuhan sembako terutama beras.

Stefen yang masih duduk di bangku kelas VI SD ini juga sangat berharap, bisa menyisihkan sebagian uang hasil jualannya untuk membeli handphone.

Setiap harinya, Stefen terlihat berkeliling memikul belasan batang sapu lidi yang terikat rapih untuk dijual.

Ia mengaku setiap harinya membawa 15 ikat sapu lidi dengan sasaran jual di sejumlah kios juga pasar – pasar, dengan harga per ikat Rp10 ribu.

Anak bungsu dari sembilan bersaudara buah cinta Yosep Nusin dan Yovita Fallo, yang beralamat di RT 20 RW 06 Kelurahan Benpasi, Kecamatan Kota Kefamenanu ini memiliki semangat belajar yang tinggi meski hanya meminjam handphone milik kakaknya.

“Saya lihat, banyak anak dibawah umur saya semangat menggunakan handphone android untuk main game online. Saya yakin harga handphone itu tidak murah, disitulah saya berpikir untuk mulai bekerja keras agar bisa punya penghasilan dan bisa memiliki handphone sendiri seperti anak – anak itu untuk pakai belajar online”, aku Stefen.

Foto kolase : ilustrasi permainan game online anak orang berada dan kerja keras Stefen berjualan sapu lidi untuk bisa membeli handphone demi bisa belajar online.

Ia berpikir, jika pandemi covid – 19 terus berkepanjangan, berarti tidak setiap hari ia bisa meminjam HP milik kakaknya. Karena sesekali waktu kakaknya juga memerlukan handphone itu dan ia bisa ketinggalan informasi dari sekolah.

Nampak, di tengah kerja kerasnya berkeliling menjual sapu lidi, Stefen juga tidak mengabaikan protokol kesehatan covid – 19. Dengan menjumpai banyak orang di pasar – pasar dan tempat umum lainnya, membuat ia tetap waspada dan manaati protokol kesehatan.

“Saya pakai masker karena mau taat pada protokol kesehatan dan mau mendukung ajakan pemerintah mencegah penyebaran virus corona”, kata Stefen sambil tersenyum, menjawab pertanyaan sejumlah awak media saat melihatnya tetap mengenakan masker dan tetap menjaga jarak saat diwawancarai.

Foto Stefen Sandro Nusin (12), siswa Kelas VI salah satu SDN di Kefamenanu saat berkeliling menjual sapu lidi bergagang kayu. (Foto Judith Lorenzo Taolin).