Pengobatan Gratis, Pemkab Belu Gelontorkan Rp12 Miliar

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Pengobatan gratis menggunakan KTP resmi dicanang oleh Pemerintah Kabupaten Belu. Pantauan media, pencanangan bertempat di Puskesmas Haliwen, Desa Kabuna, Kecamatan Kakuluk Mesak wilayah Timor Barat perbatasan RI-RDTL, Senin (26/7/2021).

Hadir dalam kegiatan pencanangan pengobatan gratis Wabup Belu, Aloysius Haleserens, Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku Pr, Kapolres Belu, AKBP Khairul Saleh, Dandim Belu, Letkol Inf. Wiji Untoro, pimpinan OPD serta tamu undangan lainnya.

Menurut Bupati Agustinus, 100 persen warga Kabupaten Belu berobat gratis cukup dengan KTP berlaku efektif per 1 Agustus 2021.

“Ini kado bagi masyarakat Kabupaten Belu di Hari Kemerdekaan Indonesia. Masyarakat merdeka gunakan KTP,” ujar dia.

Dikatakan, ini hari merupakan momentum yang baik dimana masyarakat Belu bakal menikmati pengobatan gratis menggunakan KTP sebagaimana yang diinginkan bersama.

“Untuk pelaksanaan pengobatan gratis telah dikaji sesuai dengan aturan dan regulasi yang ada. Ini klir ya, semua sudah dikaji,” urai Mantan RSU Atambua itu.

Agustinus menyebutkan, anggaran pengobatan gratis bersumber dari APBD Belu 2021 dengan nilai sekira Rp 12 miliar. ” Anggarannya dari APBD senilai Rp 12 miliar,” terang dia.

Baca Juga : Warga Belu Berobat Gratis Cukup Dengan KTP

“Terima kasih kepada semua pihak yang telaj membantu sehingga pencanangan ini bisa berjalan. Ini menjadi kado di HUT ke-77 RI,” tambah dia.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Atambua, Munaqib mengatakan, masyarakat bisa berobat gratis dengan KTP disemua fasilitas kesehatan di Kabupaten Belu.

“Semua masyarakat sudah dibayarkan oleh Pemda Belu. Jadi bisa berobat dengan gratis pakai KTP,” papar dia.

Walau demikian, jelas dia masyarakat pemegang BPJS mandiri yang sebelumnya menunggak iuran, tetap membayar tunggakkan yang ada sebelum pemberlakuan pengobatan gratis. Peserta mandiri yang menunggak tetap layani pengobatan gratis per 1 Agustus, karena iuran dibayarkan oleh Pemda Belu.

“Jadi semua terintegrasi dengan BPJS,” ketus Munaqib.

Untuk pengobatan tetap melalui fasilitas kesehatan yang ada, dan semua bisa dirujuk ke seluruh wilayah Indonesia. “Bisa dirujuk ke seluruh wilayah Indonesia,” kata dia.

Masih menurut Munaqib, untuk teknis pengobatan, masyarakat datang ke fasilitas kesehatan, dengan menunjukan KTP, lalu dimasukan ke sistem, dengan demikian ahak langsung berobat secara gratis. Jika tidak ber-KTP, bisa menunjukan Kartu Keluarga atau tanda kenal lahir.