Mengurangi Konsumsi Rokok Meningkatkan Kesehatan dan Kesejahteraan

Bagikan Artikel ini

OLEH JOSEPHIN N. FANGGI
Rokok merupakan produk yang dikonsumsi oleh banyak kaum pria. Rokok merupakan produk yang terbuat dari tembakau, namun pada zaman sekarang banyak campuran bahan lain seperti cengkeh.

Pada kenyataannya, rokok menimbulkan banyak masalah kesehatan seperti serangan jantung, stroke, penyakit paru obstruktif kronik, emfisema, kanker. Ada beberapa penelitian yang dilakukan terkait penduduk yang merokok di Provinsi NTT, seperti pada penelitian “Hubungan Kebiasaan Merokok pada Perokok Aktif dan Pasif dengan Kejadian Tuberkulosis Paru di Puskesmas Sikumana Kota Kupang” yang dilakukan oleh Fransiskus Tandang dkk (2018) diperoleh hasil bahwa seseorang dengan status perokok aktif berisiko besar menderita TB Paru. Selain itu, penelitian ini sejalan dengan yang dilakukan oleh Sarwani, dkk (2012) yang diperoleh hasil bahwa responden dengan status merokok kategori perokok aktif lebih banyak yang menderita TB Paru.

Hal yang memprihatinkan terjadi di provinsi ini adalah rokok dikonsumsi oleh anak-anak remaja seperti pada penelitian “Faktor Predisposisi dan Pendorong Perilaku Merokok Siswa Remaja SMA” yang dilakukan oleh Emanuel F.H. Derve dkk (2019) dan pada penelitian “Hubungan Peran Teman Sebaya dengan Perilaku Merokok pada Remaja di Kota Kupang” yang dilakukan oleh Maria Yasintha Goa dan Augustina Da Conceicao Bossa diperoleh hasil bahwa anak-anak remaja, SMA telah merokok. Salah satu faktor yang mendorong mereka merokok adalah pengaruh teman sebaya yang merokok.

Berdasarkan Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Timur Juni 2021 yang dirilis oleh BPS Provinsi NTT, Garis Kemiskinan pada September 2020 adalah sebesar Rp 404.712/kapita/bulan. Secara rata-rata, Garis Kemiskinan per Rumah Tangga pada September 2020 adalah sebesar Rp 2.274.481/rumah tangga/bulan. Garis Kemiskinan adalah suatu nilai pengeluaran minimum kebutuhan makanan dan non makanan yang harus dipenuhi agar tidak dikategorikan miskin. Garis Kemiskinan per Rumah Tangga adalah gambaran besarnya nilai rata-rata rupiah minimum yang harus dikeluarkan oleh rumah tangga untuk memenuhi kebutuhannya agar tidak dikategorikan miskin. Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan.

Rokok kretek filter memberikan sumbangan terbesar kedua terhadap Garis Kemiskinan September 2020, yaitu 6,72 persen di perkotaan dan 6,02 persen di perdesaan. Hal ini berarti pengeluaran penduduk/rumah tangga miskin terbesar kedua adalah pengeluaran untuk rokok kretek filter. Apabila pengeluaran untuk rokok kretek filter ini dihilangkan maka kesehatan penduduk meningkat karena terhindar dari penyakit akibat mengkonsumsi rokok. Selain itu, pengeluaran untuk rokok kretek filter dapat digantikan ke pengeluaran lainnya yang lebih bermanfaat seperti bahan makanan lainnya, perumahan, pendidikan, kesehatan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan penduduk.

OLEH : JOSEPHIN N. FANGGI, S.ST
INSTANSI : ASN di BPS PROVINSI NTT