KPU Belu Rakor Bentuk Bakohumas Pemilu 2024

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – KPU Kabupaten Belu menggelar rapat koordinasi pembentukan Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) bersama stakeholder di kantor KPU, Jumat (25/6/2021).

Rakor tentang pembentukan badan Bakohumas Tingkat Kabupaten Belu untuk melawan disinformasi terkait Kepemiluan terlebih menghadapi Pemilu 2024 mendatang. Selain itu juga masyarakat makin meningkat partisipasinya. Sebab Pemilu 2024 nanti hanya berjarak bulan, dimana Februari pemilu nasional dan September Pilkada Gubernur dan Bupati serentak.

Menurut Ketua KPU Belu Mikhael Nahak, tujuan diselenggarakannya rapat koordinasi Bakohumas untuk meningkatkan peran dan eksistensi bakohumas KPU RI, Provinsi dan KPU Kabupten/Kota seluruh Indonesia.

Selain itu untuk meningkatkan kelancaran arus informasi antar satuan kerja dan kemampuan menghimpun, mengelola, menyalurkan informasi dan melaksanakan koordinasi.

Sebab jelas Nahak, berkat kerja sama antar lembaga partisipasi pemilu di kabupaten Belu mencetak rekor partisipasi pemilu mencapai 84,1 persen pada 2020 kali lalu.

Dituturkan, partisipasi masyarakat Belu dalam Pemilihan bupati di tahun 2020 mengalami peningkatan dan menjadi yang tertinggi yakni 84,01 persen.

“Ini angka yang fantastis. Capaian partisipasi masyarakat yang tinggi ini juga berkat dukungan pers yang luar biasa. Bahkan media menjadi pemicu sehingga masyarakat mau menggunakan hak pilih dalam Pilkada lalu. Jadi apresiasi bagi semua personel KPU dan lembaga terkait lainnya,” ujar Nahak.

Disampaikan, kegiatan ini menindaklanjuti SK KPU Pusat maka hari ini kita membentuk wadah kehumasan dan tentunya pihak KPU tidak bisa sendiri, karena itu hari ini berkumpul melakukan rakor.

Dengan wadah ini pasti akan terciptanya SDM Kehumasan di KPU yang profesional dan kompeten. Terciptanya kemitraan yang baik dengan stakeholder terkait dalam penyampaian informasi kepemiluan secara berjenjang dan berkelanjutan. Tersosialisasikannya kebijakan dan program KPU kepada internal KPU Kabupaten Belu dan eksternal (publik).

“Bakohumas yang sudah dibentuk KPU Belu akan dioptimalkan sebagai fungsi tugas dan wewenangnya terkait Kehumasan terutama dalam rangka persiapan tahapan Pemilu dan Pemilihan Serentak tahun 2024,” kata Nahak.

Kesempatan itu Agustinus Bau selaku divisi penegakan Hukum dan penanganan pelanggaran, serta penyelesaian sengketa mengatakan, sebenarnya kesadaran pemilih Belu dalam Pilkada lalu masih rendah. Karena tingginya partisipasi masyarakat dalam pilkada karena digerakan oleh partai maupun tim sukses.

Dijelaskan, masyarakat memiliki ruang untuk menyalurkan hal politiknya secara langsung dalam Pilkada ini. Budaya kesadaran warga Belu dalam membiasakan diri dengan situasi politik belum ada. Sehingga tidak ada niat untuk tergerak sendiri kecuali digerakan.

Buktinya bisa dilihat saat pemutakhiran data pemilih masyarakat pasif dan menunggu kapan petugas KPU tiba kemudian baru mengisi daftar hadir. Setelah itu, data yang ada sudah ditempel di berbagai tempat masyarakat tidak mau datang membacanya. Bahkan masyarakat hanya menunggu saja sampai hari pencoblosan dan saat nama tidak ada maka masyarakat ribut.

“Padahal semua tahapan sudah dilalui baik KPU maupun Bawaslu tapi masyarakat lebih cenderung menyalahkan. Tahapan pilkada seperti kampanye juga masyarakat datang kecuali ada pihak tertentu menjanjikan sesuatu. Saat hari pencoblosan banyak orang tidak tau calon yang dia pilih kecuali dijanjikan sesuatu. Tetapi saat pemimpin itu gagal, masyarakat pasif itu yang paling banyak menyalahkan pemimpin tersebut,” ucap Agustinus.

Tambah dia, KPU dan Bawaslu Belu saat ini gencar melakukan gerakan sadar politik kepada masyarakat supaya Pemilu dan penyelenggara pemilu terbiasa di masyarakat. “Sehingga saat Pemilu 2024 akan datang, masyarakat sudah terbiasa dan harus berbuat apa. Dengan demikian masyarakat tidak digerakan lagi untuk tujuan kepentingan orang tertentu,” tutup dia.