Pasca Cuti Bersama, Semua ASN Kota Kupang Diklaim Masuk Kerja

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Semua Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup pemerintah kota (Pemkot) Kupang dipastikan masuk kerja di hari pertama pasca libur dan cuti bersama hari raya besar umat muslim idul fitri, dan hari kenaikan Isa Almasih. Ancaman sanski dan pemotongan tunjangan kinerja disinyalir menjadi faktor pendorong kedisiplinan para ASN.

ASN di kota Kupang, berjumlah 7.200, terdiri dari Pegawai negeri Sipil (PNS) sebanyak 5.200 dan pegawai tidak tetap (PTT) atau non ASN sebanyak 2.700.

Kepala Badan Kepegawaian, Pelatihan dan Pendidikan daerah (BKPPD) Kota Kupang, Ade Manafe mengatakan, semua pegawai di lingkup pemkot masuk kerja di hari pertama.

“Sesuai rekapitulasi absensi, semua ASN masuk kerja hari ini. Absensinya yang sudah dilakukan secara online, memudahkan kami untuk menghitungnya. Jadi tidak bisa tipu-tipu,” katanya.

Absensi bagi ASN di Kota, bisa dilakukan dengan dua cara, cap tangan dan lewat android. Sistem ini dengan mudah mendeteksi siapa saja yang masuk dan dan tidak, dan dipantau langsung BKPPD, Sekretaris Daerah (Sekda), Wakil Wali Kota, Wali Kota Kupang, bahkan sampai ke komisi ASN.

Ade Manafe mengatakan, ASN kota sudah diperingatkan soal sanksi apabila tidak masuk kerja di hari pertama usai libur panjang hari raya. Sanksi itu berupa teguran sampai penurunan pangkat.

Kehadiran semua ASN kota ini, juga disebut Ade Manafe, karena adanya surat edaran mengenai larangan mudik bagi ASN. Ancaman sanski juga menanti apabila ASN itu ketahuan mudik.

Pemerintah kota saat ini, kata Dia, masih memberlakukan pembatasan kapasitas kerja untuk ASN dalam mencegah penyebaran covid-19. Shift terus diberlakukan hingga saat ini. 50 persen ASN masuk pada pagi dan 50 persen lainnya masuk di siang hari.

“ASN kota juga tidak mudik, sehingga hari pertama ini semua masuk kerja seperti biasa. Kalau kita lihat ada kursi yang tidak ditempati di ruangan, itu karena masih pake shift. 50 – 50 persen. Pagi dan siang hari,” katanya.

Kepala Bidang Disiplin, Pengadaan, dan Informasi BPKKD, Paul Werang menambahkan, para ASN yang tidak disiplin bekerja akan dikenai sansi, baik berupa teguran, juga sanski pemotongan tunjangan kinerja. (YM)