Tak kembalikan Uang Yayasan Rp1,7 Miliar, Rektor Universitas Timor Digugat di Pengadilan

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Yayasan Pendidikan Cendana Wangi (Sandinawa) sebagai pendiri Universitas Timor (Unimor) menggugat Rektor Unimor, Dr. Ir. Stefanus Sio, M.P. ke Pengadilan Negeri (PN) Kefamenenu.

“Iya betul. Sandinawa menggugat Rektor Unimor. Sebab Unimor tidak mengembalikan uang milik Sandinawa sebesar Rp 1.783.675.394 (satu miliar tujuh ratus delapan puluh tiga juta, enam ratus tujuh puluh lima ribu tiga ratus sembilan puluh empat rupiah),” jelas Magnus Kobesi, SH, selaku kuasa hukum Sandinawa.

Direktur Perkumpulan Lembaga Bantuan Hukum Timor (PLBH Timor) ini menjelaskan sebelumnya Unimor berstatus Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang didirikan Sandinawa. Namun dalam perjalanan, Unimor diambil alih oleh Pemerintah dan dijadikan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sejak tanggal 6 Oktober 2014.

Terkait pengalihan status itu, Sandinawa sebagai pendiri meminta Rektor Unimor mengembalikan sejumlah aset yang masih dikuasai manajemen Universitas Negeri Timor
(Unimor).

Manajemen lalu mengembalikan sejumlah aset berupa 650 buah kursi, 1 (satu) unit mobil kijang dan 1 (satu) unit mobil Toyota Inova.

“Namun sisa dana sebesar Rp 1.783.675.394(satu miliard tujuh ratus delapan puluh tiga juta, enam ratus tujuh puluh lima ribu tiga ratus sembilan puluh empat rupiah) yang berada di rekening Rektor Unimor, belum dikembalikan,’ beber Magnus Kobesi.

Sandinawa telah meminta secara patut, baik secara formal maupun non formal termasuk pendekatan secara personal agar sisa dana itu dikembalikan. Namun Rektor Unimor tidak menanggapi tanpa memberikan alasan yang pantas menurut hukum.

“Karena itu, terpaksa Sandinawa menggugat secara perdata. Perbuatan Rektor Unimor telah merugikan secara materil maupun secara immateriil sebagaimana diatur dalam pasal 1365 KUH Perdata,” jelas Magnus Kobesi.

Gugatan Sandinawa sudah didaftarkan di PN Kefamenanu dengan Nomor Register Perkara: 13/Pdt.G/2021/PN Kfm. Dan release panggilan untuk sidang juga telah ada yakni sidang pertama akan digelar pada Selasa, 13 Juli 2021 yang akan datang.

“Selaku kuasa hukum Yayasan Sandinawa, saya berharap perkara ini dapat diselesaikan secara arif dan benar di depan hukum”, pungkas Magnus Kobesi.