Ratusan Jiwa Warga Tasain-Belu Diungsikan ke GMIT Motamaro dan Paroki Nurobo

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Lima unit rumah warga di Motamaro, Desa Tasain, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu mengalami rusak parah setelah di terjang banjir akibat diguyur hujan deras dalam sepekan terakhir.

Selain kerusakan material dan ternak peliharaan hilang, warga setempat juga diungsikan ke Gereja GMIT di Motamaro, Desa Tasain dan juga di Paroki Nurobo wilayah Timor Barat perbatasan RI-RDTL sejak kemarin, Minggu, (4/4/2021).

Penjabat Bupati Belu, Zaka Moruk yang dihubungi media, Senin (5/4) usai memantau korban bencana di beberapa titik mengatakan, sejak kemarin sampai saat ini di Desa Tasain terdapat lima unit rumah warga rusak parah.

“Kondisi Bencana sejak kemarin sampai hari ini di Desa Tasain Kecamatan Raimanuk ada 5 rumah rusak parah, ada ternak hilang, tanaman yang terendam dan
23 KK yang sementara kita fungsikan ke Gereja GMIT Motamaro,” ujar dia.

Terkait itu, Pemerintah daerah telah mengambil langkah-langkah yakni menyiapkan dapur umum untuk 23 KK yang ada di Gereja GMIT dan ditambah lagi ada sekitar 25 KK lagi yang tertampung.

“Jadi keseluruhannya ada 48 KK 92 jiwa yang tertampung gabung di GMIT Motamaro,” terang Zaka.

Sesuai informasi yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber, selain 48 KK warga Desa Tasain yang diungsikan di GMIT Motamaro, terdapat juga puluhan KK lain yang mengungsi di Paroki Nurobo wilayah Kabupaten Malaka yang mana dijumlahkan seluruhnya sekitar 300 lebih jiwa warga Tasain.

“Bagi korban rumah rusak sudah disalurkan bantuan sembako dan kebutuhan lainnya. Kita masih tunggu laporan bencana dari seluruh Kecamatan, setelah itu dilaporkan ke Pak Gubernur,” tambah Zaka.

Diketahui, turut mendampingi Penjabat Bupati Belu Zaka Moruk meninjau korban bencana banjir di Desa Tasain, Wakil Bupati terpilih Alo Haleserens serta pimpinan OPD terkait dan Forkopimda Belu.