Pertama di Indonesia, Seorang Kajari di NTT melantik Puluhan Mahasiswa Sebagai Duta Kejaksaan

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Kepala Kejaksaan Negeri, Timor Tengah Utara (Kajari TTU), Roberth Jimmy Lambila, SH, MH mengukuhkan 24 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (Stikum) Cendana Wangi Kefamenanu, sebagai Duta Kejaksaan Negeri (Kejari) TTU, pada Kamis (01/07/2021).

“Pada hari Kamis tanggal 01 Juli 2021, saya sebagai pengarah Duta Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara dengan resmi mengukuhkan 24 mahasiswa sebagai Duta Kejari TTU untuk 24 Kecamatan di kabupaten TTU masa bakti 2021- 2022”, kata Kajari Roberth Jimmy Lambila dalam suasana pengukuhan yang berlangsung di Lopo Adhyaksa Kejari TTU.

Kajari Roberth berharap, ke – 24 mahasiswa Stikum yang dikukuhkan sebagai Duta untuk 24 kecamatan di dalam wilayah hukum Kejari TTU, dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan penuh rasa tanggungjawab.

“Saya percaya saudara – saudara mampu melaksanakan tugas dengan sebaik – baiknya sesuai tanggung jawab yang diberikan dalam rangka mewujudkan pelayanan hukum di wilayah hukum kejari TTU yang bersih, transparan, familiar, objektif, responsif,modern, akuntabel, sinergi dan efektifitas”, ungkap Roberth.

Menjadi suatu kebanggaan bagi Keluarga Besar Kejari TTU, lanjut Roberth bahwa Pengelola Stikum, Randy Valletino Neonbeni, S.H, M. Kn dan teman – teman dosen bersedia bekerjasama dengan pihak Kejaksaan dalam rangka peningkatan SDM serta dukungan terhadap Kejaksaan dalam hal pelayanan dan penegakkan hukum.

“Saya pikir ini baru pernah terjadi di Indonesia, ada mahasiswa yang dikukuhkan sebagai duta Kejaksaan”, tambah Roberth disambut riuh tepuk tangan para duta Kejaksaan yang baru dikukuhkan bersama seluruh staf Kejari TTU.

Ia juga berterimakasih atas kesediaan para mahasiswa menjadi Duta Kejari TTU.

“Terimakasih untuk kesediaan adik – adik yang telah bersedia menjadi duta Kejaksaan Negeri TTU.
Tanda tangan MoU ini menjadi satu moment, satu langkah awal bagi perjalanan ke depan”, tambahnya.

Roberth juga mengungkapkan alasan pihak Kejari TTU berkoordinasi dengan Stikum. Bahwa mereka para mahasiswa sementara belajar pada jalur yang sama tentang hukum. Dalam hal hubungan kerjasama tersebut, dipandang perlu saling melengkapi dan saling mendukung.

Pembentukan Duta Kejaksaan dimaksudkan agar, pertama, mahasiswa merasa lebih dekat dan menjadi bagian dari Kejari TTU.

“Teman – teman punya tanggungjawab untuk bagaimana mendukung, mengawasi Kejari TTU dalam melaksanakan penegakan hukum di TTU”, tegas Roberth.

Kedua, Sebagai duta membantu Kejari TTU dalam mensosialisasikan tugas – tugas, fungsi – fungsi serta kerja – kerja Kejaksaan pada masyarakat. Melyruskan informasi – informasi hoax tentang Kejaksaan di masyarakat.

Kemudian, membantu Kejari melakukan penerangan hukum, penyuluhan hukum berkaitan dengan aspek – aspek hukum yang dibutuhkan masyarakat dan harus diketahui masyarakat.

“Tentunya, sebagai Duta Kejaksaan, teman – teman perlu mengetahui secara baik mengenai Kejaksaan Negeri TTU. Juga harus tahu tugas pokok, fungsi dan struktur Kejaksaan. Untuk semua itu, dalam waktu dekat teman – teman akan dibekali dengan berbagai ketentuan terkait tugas Kejaksaan”, pungkas Roberth.

Ia juga mengingatkan, Duta Kejaksaan harus menjadi teladan bagi masyarakat.

“Saya berharap kedepan semua berjalan baik, bahwa kehadiran dan pertemuan kita akan memberikan kontribusi yang baik dan nyata bagi pembangunan di kabupaten TTU”, katanya.

Harapan senada disampaikan Pengelola Stikum Randy Vallentino Neonbeni.

“Dari kerja sama ini, saya berharap kita bisa mengaplikasikan antara teori dan praktek, sehingga ke depan bisa memberi kontribusi baik bagi pembangunan di bumi Biinmafo”, pinta Randy.

Sebagai ungkapan terimakasih kepada Kajari TTU dan jajarannya, Randy mengatakan akan berusaha memberikan yang terbaik bagi Kejari TTU.

“Terimakasih kepada Kejari TTU yang telah bersedia menjalin kerjasama dengan Stikum Kefamenanu. Meskipun Stikum baru berjalan 3 tahun, tapi kami akan berusaha memberikan yang terbaik bagi Kejari TTU”, sambungnya.

Ia juga berpesan kepada para Duta, untuk lebih banyak membaca dan belajar, karena telah mengemban tugas sebagai duta literasi hukum.

“Sebagai perpanjangan tangan Kejaksaan, adik – adik harus banyak belajar untuk memberikan penerangan hukum kepada masyarakat.

Kartu Anggota yang diberikan bapak Kajari, jangan disalah gunakan. Tolong jaga nama baik Kejaksaan, harus memberikan informasi yang berimbang”, pesan Randy.

Kegiatan lainnya yang berlangsung sebelum pengukuhan 24 mahasiswa sebagai Duta Kejari TTU, diantaranya penandatangan MoU antara Stikum dan Kejari TTU, dalam Bidang Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) tentang kerja sama dalam bidang pendidikan, pelatihan peningkatan SDM, penelitian atau kajian dan pengabdian kepada masyarakat TTU.

Kemudian, penyerahan Nota Kesepahaman oleh Kejari TTU kepada Ketua Stikum Cendana Wangi dan oleh Stikum Cendana Wangi ke Kejari TTU.

Pembacaan Surat Keputusan tentang pembentukan tim mahasiswa Stikum Cendana Wangi sebagai duta Kejari TTU pada 24 Kecamatan, pembacaan ikrar oleh Kepala Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara diikuti Duta Kejari TTU .

Turut hadir bersama Kajari TTU, Roberth Jimmy Lambila S.H, M.H dalam pengukuhan 24 mahasiswa sebagai Duta Kejaksaan Negeri TTU, Kasi Datun, Ari Iqbal Setio Nasution,S.H, Kasi Intel, Benfrid Christian M. Foeh, S.H, Kasi Pidsus, Andrew Keya, S.H, Kasi Barang Bukti, Rezza Faundra Afandi, S.H dan sejumlah staf Kejari TTU.

Keterangan Gambar : Penyerahan Nota Kesepahaman antara Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (Stikum) Cendana Wangi Kefamenanu dan Kejaksaan Negeri TTU.